Ia mengirim perasaannya, ketika aku bisa melihat hal itu di matanya. Lelaki yang manis, bahkan diamnya bisa mematahkan semua tulang.

Suara dan wajahnya cukup baik, tak ada sama sekali penyesalan sudah menggodaku selama ini. Biarin. Insya Allah, aku bisa menanganinya dengan senang.

Matanya bagus dan berkata, ”Dunia akan lebih membutuhkan diriku untuk gembira, seperti kamu membutuhkanku”.

Aku diam memastikan diriku masih ada, ketika matanya bicara lagi: “Yang datang dariku, lebih baik dari siapa pun. Dan kamu akan memiliki harinya sendiri bila ingin merusak semuanya dengan membuatku kecewa”

Dengan kekuatan yang tak kenal ampun, dia terus masuk, membuka pintu hati, dan mengubur semua hal, kecuali dirinya. Seperti sesuatu yang harus, maka lahirlah hari ini, yang baru. Apakah dia orangnya yang datang untukku?

Ia datang, bagaimana bisa aku melayaninya di sebuah tempat yang indah, jika kemudian hal-hal yang darinya itu adalah palsu? Jika semua hal darinya itu adalah sesuatu yang akan mengerikan ketika aku sedang sunyi?

Tapi aku menyambutnya, Selamat datang, terimakasih sudah mau menjadi pacarku. Untuk membuat aku segera hilang. Hilang bersamaan dengan kamu menjadi raja, yang akan merasa tak suka diabaikan, bahkan ketika aku sudah mati.