Dari kota ini, 
sampai ke telur ceplok yang dibikin pagi hari, 
untuk suatu hasil kesepakatan yang kukuh bersamamu kemarin sore. 
Ah, seperti tak akan pernah ada kesedihan. 
Jika dirimu, dan cintamu masih ada. 
Dan kenyataan perasaanmu ada pada yang aku yakini. 
Bajumu, 
warna tasmu, 
semua kini di dalam kepalaku. 

Aku tidak bisa bergerak untuk datang ke tempatmu dengan bergegas agar itu menjadi nyata. 
Untuk hidup denganmu dan cinta kepadaku. 
Apakah kebahagiaan berharap ini tidak akan pernah usai,
sedangkan kita membutuhkan waktu?

Maka kenikmatan ini adalah pikiranku yang akan pindah kepadamu untuk cinta agar tetap terus berkembang biak.