Memaknai Syukur & Sabar

Beruntunglah kita yang sering mendapatkan ujian dari Allah, salah satunya berupa sakit. Karena kelak di akhirat, orang orang yg sehat akan berkeinginan mendapatkan ujian tsb di dunia karena besarnya pahala yg telah Allah siapkan untuk si sakit yg bersabar.
“Orang-orang yang sehat saat melihat pahala yang diberikan kepada ahlul bala’ (banyak dapat musibah) nanti di hari kiamat berkeinginan kalau saja kulit-kulit mereka dipotong dengan gunting saat di dunia.” (HR. al-Tirmidzi dan dihassankan Syaikh Al-Albani)

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Sakit juga merupakan tanda cinta Allah kepada kita. Yaitu dengan menghisab kita di dunia. Sehingga akan mengurangi beban hisab kita di akhirat kelak.
“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba, maka Allah menyegerakan siksaan baginya di dunia” HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220.

Salah satu dari ujian yg saya alami adalah keguguran (kematian mudigah) dari janin yg ada di rahim, dan harus menjalani operasi kuretase yg notabene bukan operasi besar dan bisa selesai dalam waktu 1 hari.
Tetapi Allah beri ujian pada operasi kuretase pertama dimana alat laminaria yg dipasang selama 12 jam tidak bekerja maksimal dan janin tidak bisa terangkat seluruhnya.
Pada malam itu dan hari ke 2 saya diberi obat peluruh kandungan yg menyebabkan kontraksi dan pelebaran mulut rahim. Akan tetapi sisa janin tidak bisa keluar secara maksimal dan mulut rahim tidak melebar seperti yg diharapkan. Malah muncul reaksi alergi terhadap obat Misoprostol yg diberikan, sampai saya sesak nafas dan muntah2. (bertambah lagi daftar obat yg saya alergi terhadapnya).
Menjelang tengah malam (akan memasuki hari ke 3) saya dipasang alat cocor bebek untuk kemudian dipasangkan laminaria kembali selama 12 jam. Operasi kuretase kedua berjalan lancar setelah shalat jum’at dan Alhamdulillah malam nya diizinkan pulang ke rumah.
Rasa sakit selama 3 hari tsb lumayan luar biasa karena saya alergi berbagai macam obat analgesik (pereda nyeri).
Obat obat analgesik yg tidak bisa saya konsumsi diantaranya Parasetamol, asam mefenamat, antalgin, ibuprofen, ketoprofen dll.
DanDimana obat yg bisa saya konsumsi hanya obat dengan dosis agak tinggi sehingga saya memilih tidak meminumnya dengan alasan untuk kesehatan jangka panjang.
Saya hanya berharap rasa sakit yg saya rasakan jadi penggugur dosa, dan janin yg gugur bisa jadi tabungan bagi saya dan suami di akhirat kelak. Amin.
Sepulang dari rumah sakit saya menemukan hadist yg menggetarkan dan membuat saya langsung menangis haru:
“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,”(HR Ath-Thabarani).

Ya Allah.. sakit saya dalam proses ini pas 3 hari.
Teringat potongan ayat Qur’an surat Ar-Rahman:
Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban:
“Maka nikmat Tuhan Mu yg manakah yg kamu dustakan?” 😢
(yg berulang 31 kali, terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia)

“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.” HR. At-Tirmidzi no. 2396, dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi.

“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).

“Tidaklah seorang mukmin dan mukminan tertimpa musibah pada dirinya, anaknya dan hartanya sehingga ia berjumpa Allah Ta’ala tidak membawa satu kesalahanpun.” (HR. Al-Tirmidzi. Beliau berkata: hadits hasan shahih)

“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

Dalam memaknai rasa syukur & sabar tidak cukup dengan kalimat Alhamdulillah & Inna lillaahi wa inna ilaihi roji’uun. Tetapi harus dijiwai secara penuh, sejalan antara hati dan ucapan. Ikhlas lillahi ta’ala.

Ya Allah sesungguhnya kami hanya berharap & bersandar memohon pertolongan hanya pada Mu. Maka ijabahlah doa kami, ridhoi lah kami, ampuni dosa2 kami dan terimalah amalan2 kami.

Maha besar Allah dengan segala firman-Nya.
Cc: Dimas Pramudita Atika Dyah Perwita Nanik Hidayati Saptana Adetya Niam Syahrul Ganda

4 Maret 2017
01.18 wib
Bogor