Assalamu'alaikum....

Agustus ini rumah kedua saya, yang sedang kalian baca ini, genap berumur satu tahun. Ibarat anak bayi, dia masih tertatih-tatih berjalan. Pun sama dengan blog ini, jalannya masih terseok-seok, belum menemukan jadwal rutin untuk rilis konten, belum bisa menyajikan tulisan yang isinya "daging" semua karena seringkali terselip "reremahan kerupuk", dan juga.... masih miskin official achievement.

Tapi tak apa, saya sadar dengan kemampuan diri dan sebagai mamak-mamak yang rutinitasnya seabrek (diabrek-abrekin, haha) saya sudah menerima nasib kalo kesempatan menulis jadi terbatas sekali karena yang namanya hidup selalu ada yang harus menjadi prioritas, dan untuk blogging sepertinya harus saya tempatkan di tempat semestinya.

Setahun ber-blogging ria menoreh kesan mendalam. Bagi saya urusan blogging bukan semata mengisi waktu luang atau menyalurkan hobi apalagi menghasilkan pundi-pundi. Iya, itu semua tidak ada yang salah, semua benar sesuai sudut pandang masing-masing. Dan menurut sudut pandang mantan mom with PPD ini, blog adalah saksi dimana saya akhirnya belajar untuk bangkit dari keterpurukan.

Sudah menikah dan dikaruniai anak dianggap terpuruk? Heii, tolong jangan judging apapun kalau tidak ingin merasakan hal yang sama. Karena kata orang Banjar "merasa maka tahu". Ada bagian-bagian yang akan sulit dipahami orang yang berada di luar lingkaran ini. Ok, saya tidak ingin berpanjang lebar bercerita ini (lagi) πŸ™.

Kembali ke topik semula ya.

Jadi, asal muasal blog ini memang dari depresi paska lahiran (PPD) yang menjangkit sekitar akhir 2016. Benar kata orang, salah satu cara menemukan passion terbaik kita salah satunya adalah dengan melewati hal terburuk dalam hidup kita. Maka, dengan naluri mempertahankan diri yang sudah diberi Alloh, kita akan belajar survive, akan meraba-raba hal terkuat apa yang akan membuat kita berdiri dan bangkit lagi.

Dan saya akhirnya sadar bahwa passion saya adalah menulis, saya harus menulis. Menulis di mana? Harus di blog, karena saya butuh pengakuan eksistensi diri saya paska depresi. Itulah self-healing saya, terapi jiwa saya. Serangkai-dua rangkai akhirnya menjadi tulisan, mendapat apresiasi dari teman dekat, kepercayaan diri mulai bangkit perlahan, sampai akhirnya berani untuk eksplor lagi lebih dalam dan menemukan gaya tulisan sendiri.

πŸ’–Yes, this is me, Fika-su and the Journey Goes on

Bagi saya, blog ini adalah saksi di mana saya belajar banyak hal. Saya dulu perempuan yang kalau keluar rumah tak hanya lupa lipstik-an tapi juga lupa pupur-an, 2 tahun lalu tidak peduli dengan diri sendiri. Sekarang? Jangan ditanya, sampai suami senyum-senyum menggoda melihat "meja rias" tiap hari tambah penuh dengan printilan ini itu kaya mau bilang "Kamu duluu, tak beginiii" πŸ˜†. Tapi si dia hepi aja tuh, karena printilan itu sanggup membuat istrinya lebih enak dipandang sekarang. Printilan yang juga tidak menyita APBN karena istrinya masuk tim #lowbudget πŸ˜‚.

Jadi bisa dibilang blog ini menjadi saksi bagaimana saya yang dulunya kusam kering kerontang tak terawat sekarang pelan-pelan belajar tentang skincare ini itu dan sering pula penasaran untuk ber-DIY. Dan akhirnya bisa lebih paham lagi merawat kulit yang dianugerahi Sang Pencipta.

πŸ’– Yess, this is about Fika-su and the beauty journey goes on πŸ’–

Dari zaman sekolah saya sangat tertarik dengan dunia kesehatan.

Bukan, bukan berarti saya orang yang sehat sekali jiwa raga. Justru saya sedang mencari ilmu menuju kesana. Paska lahiran 2x saya merasa badan saya semakin ringkih padahal 30 tahun saja belum sampai. Saya bukan wanita karir, keseharian saya hanya berkutat di rumah. Tapi, badan saya rasanya jauh lebih tua dibanding umur saya.

