setelah edit dan upload, baru ngeh, JELEK banget itu kuku -_-
Tahun 2016 kemarin kami sempat terkena musibah. Ketika menginap dirumah Saudara, mobil kami sempat dibobol sama perampok! dalam mobil udah gak karuan bentuknya, BERANTAKAN! semua habis dibawa rampok itu. bahkan flasdisc hingga kaset DVD anak-anak pun raib semua. Dompet Papino & Sepupu yang tertinggal didalam mobil ikutan hilang. Alhamdulillah mobil sih aman, tinggal dibawa ke Bengkel buat benerin yang rusak-rusaknya. yang bikin PR tuh mengurus surat-surat yang ada di dompet! T_T

SIM, KTP, ATM dan yang lainnya, termasuk kartu BPJS Mamiyu, hilang semua! Emang dasar Papino kan kebangetan sok SIBUKnya ya, jadi itu BPJS Mamiyu gak diurus-urus sampai satu tahun lebih. mana lupa pulak nomernya kan, jadi lah gak dibayar-bayar itu BPJSnya. Makin kalang kabut ketika Mamiyu ternyata hamil yang ketiga. Alhamdulillah masih diberi kepercayaan lagi sama Allah. abis ini langsung pasang spiral ya Mamiyu *ngomong depan cermin hahaha.

Mau gak mau jadinya Papino harus disempatin banget buat ngurus BPJS Mamiyu. ternyata tagihannya cukup lumayan loh, SATU JUTA LEBIH! T_T itu pun cuma tagihan buat Mamiyu nya aja loh.

Sekiranya info yang Papino dapat dari petugas BPJSnya seperti ini :
  • BPJS Kesehatan akan menonaktifkan keanggotaan Peserta BPJS yang menunggak sampai peserta yang bersangkutan melunasi tunggakannya.
  • BPJS tidak mengenakan denda bagi peserta yang menunggak kecuali jika menggunakan layanan rawat inap sebelum 45 hari setelah status keanggotaan diaktifkan kembali.
  • Denda yang berlaku yaitu peserta akan dikenakan biaya 2,5 persen dari biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan tertunggak maksimal 12 bulan atau Rp 30 juta.
  • Simulasi hitungan Denda Rawat Inap sebagai berikut :
      1. Apabila anda memiliki tunggakan 12 bulan (1 tahun) untuk kelas 1 maka tagihan yang harus anda bayar sebesar Rp 2.880.000. Apabila anda melunasinya maka status kepesertaan anda akan diaktifkan kembali.
      2. Apabila ternyata anda jatuh sakit dan harus dirawat inap sebelum 45 hari sejak diaktifkannya keanggotaan anda.
      3. Misal biaya rawat inap sebesar Rp 40 juta . Maka untuk dapat dilayani dan biayanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan peserta harus membayar denda awal sebesar : 2,5% x 12 x 40.000.000 = Rp.12.000.000
        Pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan TIDAK DAPAT DICICIL. dan perlu digaris bawahi di point nomer 1, Mamiyu ambil yang kelas 1, waktu itu tagihan perbulannya masih belum naik, masih sekitar 60rb-an. ternyata ditagihan tunggakan, Mamiyu status pembayarannya masih dengan biaya yang lama. makanya tagihan yang harus dibayar gak sampai 2juta-an. *alhamdulillah

        jadi sebenernya mudah aja ya cara mengaktifkan keanggotaan BPJS kita, gak perlu datang ke kantor BPJS. bisa langsung bayar melalui ATM, indomaret/alfamart, atau melalui kantor pos, dan saat itu juga kepesertaan BPJS kita langsung aktif dan bisa digunakan. tapi kalau mau lebih pasti sih, bisa langsung telpon aja ke care centernya di nomer 1500400 (24jam) aja ya, nanti kita cuma sebutin nomer BPJS dan tanggal lahir terus langsung terlihat statusnya aktif/tidak keanggotaannya. atau bisa juga langung menuju websitenya di https://daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/ biasanya disitu juga langsung tertera tagihan iuran kita berapa.

        Sumber : https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/

        Ohya, jangan lupa ya, kalau setelah kita menunggak terus sudah dibayar, walau BPJS sudah aktif dan bisa langsung digunakan untuk rawat jalan di Faskes pertama atau RS rujukan, tapi untuk rawat inapnya TIDAK BISA ya karena kurang dari 45 hari setelah pelunasan tunggakan. nantinya kita akan dikenakan biaya 2.5 persen dari biaya rawat inap tersebut. Maka dari itu, buat ibu-ibu hamil, sebisa mungkin bayarnya tepat waktu ya, ketika Pak Suami gajian, langsung bayarin deh BPJSnya. atau bisa langsung meng-auto debet di rekening bank setiap tanggal 1 setiap bulannya, saldo akan otomatis terpotong untuk biaya BPJS kesehatan ini. biar gak terlalu khawatir akan 2.5 persennya itu, kan lumayan ya bisa buat beli keperluan bayi nanti *teteup :D

        Eh tapi ini berlaku juga deng buat semuanya pengguna BPJS, kita kan gak pernah tau ya kapan datangnya sakit *amit-amit sih, ternyata kita sakit terus butuh di rawat inap (walau status keanggotaan kita aktif tapi karena masih dalam masa tenggang sebelum 45 hari sesudah pelunasan tunggakan) OTOMATIS ya biaya kesehatan rawat inap tidak akan ditanggung oleh BPJS. perlu di ingat saja, bayar iuran sebelum jatuh tempo, biar lebih aman.

        Sebenernya terlihat lebih enteng ya, karena kalau kita terlambat membayar selama maksimal 12bulan, kita tidak akan dikenakan denda apapun. tapi ya gitu kan, berasa banget beratnya kalau ternyata kita butuh rawat inap sebelum 45 hari sesudah pelunasan tunggakan. biaya RS mahal bokkk.. apa lagi kalau udah rawat inap, kan ada aja pasti biaya yang tak terduga.

        Sejauh ini Mamiyu sih kalau ke RS rujukan BPJS, pelayanannya selalu baik-baik saja ya, gak ada perbedaan dengan pasien yang bayar sendiri atau pengguna asuransi swasta. tapi kalau pas ke Puskesmas nih yang rada "nyebelin" petugasnya jutek, kurang ramah, jarang senyum dan kalau udah nanya selalu ketus! :( kayak waktu minta rujukan buat ke RS waktu hamil Abang Zack ditahun 2015 yang lalu. udah antrinya lama, gerah banget, kaki sampai gemetar karena gak dapet tempat duduk, eh pas ketemu Bidannya malah bikin tambah kesel. sampai berkaca-kaca Mamiyu diketusin ini itu. sampai rumah langsung ngadu ke Papino lewat telpon sambil mewek! hahaha.. DRAMA!!! dan akhirnya semenjak kejadian itu, Mamiyu langsung minta pindah faskes tingkat pertama ditempat lain, sama Papino. jadi ke Puskesmas cuma untuk imunisasi anak-anak aja. nanti bakalan diceritain dipostingan berikutnya ya, I SWEAR ♥

        Baca : Operasi Caesar dengan BPJS di RS Anna Pekayon