Ya begitulah namanya. Tempat makan yang berada di dalam gang sekitaran jalan Braga ini cukup menarik hati. Pasalnya, tempat ini selalu ramai dikunjungi dan ga pernah sepi! Padahal kalau dilihat, tempat ini sangat sempit sekali. Bahkan tempat duduknyapun hanya terdiri dari 2 buah meja panjang dan 6 kursi saling hadap. Jika ingin makan di tempat, harus sabar menanti pelanggan yang lain selesai makan. Karena memang tempatnya yang kurang nyaman, ditambah ada kulkas besar ditengah-tengah, sangat tidak nyaman bagi yang tidak terbiasa. Tapi, walaupun sempit, tempat ini bersih sekali, tidak seperti saung makan pinggir jalan lainnya. Desain interiornya juga dapat dibilang cukup mewah, dengan kayu yang hampir menutupi seluruh dinding membuat makan di sini terasa menyenangkan.

Tempat dimana makanan berjajar siap untuk dimasak


Sebagian dari menunya. Baru ditinggal bentar udah ludeesss


Makanannya semua masih mentah. Kita bisa memilih mau makan apa dan ambil sendiri, nanti “chef”-nya yang akan menggorengnya. Makanan di sini tidak jauh-jauh dari makanan yang digoreng (karena lebih simple kali ya), menu makanannya hampir sama seperti menu di rumah makan sunda, hanya saja yang bikin semakin istimewa, tempat ini menyediakan ASIN! Apa itu asin? Asin merupakan makanan yang berasa asin (masa sih??), makanan ini dapat berupa ikan asin atau cumi asin. Enaaak! Pake nasi anget, cumi asin sama sambel! Mantap! (Itu menu tadi malam). Sambalnya enak, pedas gitu. Gatau sambal apa, yang pasti sukses bikin perut melirit, tapi ga bikin kapok! Disini tertulis Saung Baraya Nasi Timbel, tapi percayalah, kalian tidak akan mendapatkan nasi timbel dibungkus daun, hanya nasi biasa yang dibentuk bulat mangkon seperti biasanya. Mungkin ini nasi timbel modern kali yaa.. Hehe. Harga makanannya murah sekali. Untuk satu potong ikan gurame dihargai Rp.12.000, cumi asin cuma Rp.2.000/pcs-nya dan terong balado Rp.2.000. Pokoknya kalau makan di sini berdua paling banter ngabisin 35rb, entahlah apa yang terjadi, tapi tempat mungil ini menjadi tempat makan favorit buatku dan G! Karena selain murah, enak, bersih, mereka juga menyediakan makanan anti mainstream. Bahagianya.

“Chef” yang sedang mendengarkan kita menyebutkan makanan agar dihitung harganya


Untuk jam bukanya, ditulis dispanduknya sih buka sore, cuma tepatnya kita belum pernah coba. Tempat makan ini diperuntukkan bagi karyawan-karyawati yang bekerja disekitaran Braga. Mungkin oleh karena itu harganya murah. Tempatnya berada didalam gang, tapi tidak terlalu dalam. Hanya sekita beberapa meter dari jalan utama Braga. Ingin balik lagi? Absolutely yess! Ga ada alasan untuk ga kembali! Selamat mencoba!! 😄 #foodporn