Beberapa waktu lalu tepatnya 5 Oktober 2016, pemilik akun www.journaleka.com membawaku mengunjungi tempat wisata yang ada di daerah Bengkong Batam Kepulauan Riau, sebagai upaya untuk menjamu sekaligus menghiburku saat aku "turun kota".
Bermodalkan petunjuk dan arahan dari teman-teman blogger seperti asad, eka handa, dan zack kami pun meluncur ke TKP ditemani si blue beat, soulmate setianya Eka DP.

Narsis dulu di Pintu Masuk ^-^
Bagiku yang sudah lama tidak menempuh perjalanan jauh dengan mengendarai motor/mobil, duduk lama membuatku merasa jengah, hehe...maklum saja... di pulau nun jauh disana, perjalanan yang kutempuh hanya rumah kontrakan - kantor yang hanya memakan waktu 10-15 menit saja. Bedanya hanya tekstur jalan yang terjal, tanjakan yang curam, ataupun liku belokan yang cukup menantang adrenalin, khususnya bagi ku yg sejauh ini tetap tidak mempunyai keberanian untuk mengendarai sendiri. (tuhkan... ngelantur deh jadinya malah nyeritain suasana pulau...wkwkwk...)

Kembali ke Laptop...
Batam Miniature House Indonesia terdiri dari 33 Rumah Adat dalam versi mini, menurut informasi dari beberapa sumber sih, seluruh rumah adat disini terbuat dari semen dengan tinggi sekitar 1,5m, dengan luas keseluruhan taman sekitar 40m x 60m. TamanĀ 
Batam Miniature House Indonesia ini termasuk dalam kawasan wisata Golden Prawn.

Tuh kan...asal mau menjelajah...banyak koq tempat-tempat wisata yang bisa kita kunjungi...
pasang senyum manis di Miniatur Rumah Adat Bali

Khusus yang pic yang disamping, ada sedikit rasa ga puas liat hasil karya Ruma Miniatur Provinsi Sumatera Selatan, harap maklum... karena asal muasal saya dari sana, jadi saya tau persis klo rumah adat tersebut adalah Rumah Limas, yaitu rumah yang berbentuk panggung, jikalau ada rumah adat kedua (Rumah Rakit) yang diproklamirkan sebagai rumah adat asli Sumsel, bentuknya pun tetep ga sama dengan yang ada disebelah,,, tapi apapun bentuknya, yang pasti si pengelola n yang ngebangun rumah disamping sudah berusaha keras buat menghasilkan karya disebelah...ane aj kagak bisa buatnya, hehe...

Jangan pernah lelah menjejakkan langkah menyusuri tempat-tempat baru yang belum pernah kamu singgahi... banyak pembelajaran bisa didapat, baik yang tersurat maupun yang tersirat, iy kan mba Sri Murni?