Dengan kondisi seperti itu, saya semakin ingin belajar terutama tentang pola makan dan gaya hidup sehat. Yaaah, walaupun saya sadar background saya bukan dari kesehatan tapi dengan ilmu sana sini yang saya endapkan kemudian digali lagi dan ditelusuri lagi dengan effort yang lumayan ditambah ada banyak teman sharing sana sini menjadikan saya seorang health-enthusiast. Dan sekarang saya merasakan ada perubahan ke arah yang lebih baik dari segi kesehatan, radang sendi di kedua lutut tidak lagi kumat, pun tidak ada lagi drama patah pinggang, bangun sebelum subuh juga sekarang jadi lebih mudah. Tapi, masalah kesehatan lainnya masih ada dan belum selesai πŸ˜….

Dunia kesehatan itu luasss sekali. Sebaris saja saya dapat ilmu baru, sanggup membuat saya ber"ooooo" panjang berhari-hari lamanya. Dan saya menikmati sekali hal ini.

Ini misalnya,

Ternyata nutrisi buah dan sayur dari tahun ke tahun itu mengalami penurunan signifikan. Analoginya, 1 buah apel 10 tahun lalu nutrisinya = 10 buah apel tahun ini. Whatt? Yeah, it's a fact not fake. Kemajuan teknologi pangan justru membuat kualitas buah dan sayur menurun. Jadi, ga heran kalo sekarang makan buah sayur banyak bukannya tambah fit tapi malah begah. Betul apa tidak?

Gimana saya ga ber"ooooo" panjang kalo nemuin yang beginian. Yang lain? Banyaaakk. Mau tau? Udah, cari aja label Health'Talk di menu ya.

πŸ’–Yes, this is about Fika-su and the Health Journey Goes onπŸ’–

Saya adalah ibu yang belum berhasil keluar dari angry child. Saat yang lain sudah berdamai dengan masa lalunya, saya belum. Itulah yang membuat saya seperti ibu yang gagal. Saya tidak seperti mereka yang percaya diri menuliskan konten parenting di blog, saya masih jauh dari sanggup apalagi percaya diri. Rasanya saya harus mendidik diri saya dulu baru saya bisa mendidik anak saya dengan baik.

Saya selalu bertemu dengan konsep parenting yang ditulis oleh orangtua yang sudah baik duluan, yang sudah sempurna pola asuhnya, so pasti mereka akan lebih mudah mengaplikasikannya dalam praktek parenting mereka untuk kemudian dibagikan ke publik. Tapi saya belum pernah bertemu dengan konsep parenting yang ditulis oleh seseorang yang dipenuhi dengan angry child dan belum berhasil berdamai dengannya.

Mungkin untuk saat ini saya belum berani, tapi setelah ini? Semoga saya bisa, saya sedang dan ingin terus belajar menjadi ibu yang sabar dan cerdas, mengajarkan anak-anak semua hal tentang agama dan kehidupan. Bisakah saya? Semoga titipan doa saya di depan ka'bah bisa berpilin naik ke 'Arsy dan didengarNya. Aamiin Ya Mujiibasailiin.

πŸ’–Yes, this is about Fika-su and the Parenting Journey Goes onπŸ’–

Beauty, Health, dan Parenting adalah topik utama yang akan mewarnai rumah saya setiap saat. Tapi, kadangkala muncul ide tulisan di luar itu, seperti "Kenapa kalo hujan kita sering lapar?" dan hal-hal saintis lainnya. Apakah saya tulis? Oh, why not? Biar bagaimanapun saya merasa harus mengamalkan ilmu yang saya pelajari di sekolah, jadi hal-hal yang berbau ilmiah dan jika kebetulan masih dalam jangkauan nalar saya akan saya tulis.

Saya juga suka novel dan saya punya penulis favorit. Kalo saya sudah terbaca novelnya dan menurut saya it's a so gorgeous one, saya bakal koar-koar di ig story, di status wa, dan kalo itu semua ga berhasil meredam buncah-buncah dalam dada, saya bakal meredamnya lewat tulisan, saya akan menulis resensi bukunya di blog. Lebay sekalee yaah πŸ˜‚. Maklum, anak melankolis biasanya begitu, eksplotif kalo sudah nge-klik.

Daaaann termasuk sesi tjurhat-tjurhat terselubung di dalam blog ini, jadi jangan terkejdoet Anda jika menemukannya, biasanya berkedok self-improvement atau motivaself atau sebangsanya. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

πŸ’–Yes, I wil share every-think about beauty, health, parenting, and beyondπŸ’–