CARA TEPAT BELANJA HEMAT

Oleh: Atika Dian Pitaloka

 

Menghemat pengeluaran memang mutlak kita lakukan, salah satu-nya melalui seni berbelanja yang tepat dan hemat. Cermat dalam memilih barang yang akan dibeli, serta tepat dalam cara pembayaran serta cara belanja akan mampu menekan rupiah yang keluar dari kantong kita. Berikut tips-nya:

  1. Cash Vs Kartu Kredit

Cara pembayaran mana yang lebih sering kamu lakukan?  Cash or kartu kredit? Ternyata pembayaran secara tunai (cash) tidak selamanya lebih baik dibandingkan kartu kredit, begitupun sebaliknya. Cara pembayaran yang ada saat ini merupakan pilihan bagi kita agar kita lebih cerdas dalam memilih.

Pilih bayar tunai untuk:

ü  Kebutuhan rutin

Untuk keperluan transportasi, biaya makan harian, dan membeli kebutuhan rumah tangga bulanan sebaiknya gunakan uang anda sendiri. Karena ini merupakan kebutuhan pokok yang harus kita penuhi dengan menggunakan uang milik sendiri. Tanpa berhutang!

ü  Makan

Banyak kartu kredit yang menawarkan diskon hingga 50% di beberapa resto tertentu. Hal ini tentunya sangat menggiurkan, tetapi cenderung membuat kita lebih boros soal makanan. Contohnya saja untuk makan di foodcourt biasanya kita menghabiskan Rp. 60.000/paket, sementara harga yang harus dibayar untuk makan di resto tertentu seringkali lebih mahal dari biaya makan kita biasanya, sekalipun telah mendapatkan diskon. Jika harga makan di resto sebesar Rp 75.000/paket (setelah diskon), dan biaya makan kita biasanya Rp 60.000/paket maka terdapat selisih Rp 15.000. Sekali dua kali mungkin tak masalah, tapi apa jadinya jika kita sering tergiur promo makan di resto dengan kartu kredit? Jika 4 kali dalam sebulan kita gunakan promo kartu kredit untuk makan di resto tertentu maka selisih yg harus kita bayar adalah Rp 60.000. Bagaimana dengan setahun? Kita harus membayar Rp 720.000 lebih banyak. So, be smart!

Pilih kartu kredit untuk:

ü  Tiket pesawat dan tiket konser

Daripada menghabiskan uang untuk ongkos taksi ke travel agent, lebih baik gunakan cara pembelian tiket secara online. Selain lebih hemat biaya dan waktu, banyak kartu kredit memberikan promo cashback hingga Rp 50.000. Begitupun untuk pembelian tiket konser, banyak kartu kredit memberikan promo buy 1 get 1 free. Menarik bukan?

ü  Transaksi di luar negeri

Baik hotel atau tiket masuk tempat wisata di luar negeri ternyata memiliki harga transaksi online 30% lebih murah dibanding jika kita melakukan transaksi di tempat. Misalnya, biaya hotel bintang 3 per malam di Jakarta sekitar Rp 500.000, namun apabila kita membeli secara online menggunakan kartu kredit biaya yang ditawarkan hanya sekitar Rp 400.000. Hemat kan?

 

ü  Gadget dan barang elektronik

Gadget memang terbilang mahal. Saat jumlah tabungan tak mencukupi untuk membeli gadget impian, sementara gaji juga pas-pasan, cicilan dengan bunga 0% bisa menjadi cara mudah yang tak menguras kantong.

  1. Dine in vs Delivery

Bila hanya untuk konsumsi pribadi, saat malas keluar makan malam misalnya, cara ini bisa membuat kita lebih boros karena akan dikenakan biaya antar atau minimum pembelian. Lain hal-nya jika kita membeli dalam jumlah banyak, misalnya untuk acara kantor atau pesta ulang tahun, tentunya membeli makanan dengan cara delivery order terbukti lebih praktis dibanding harus mengeluarkan biaya bensin  atau taksi untuk membeli langsung. Dan kita juga terhindar dari kemacetan lalu lintas.

