Perlengkapan menyusui. Foto: Shutterstock

That test pack shows you 2 stripes? Congratulation!

Sebagai calon ibu baru, kita seringkali clueless harus ngapain. Terutama anak pertama yang enggak punya kakak untuk ditanya-tanyain. Tanya ibu? Bisa, sih. Tapi terkadang ibu kitapun lupa soal hamil dan menyusui karena udah lewat lama banget. Ini yang saya alami.

Alhamdulillah, kita hidup di zaman internet. Semua informasi bisa dicari lewat Google. However, kebanyakan informasi juga bisa bikin pusing. Kalau cari daftar perlengkapan ibu hamil dan menyusui di internet, the list is pretty long. Haruskah dibeli semua? Enggak juga. Terkadang ada beberapa barang yang sebenarnya enggak terlalu penting dan bisa disubstitusi dengan barang yang sudah ada.

Nah, berdasarkan pengalaman saya, beberapa barang ini perlu dibeli karena memang akan terpakai:

Perlengkapan Ibu Hamil:

  • Untuk perawatan kulit ibu hamil, Anda rasanya perlu membeli krim antistretchmark. Beberapa teman sudah menyarankan rajin merawat kulit perut sejak awal kehamilan untuk mencegah timbulnya garis-garis yang enggak cantik ini. Soalnya, kalau udah terlanjur stretchmark, enggak bisa dihilangkan seumur hidup :O Paling cuma dipudarkan atau mungkin harus pakai treatment laser. Ribet, deh, pokoknya. Nah, daripada menyesal untuk seterusnya, lebih baik rajin-rajin oleskan krim antistretchmark di perut setelah mandi karena kulit yang lembap lebih menyerap nutrisi. Bisa juga pakai minyak zaitun (bukan, bukan yang buat masak, tapi yang buat pijat biar wangi dan enggak terlalu lengket) atau lotion. Saya dulu pilih lotion yang mengandung vitamin E dan kolagen.
  • Berhubung ibu hamil merasa gerah terus dan gampang berkeringat, tahu kan apa produk perawatan tubuh yang wajib punya? Yes, deodoran! Kalau perlu, beli deodoran yang double power biar enggak bau ketiak. Siap sedia parfum juga di tas, just in case butuh ketemu orang, biar tetap PD. Sebenarnya ada perdebatan soal pemakaian produk perawatan tubuh kimiawi – misalnya wewangian – saat hamil, tapi saya percaya kalau itu aman-aman saja. Soalnya, kan, itu untuk pemakaian luar, bukan dikonsumsi.

Enggak banyak keperluan khusus hamil yang saya beli. Baju? Saya punya banyak lungsuran dari Mama dan modelnya memang gombrong-gombrong, jadi masih muat dipakai walau sudah hamil besar. Susu ibu hamil? Pernah beli tapi jarang-jarang minumnya, soalnya dari dokter sudah dikasih suplemen asam folat dsb.

Nah, perlengkapan menyusui yang justru banyak saya beli. Apa saja?

Perlengkapan Menyusui:

  • Breastpump. Wajib beli sebelum melahirkan karena penting banget untuk memerah ASI saat payudara mulai bengkak, apalagi untuk ibu bekerja yang harus mulai mencicil stok ASI sejak sekarang. Awalnya saya beli breastpump manual karena lebih murah dan khawatir breastpump elektrik menyakitkan saat dipakai newbie. Tapi, beberapa hari setelah cuti melahirkan habis dan saya kembali bekerja, saya putuskan ‘berinvestasi’ dengan membeli breastpump elektrik. Memang agak mahal, tapi kalau niatnya untuk kasih ASI sampai dua tahun, it’s worth it. Terutama untuk ibu bekerja seperti saya yang pakai sistem kasih ASIP fresh kejar tayang (di kantor pumping tiga kali sehari plus di rumah dua kali). Kalau pakai breastpump manual, capek cuci dan sterilinnya karena banyak part-nya. Harus ditekan-tekan pakai tangan juga, jadi susah kalau disambi kerja. Lagi pula, breastpump tersebut bisa untuk adiknya juga, kan, nanti? That’s why saya bilang breastpump elektrik itu investasi.
  • Nursing cover alias apron/celemek menyusui, so you can nurse or pump wherever and whenever.
  • Breastpad. Menurut saya ini juga wajib, soalnya kadang-kadang ASI keluar sendiri (let down reflex/LDR). Nah, kalau ASI sudah rembes sampai baju, selain jadi keliatan basah (lingkaran gitu), lama-lama juga jadi bau enggak enak seperti bau muntah. Annoying banget. Nah, awal-awalnya saya pakai disposable breastpad. Tapi berhubung sehari pakai empat pieces (setiap mandi ganti sepasang), satu kotak disposable breastpad isi 56 (paling banyak) rasanya cepat sekali habis. Tempat sampah juga jadi gampang penuh. Karena boros dan kurang ramah lingkungan, jadi saya sekarang pakai washable breastpad. Punya enam pasang so far cukup untuk sehari-hari.
  • Botol dan plastik ASI. Saya biasanya simpan ASI di freezer pakai botol karena lebih ajeg, sedangkan ASI fresh saya simpan menggunakan plastik ASI. Soalnya anak saya sekali minum susu menghabiskan 120 ml, sedangkan botol ASI kebanyakan kapasitasnya hanya 100 ml. Kapasitas plastik ASI yang lebih besar membuat saya lebih fleksibel menuangkan ASIP fresh yang tinggal ditakar ke botol susu kalau akan dihangatkan dan diminum. Untuk saya bawa kerja juga lebih praktis pakai plastik ASI.
  • Cooler bag dan cooler gel. Ini penting untuk ibu bekerja karena bisa menjaga ASIP tetap dingin sampai pulang. Simpan di kulkas kantor? Ya bisa saja, tapi saya takut ketinggalan (which is gawat, karena jarak rumah-kantor jauh dan saya pakai sistem kejar tayang). Cooler bag dan cooler gel juga penting untuk menyimpan botol dan corong breastpump biar enggak repot cuci-keringin-sterilin setiap selesai dipakai.
  • Baju kancing depan, akan memudahkan kalau menyusui langsung. Sebenarnya enggak harus kancing depan, bisa juga baju yang punya bukaan kanan kiri (baju menyusui), baju longgar (angkat baju dari bawah lalu pakai apron), atau baju yang bagian kerahnya bisa ditarik lebar ke bawah. Sejak menyusui saya bisa dibilang enggak pernah pakai dress tanpa kancing depan dan baju kecil tapi enggak elastis karena bakal susah dipakai untuk menyusui atau pumping.
  • Bantal menyusui. Saya beli ini karena rekomendasi seorang teman. Awalnya bingung cara pakainya, jadi masih bungkuk saat menyusui. Tapi kalau sudah pakai dengan benar (cekungan U-nya dirapatkan ke perut kita), menyusui jadi lebih nyaman karena kita bisa duduk tegak atau bersandar di sofa tanpa perlu membungkuk. Lagi pula, bantal ini enggak cuma enak dipakai untuk menyusui, tapi juga untuk bocah atau orang dewasa tiduran.

Kira-kira itu perlengkapan ibu hamil dan menyusui yang menurut saya perlu dibeli. Mudah-mudahan membantu buat para ibu hamil anak pertama yang masih clueless ya… Happy shopping! :)

Note: Tulisan ini hasil kerjasama dengan Orami Indonesia