Puding Regal Lapis Cokelat utuh

Buat yang sering buka Cookpad, foto-foto puding Regal mungkin berseliweran di feed Anda. Kalau dari pengamatan saya, puding dengan tampilan cantik ini jadi populer gara-gara Tintin Rayner (cek Instagram @tintinrayner), meski bukan dia yang mengolah biskuit Regal menjadi puding pertama kali.

Dulu mama saya pernah bikin puding Regal and to be honest it wasn't my favorite. Menurut saya, aneh saja tiba-tiba ada sedikit tekstur kue di dalam puding. Tapi, melihat biskuit Regal dan susu kental manis cokelat nganggur di rumah, saya jadi terpikir bikin puding Regal lapis cokelat.

Biskuit Regal sudah dibuka kemasannya tapi masih banyak isinya karena anak saya sudah bosan, sedangkan susu kental manis cokelat dari bingkisan Lebaran. Ukurannya besar pula, sedangkan saya jarang pakai susu kental manis cokelat. Sayang, kan, kalau keduanya tidak dimanfaatkan?

Dibanding baking dan cooking, saya lebih dulu suka bikin puding. Jadi, saya lumayan bisa berkreasi dengan puding walaupun kreasinya masih sederhana hehehe... Nah, untuk resep puding regal lapis cokelat ini, saya cuma skimming resep-resep di Cookpad untuk tahu tips suksesnya. Sisanya saya reka sendiri bahan dan cara membuatnya.

Here it is, the recipe:



Bahan Puding Regal Lapis Cokelat:


Puding Regal:


  • 1 bungkus agar-agar bubuk plain
  • 1 bungkus biskuit Regal
  • 800 ml air
  • Gula pasir sesuai selera (saya sekitar 11 sdm kali, ya, enggak ditakar soalnya hahaha)
  • Garam sedikit (sekitar 1/4 sdt)
  • Perasa vanili (opsional, saya enggak pakai karena enggak ada)

Puding Cokelat:


  • 1 bungkus agar-agar bubuk rasa cokelat
  • 250 ml susu kental manis cokelat
  • 550 ml air
  • Garam sedikit (sekitar 1/4 sdt)

Alat Puding Regal Lapis Cokelat:


  • Panci
  • Sendok sayur
  • Cetakan agar-agar 
  • Piring
  • Pisau

Cara Membuat Puding Regal Lapis Cokelat:


Puding Regal:


  1. Basahi bagian dalam cetakan agar-agar supaya puding mudah dikeluarkan dari cetakan nanti.
  2. Tata biskuit Regal di dasar cetakan dengan pola tumpang tindih dan melingkar. Sisihkan.
  3. Tuangkan agar-agar bubuk plain, gula, dan garam ke dalam panci. Tuangi air sambil aduk agar agar-agar tidak menggumpal.
  4. Panaskan panci dengan api sedang dan aduk sesekali. Koreksi rasa. Matikan api jika adonan agar-agar sudah mendidih. Diamkan sampai uap panasnya hilang.
  5. Tuang adonan agar-agar ke cetakan berisi Regal pelan-pelan dengan sendok sayur sampai adonan habis. Sisihkan.

Puding Cokelat:


  1. Tuangkan agar-agar bubuk cokelat dan garam ke dalam panci. Tuangi air sambil aduk agar agar-agar tidak menggumpal. Tambahkan susu kental manis dan aduk rata.
  2. Panaskan panci dengan api sedang dan aduk sesekali. Koreksi rasa. Matikan api jika adonan agar-agar sudah mendidih. Diamkan sampai uap panasnya hilang.
  3. Tekan perlahan permukaan puding Regal tadi. Jika sudah cukup set, tuangi adonan agar-agar cokelat ke atasnya pelan-pelan dengan sendok sayur sampai adonan habis.
  4. Simpan puding di cokelat sampai puding mengeras.
  5. Keluarkan puding dari kulkas dan keluarkan dari cetakan. Potong-potong. Puding Regal lapis cokelat siap disajikan.
Penampang Puding Regal Lapis Cokelat setelah diiris


Tips:

  • Karena enggak ada cetakan agar-agar, saya pakai mangkuk enamel ukuran sedang dengan dasar rata. Tapi pola Regalnya malah lebih kelihatan dibanding pakai cetakan agar-agar standar yang berlubang di tengah dan permukaannya menonjol-nonjol itu, ya? Menurut saya, kalau mau pakai cetakan yang berlubang di tengah, pakai cetakan tulban yang permukaannya rata saja agar pola Regalnya lebih terlihat.
  • Menuangkan adonan agar-agar ke Regal harus pelan-pelan agar biskuitnya tidak rusak. Most likely Regal bakal mengambang saat adonan dituang (berarti Regal akan terlihat 'tenggelam' saat puding dikeluarkan dari cetakan karena dibalik). Tapi enggak apa-apa. Toh, tetap terlihat karena agar-agarnya bening.
  • Konon mendiamkan adonan agar-agar sampai uap panasnya hilang dapat membuat agar-agar yang dihasilkan lebih bening.
  • Melapisi agar-agar memang susah-susah gampang, sih. Saya sering gagal. Agar-agar bawahnya belum terlalu set tapi saya sudah tuangi lapisan agar-agar berikutnya. Agar-agar di atasnya jadi tembus ke bawah dan bercampur, jadi jelek dan enggak terlihat lapisannya. Atau, karena agar-agar bawahnya saya masukkan ke kulkas biar cepat set, eh, jadinya terlalu keras. Aman, sih, saat dituangi adonan agar berikutnya, tapi saat jadi, lapisannya gampang copot karena tidak menempel dengan baik. Yang kemarin ini lumayan sukses. Sepertinya karena saya mendiamkan adonan agar-agar Regal sampai hilang uapnya baru dituangkan ke cetakan, lalu saya tinggal karena membuat adonan agar-agar cokelat. Setelah jadi, adonan cokelat juga saya hilangkan dulu uapnya baru saya tuang perlahan ke atas agar-agar Regal.
  • Agar-agar cokelat enggak perlu pakai gula tambahan karena sudah manis dari susu kental manis.
  • Agar-agar Regal pakai agar-agar bubuk -- bukan jeli bubuk -- supaya rapi saat dipotong. Kalau jeli, kan, kenyal, jadi prediksi saya potongannya jadi tidak rapi. Intinya, kalau mau bikin puding potong, saya prefer agar-agar. Jeli lebih cocok untuk puding cup.
  • Garam perlu sedikit untuk membuat rasa manisnya lebih enak
  • Sebungkus biskuit Regal itu tidak harus semuanya habis. Sesuai besar loyang saja.

Setelah jadi, eh, ternyata enak juga puding Regal. Di tengah tekstur agar-agar yang agak garing kenyal, ada tekstur lembut biskuit yang jadi lembek karena terkena cairan. Suami juga bilang enak. *tipikal ibu rumah tangga yang benchmark kesuksesan karya dapurnya adalah dari approval suami dan anak* :D

Let's try and give your feedback below, fellas!