  1. Kemasan besar vs kemasan kecil

Membeli ukuran besar tak selamanya lebih hemat dibandingkan membeli produk yang berukuran lebih kecil. Saat kita melihat kemasan besar, secara psikologis kita akan merasa kalau persediaan masih banyak. Sehingga tanpa kita sadari pemakaian akan menjadi sedikit berlebih. Sementara jika melihat kemasan kecil, akan membuat kita lebih irit dalam pemakaian. Ini juga berlaku dalam porsi makanan.

  1. Belanja harian vs bulanan

Menyisihkan uang belanja di awal bulan memang menjadi solusi tepat agar pengeluaran tak melambung akibat belanja tidak penting. Misalnya, bila gaji perbulan Rp 5 juta, kita bisa menyisihkan 20 persen untuk belanja. Artinya, hanya Rp 1 juta yang boleh kita gunakan, tidak lebih. Selanjutnya, tentukan barang apa saja yang sebaiknya dibeli secara bulanan atau harian. Untuk produk yang dipakai rutin, seperti sabun dan shampo sebaiknya dibeli secara berkala, yaitu tiap kali persediaan habis. Pasalnya, banyak dari kita yang ternyata menghabiskan uang untuk “memborong” dalam jumlah banyak namun akhirnya menumpuk.
Sementara untuk bahan makanan segar, seperti buah, daging, dan sayur, sebaiknya dibeli secara harian atau saat kita membutuhkannya. Misalnya, keinginan diet membuat perempuan cenderung “memenuhi” kulkas dengan stok buah dan sayur. Padahal, buah dan sayur hanya bisa bertahan segara selama 3 hari. Alhasil, karena tidak sempat memakannya, mereka terpaksa membuang buah dan sayur yang tidak lagi segar.

Lain halnya dengan pakaian. Lakukan secara bulanan agar hasrat membeli baju baru bisa ditahan. Buatlah janji pada diri sendiri kalau Anda hanya boleh membeli  dua potong pakaian dalam satu bulan.

  1. Belanja langsung vs online shopping

Baik belanja langsung di mal atau menggunakan jasa online shop, keduanya memiliki nilai plus dan minus. Sebelum membeli secara online, sebaiknya cek reputasi penjual atau toko online yang kita kunjungi beserta riwayat pembelian dari pelanggan ybs, apakah sebagian besar puas terhadap produk atau malah banyak yang complain.
Untuk pakaian dan aksesoris mungkin kita masih bisa membeli secara online, tentu-nya dengan meminta keterangan produk secara detil agar tak kecewa saat barang datang, tetapi untuk sepatu sebaiknya belanja secara langsung, karena untuk merk yang berbeda dengan ukuran yang sama akan terdapat perbedaan beberapa mm. Daripada kebesaran atau kekecilan sehingga tidak terpakai lebih baik membelinya secara langsung, bukan?

Saat ini juga banyak promo makan di resto melalui online shop dengan menggunakan kupon, harga untuk membeli kupon ini tentu lebih murah dibandingkan jika anda membeli secara langsung di resto tsb. Ini merupakan cara berhemat model baru!

  1. Beli sesekali saja

Daripada setiap hari beli air mineral atau air oksigen di minimarket seharga Rp 3.000-10.000, lebih baik membeli botol minum agar bisa diisi ulang di rumah dan kantor. Untuk pecinta kopi, anda boleh saja terlebih dahulu membeli, sekaligus melihat bagaimana cara membuat minuman kopi yang nikmat. Selanjutnya, buat sendiri kopi anda di rumah atau kantor. Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 100.000-350.000 per bulan. Bandingkan jika Anda setiap hari membeli satu atau dua gelas kopi di gerai seperti Starbuck. Jika segelasnya berkisar  Rp 30.000-60.000 maka pengeluaran jajan kopi Anda setiap bulan bisa mencapai Rp 1 juta lebih.

 

Created by: Atika Dian Pitaloka

12/03/2014