ketika kau bilang kau merindukan ku,
aku lebih merindukan mu,
saat ku dengar nada kecewa dari ucapan mu,
aku mungkin orang yang pertama kali kecewa sesudahmu.

ketika gurat bahagia tersirat di katamu,
senyumku terkembang dan tak lepas-lepas aku bersyukur,
saat kau teteskan air mata dalam diam,
aku meratap dalam ketenanganku.

kau tak kan benar-benar tau,
seberapa besar aku mencintaimu,
karena sebesar apapun yang kau tau,
cintaku padamu, jauh lebih besar dari itu.



adekku,
aku tau betapa getir hatimu saat itu,
aku telah usahakan semampuku menolong mu,
tapi, yakinlah adekku...
inilah yang terbaik untuk mu.

sering kurasakan bagaimana sepimu,
dan selalu ku sematkan dirimu di doaku,
keteguhanmu dan kemandirianmu,
menumbuhkan decak kagum di mataku.

adekku,
kau orang yang paling lemah yang pernah ku kenal,
dan aku selalu bersedia menjadi penopangmu,
bahuku selalu siap untuk menjadi senderanmu,
diriku kan selalu sedia untuk mendekap dirimu.

namun adekku,
kau juga orang yang paling kuat yang pernah ku kenal,
kau korbankan apapun yang kau miliki,
untuk bahagiakan orang-orang yang kau cintai,
kau membuat ku selalu rindu kepadamu.

Dek,
ingatlah...
dirimu, sepenuhnya milikmu,
bukan milik ku ataupun milik temanmu,
tapi pasti milik Allah, sang pencipta alam semesta.

pikiranmu yang kan mengontrolmu,
berpikirlah positif,
maka kau akan menjadi orang hebat,
dan takkan butuh topangan dariku lagi,
walaupun aku pasti akan selalu menopangmu.

adekku,
kecewamu, membuatku kecewa,
tangismu, membuatku berduka,
tawamu, membuatku bahagia,
semangatmu, membuatku berjaya.

maka bahagialah...
buktikan pada dunia kalau kau bisa...
maka,
akupun akan menjadi orang paling bahagia di dunia.