Motor saat ini merupakan alat transportasi yang kepopulerannya sudah tidak bisa diragukan lagi di Indonesia. Motor merupakan alat transportasi yang paling efisien untuk melawan kemacetan. Biasanya masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan motor konvensional berbahan bakar minyak. Saya sendiri sehari-hari juga menggunakan motor untuk berangkat ke kantor.

Dengan pesatnya teknologi di dunia ini, para penggiat otomotif di dunia menciptakan teknologi terbaru untuk industri otomotif yaitu dengan mengembangkan motor berbahan bakar listrik dengan menggunakan baterai yang bisa diisi ulang. Hal yang mengingatkan saya dengan sepeda listrik yang sudah dimiliki di rumah ibu saya.

Baca juga : Pengalaman Menggunakan Sepeda Listrik SELIS

Nah, tidak mau ketinggalan dengan negara-negara maju lainnya, anak bangsa juga ikut serta berkontribusi dalam kemajuan industri otomotif dengan membuat produk motor listrik. Motor 0 emulsi ini digadang-gadang akan menjadi motor masa depan di tahun 2025.
Berikut ini adalah 5 daftar sepeda motor listrik terpopuler di Indonesia:

VIAR Q1

sumber gambar : www.otomaniac.com
Viar Q1 merupakan salah satu produk sepeda motor listrik pabrikan PT. Triangle Motorindo yang bekerjasama dengan perusahaan Bosch. Produk terkenal ini ternyata adalah produk lokal asli buatan anak bangsa. Desain tampilan motor ini seperti tampilan skuter matik pada umumnya. 

Tenaga maksimum yang dihasilkan oleh dinamo motor ini sebesar 1200 watts dengan bekalan baterai dari jenis VRLA (Valve Regulated Lead Acid). Dengan berbekal daya tersebut, motor ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 60 km per jam dan mampu dipakai berkendara dengan jarak tempuh 70 km dengan satu kali pengisian baterai. Motor karya anak bangsa ini menarik perhatian para pecinta otomotif di tanah air karena motor ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau sebesar Rp. 16.200.000.

Gesit 

Sumber : www.otosia.com
Gesit adalah motor berbahan bakar listrik buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November. Nama Gesit sendiri merupakan singkatan dari “Garasindo Electric Scooter ITS”. Motor ini baru di produksi tahun 2018 dan sudah melewati serangkain proses uji coba dan pengembangan sejak tahun 2015.

Gesit dibekali baterai jenis Lithium Ion yang memiliki daya kapasitas hingga 5.000 WH dengan waktu pengisian antara 3 sampai dengan 4 jam. Tampilan desain pada Gesit jika dilihat sekilas akan mirip dengan Honda Vario, pembuatan desain Gesit mempunyai visi mengedepankan stabilitas dan aerodinamis. Motor ini dibekali dengan lampu Day Running Light (DRL) pada lampu depan dan belakang. Dengan dibekali baterai Li-Ion yang berkapasitas 5.000 WH dengan tegangan kerja pada 96 Volt mampu mencapai batas kecepatan hingga 110 km per jam. Soal harga, motor ini akan dibanderol sekitar 20 jutaan.


KTM Freeride E-XC

Sumber : http://www.thedrive.com
Jika melihat motor ini sepintas akan mirip dengan KTM Freeride 250. Mendengar nama Freeride tentunya bagi pecinta otomotif langsung berfikir bahwa motor ini adalah motor konvensional berbahan bakar minyak. Perbedaan antara E-XC dan Freeride 250 selain dari mesinnya adalah dibagian knalpot, karena motor trial listrik ini tidak memiliki knalpot sehingga terlihat lebih ringkas.

Motor ini memiliki tenaga 21,5 dk dengan torsi 42 Nm motor trail listrik ini sudah terasa powernya pada 0 rpm. Motor trail ini menggunakan baterai dengan spesifikasi lithium-ion 260 Volt, dengan pengisian ulang yang cukup singkat yaitu hanya 80 menit. Meskipun berjenis motor tial listrik, ternyata Freeride E-XC telah dibekali tiga mode berkendara yang bisa diatur sesuai kebutuhan, diantaranya taitu pilihan mode Eco, Standard, dan Advanced. Motor pabrikan Austria ini dibanderol dengan Rp.110 jutaan saja.

VMoto

Sumber : https://vmoto-uk.com
VMoto adalah motor listrik pabrikan Australia yang didistribusikan di Indonesia oleh pihak Garasindo. VMoto dirilis dengan kapasitas produksi 2 juta unit pertahun (sekitar 300ribu untuk skuter elektrik) dan telah mendalami bisnis sejak 20 tahun silam. Tersebar di lebi dari 28 distributor di 27 negara, VMoto menunjuk PT Garasindo Technologies untuk mendistribusikan 15 jenis motor elektrik di Indonesia. Setiap produk VMoto memiliki nilai guna yang berbeda. Re-charge cycles yang cukup baik, membuat motor ini mampu melaju hingga 90 km per jam. Motor ini dibanderol dengan harga sekitar 18 jutaan sampai dengan 30 jutaan.

Honda EV Neo

Sumber : www.gridoto.com
Skuter elektrik pabrikan AHM ini digadang-gadang merupakan pesaing skuter listrik karya anak bangsa yaitu Gesit. Motor ini sudah dirilis sejak tahun 2010 di Jepang, dan masuk di Indonesia sekitar tahun 2016. Skuter listrik milik Honda ini memiliki daya maksimal 3,8 PS @ 5.000 rpm dan torsi maksimalnya 2,8 kw @ 2000 rpm.

Kecepatan rata-rata EV Neo hanya 30 kpj, setara dengan mesin bahan bakar minyak berkapasitas silinder 50cc. Dan saat ini Honda akan mempersiapkan model terbarunya pada akhir tahun 2018 dan diproduksi secara global. Desain terbaru dari EV-Club tidak berdesain skuter lagi, akan diubah desainnya menjadi desain motor bebek ala Honda tahun 1970-an. Dan harganya dibanderol sekitar 60-70 jutaan.

Zero SR

Sumber : http://www.zeromotorcycles.com
Zero SR merupakan salah satu  motor berbahan bakar listrik yang memiliki tenaga gahar. Memiliki desain hampir mirip dengan motor konvesional Yamaha Vixion, Zero SR ini sanggup melaju dengan kecepatan maksimal 164 km per jam, dengan tenaga yang mampu mencapai angka 70 Hp serta torsi maksimal hingga 157 Nm. Dengan kemampuannya tersebut Zero SR masuk dalam daftar motor dengan bahan bakar listrik tercepat. Motor ini dibanderol dengan harga Rp. 309 juta sampai Rp. 359 juta, terbilang mahal karena harganya setara dengan sebuah mobil.

Itulah dia 5 motor listrik terpopuler di Indonesia. Gimana nih? Teman-teman ada yang berminat untuk mencoba?