Orang OCD pasti gemes liat chocochips di piring ada yang mencong. Saya baru sadar setelah foto. :))

Jangan bosen ya... Ini ceritanya lagi-lagi menghabiskan stok nangka di kulkas yang sudah mulai kematengan. Setelah dibuat jadi nangka goreng, es krim nangka, dan puding roti nangka, saya kepikiran bikin cake nangka setelah beli oven baru. Setelah coba resep dari internet, hmm hasilnya padat dan beremah, sedangkan saya lebih suka yang lembut dan lembap. Berarti saya harus cari resep lain yang lebih cocok dengan selera saya.

Kebetulan di rumah ada chocochips banyak, sisa adik saya bikin cookies. Terus saya muter otak, gimana caranya cake + chocochips + nangka digabungin tapi hasilnya moist.

Aha... Bikin brownies kukus aja! Ceritanya brownies-nya dilapis, atasnya dicampur chocochips, bawahnya pake potongan nangka. And here's the twist, brownies-nya dibikin pakai white chocolate, bukan dark cooking chocolate kayak biasa. Jadi blonde brownies gitu. Halah, pemula aja sok-sok modif resep.

Setelah cek-cek resep di Cookpad, ketemu resep Bro Kupisdancok (Brownies Kukus Lapis Pandan) buatan Dwi Novalia Regina yang dari fotonya kelihatan bagus dan orang-orang yang recook bilangnya enak. Eh bener, lho, cake yang saya bikin ini moist-nya sesuai ekspektasi. Bikin kue jam 12 malem (karena tumbenan lagi bergelora dan si bocah udah tidur) paid off! *terharu*


Resep berikut sudah saya modifikasi biar jadi Blonde Brownies Lapis Nangka. Karena kue ini terdiri dari dua lapis (brownies chocochips dan bolu nangka), bahan utamanya sama, hanya campurannya yang berbeda. Meski demikian, saya tetap bikin masing-masing cake sendiri-sendiri. 

Yup, jadi, selesai bikin adonan bolu nangka, sambil menunggu bolu nangka dikukus, saya bikin adonan brownies chocochips from scratch. Lumayan untuk menghabiskan waktu, enggak terasa yang nangka sudah matang. Anda mungkin bisa mencoba mencampurkan bahan kedua cake sekaligus biar sekali kerja, baru nanti adonan dibagi dua dan ditambah campuran masing-masing.

Trivia: Kenapa yang chocochips saya namai brownies sedangkan yang nangka disebut bolu? Karena yang nangka enggak pakai cokelat. *prinsip akurasi halah*

Bahan:


Bahan Utama Brownies (kalikan dua jumlahnya jika ingin bikin sekaligus):

  • 3 butir telur ayam (x 2)
  • 150 gram gula pasir (x 2)
  • 15 gram emulsifier (saya pakai SP) (x 2)
  • 100 gram tepung terigu (x 2)
  • 25 gram susu bubuk (x 2)
  • Margarin untuk olesan loyang

Campuran Bolu Nangka:

  • 40 gram margarin, lelehkan, tunggu agak dingin
  • 50 gram minyak sayur
  • 60 gram daging buah nangka
  • Daging buah nangka secukupnya untuk campuran. Potong dadu, beri sedikit terigu, dan aduk rata

Campuran Brownies Chocochips:

  • 40 gram margarin
  • 50 gram minyak sayur
  • 60 gram white cooking chocolate, potong-potong
  • Chocochips secukupnya untuk campuran, beri sedikit terigu dan aduk rata

    Alat:


    • Panci besar dan panci kecil untuk tim cokelat
    • Blender
    • Mikser
    • Spatula
    • Loyang (saya pakai loyang bongkar pasang bundar diameter 22 cm)
    • Kertas roti
    • Kukusan besar
    • Pisau

      Cara Membuat:


      Bahan Cair Bolu Nangka:

      1. Haluskan daging buah nangka, margarin leleh, dan minyak sayur dengan blender.
      2. Sisihkan.

      Bahan Cair Brownies Chocochips:

      1. Cairkan cokelat dan margarin dalam satu wadah dengan cara ditim (double boiler/au bain marie).
      2. Campurkan minyak sayur ke campuran cokelat. Aduk rata.
      3. Sisihkan.

