Sebagai seorang perempuan yang memiliki kulit wajah sensitif, aku selalu mencoba mencari regimen perawatan senatural mungkin. Beberapa waktu lalu juga kulitku sempat rewel banget, jerawatan merah-merah dan banyak bekasnya yang rada gengges. Tapi mau nambah regimen kok serem takut makin parah. Ehhh kebetulan pacar tercinta memberikanku Madu Rimba Utami ini, niatnya sih buat dikonsumsi setiap hari. Tadinya juga mau aku jadiin tambahan rasa untuk rolled oatsku, ternyata aku gak suka rasanya. Aku tambah ke teh sebagai pemanis alami juga aku gak suka L Aku emang gak begitu suka rasa madu pada umumnya. Jadinya aku jadiin masker muka aja deh.



Secara packaging, hampir sama dengan madu lain yang ada di pasaran, dia mengunakan botol kaca transparan tebal dengan tutup yang cara bukanya dengan diputar. Jadi hati-hati ya jangan ditaruh sembarangan nanti kesenggol bisa pecah. Warnanya yang transparan memudahkan kita untuk mengetahui sisa produk dalam jar. Sebenarnya aku pribadi lebih suka kalau bentuknya ada tubenya gitu biar gak meleber kalau dituang. But it’s still okay. Isinya banyak banget, 300 gram, bisa untuk pemakaian berbulan-bulan. Harganya sangat terjangkau, kalau gak salah untuk isi sebanyak ini cukup dihargai sebesar Rp 70.000 – Rp 80.000.

Honestly speaking, rasa madu ini lebih enak dibanding madu apapun yang pernah aku coba di pasaran. Kalau lagi pengen makan manis, suka aku cemilin dikit :D Tapi sebagai masker, madu ini merupakan salah satu bahan alami terampuh yang pernah aku coba. Kalau bahan alami kan biasanya memang dikenal bagus, tetapi butuh waktu lama dan pemakaian konsisten baru bisa kelihatan hasilnya. Nah berbeda dengan memakai madu sebagai masker wajah, saat dibilas dan keesokan harinya juga udah keliatan perbedaannya.


Untuk fungsi dan kandungannya, bisa googling sendiri lah ya apa saja kandungan pada madu murni. Yang mau aku tekankan di sini adalah kegunaannya sebagai masker wajah untuk kulit berjerawat dan sensitif. Madu ini tidak mengandung pengawet, jadi itu alasannya mengapa belum dimasukkan ke supermarket atau swalayan. Tapi kalau mau pesan, bisa langsung cek di instagramnya.


Biasanya aku pakai ini 2-3 kali dalam seminggu. Kalau lagi malas ya sekali aja seminggu. Aku diemin di wajah selama 20 menit, terus aku bilas pakai Cetaphil lagi. Saat pemakaian aku sering merasa kalau wajahku agak gatal. Kalau misalnya gatal disertai muka yang berasa panas, memerah, atau jerawat meradang, sebaiknya distop ya, berarti gak cocok. Kalau aku hanya merasakan gatal saat pemakaian saja, sudah dibilas ya gak gatal lagi. Ini disebabkan kandungan hidroxy acid dan glycolic acid yang berperan sebagai exfoliate kimia mikro untuk mengurangi kulit mati. Madu juga mengandung hydrogen peroxide  yang dapat mengontrol perkembangan bakteri di kulit. Jadi madu merupakan bahan yang sangat ringan dan tidak mengiritasi kulit wajah.

Sekali lagi aku mau menekankan untuk mencoba sendiri suatu produk, karena apa yang aku pakai belum tentu cocok untuk orang lain. Kalau di aku pribadi, setelah memakai madu kulit wajahku biasa aja gak ada perubahan. Tapi keesokan harinya aku merasa kulitku lebih lembut dan kemerahan dari radang jerawat berkurang banget! Bahkan teman kerjaku bilang kulit mukaku lebih cerah. Bonus: bisa sekalian melembabkan bibir juga loh saat dipakai sebagai masker bibir. Penting nih buat ciwik-ciwik yang suka gonta-ganti lipstick setiap hari.


Sampai sekarang pun aku masih suka memakai Madu Rimba Utami ini. Karena kebetulan pacarku sendiri yang langsung mengambil madu murninya dari hutan Sulawesi, jadi aku percaya kalau madu ini memang 100% murni dan bebas pengawet maupun bahan tambahan lainnya. Madu Rimba Utami bahkan sudah mendapatkan Perizinan Industri Rumah Tangga dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung (basisnya memang ada di Bandar Lampung, dikirim langsung dari Sulawesi).

Rating: 8/10

Repurchase: Yes



Reach me on earlyregina10@gmail.com