      Brownies:

        1. Panaskan kukusan. Biarkan sembari membuat adonan.
        2. Ayak tepung terigu dan susu bubuk. Sisihkan.
        3. Kocok telur, emulsifier, dan gula pasir dengan kecepatan tinggi hingga kaku. Matikan mikser.
        4. Masukkan campuran tepung dan bahan cair bolu nangka secara bergantian ke dalam adonan telur. Aduk hingga tercampur rata.
        5. Masukkan nangka potong dadu sebagai campuran. Aduk rata.
        6. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dilapisi kertas roti dan diolesi margarin. Ratakan permukaannya.
        7. Kukus sekitar 15 menit.
        8. Sambil menunggu bolu nangka jadi setengah matang, ulangi tahap di atas untuk membuat brownies chocochips. Jangan lupa ganti bahan cair dan campurannya dengan yang chocochips.
        9. Setelah 15 menit, buka tutup kukusan. Tuangkan adonan brownies chocochips ke atas bolu nangka sementara api masih menyala. Ratakan permukaannya. Tutup kembali kukusan.
        10. Kukus selama 30 menit hingga matang. Jika sudah, tes kematangannya dengan menusuk kue dengan tusuk gigi. Jika adonan sudah tidak menempel pada tusuk gigi, tandanya kue sudah matang. Matikan api dan angkat kue.
        11. Biarkan kue dingin lalu keluarkan kue dari cetakan dan buang kertas rotinya. Potong-potong. Sajikan.

        Ini pakai nangkanya sedikit saja tapi hasilnya harum. Bolu nangkanya terasa lebih moist daripada brownies chocochips-nya, mungkin karena tidak pakai cokelat masak jadi lebih tidak padat. Chocochips-nya meleleh, lho... Alhamdulillah hasilnya enak sampai teman-teman kantor suruh buka PO. :))

        Tips:

        • Salah satu langkah membuat kue yang tidak selalu tertulis: selalu ayak bahan-bahan kering (misal terigu dan susu bubuk) sebelum mencampurkannya dengan bahan lain. Sepertinya tujuannya agar butiran bahan kering lebih kecil dan tidak ada yang menggumpal, sehingga dapat tercampur lebih rata
        • Gunakan telur yang bersuhu ruang. Kalau telurnya dari kulkas, keluarkan dulu dan diamkan sampai suhunya normal. Kalau yang ini kurang tahu alasannya, sih.
        • Takaran gula dalam resep ini sudah saya kurangi dari resep aslinya, tapi hasilnya masih manis. Mungkin karena campuran chocochips dan nangkanya yang sudah manis. Kalau mau kurangi lagi takaran gulanya, boleh, kok.
        • Sebaiknya ikatkan serbet ke tutup kukusan. Tujuannya agar uap air yang menguap ke tutup kukusan tertahan serbet dan tidak menetes ke permukaan cake.
        • Kalau ingin membuat cake dengan bahan campuran (misalnya chocochips dan nangka potong dadu), lapisi bahan campuran dengan terigu dulu agar campuran mengambang dan menyebar di adonan cake, tidak tenggelam
        • Kalau kue tidak langsung habis, masukkan ke lemari es. Kukus kembali jika ingin dinikmati agar lembut.
        • Warna kedua lapis kue ini sama karena tidak pakai pewarna. Kalau mau pakai pewarna untuk membedakan lapisannya, boleh-boleh saja.

        Meski persiapannya agak ribet, kue yang dikukus seperti ini insya Allah tingkat kegagalannya lebih rendah daripada kue yang dipanggang. Because there's no such thing as oversteaming, right? Selamat mencoba!

        Kok temanya jadi kayak kemerdekaan gini ya hahaha... Btw ini kuenya diletakkan menyamping jadi 'lapisan nangka'nya ada di sebelah kiri.