Dalam sesi curcol bersama seorang kawan, kawan saya itu berujar "Enak ya, para selebritis follower instagramnya banyak. Endorse macem-macem produk. Dapat banyak duit. Nah, kita follower 1000 doang. Bisa apa?"

Mendengar apa yang disampaikan kawan saya itu, saya meringis sambil tersenyum kecut. Meski follower instagram saya berhenti di angka 3000an dan susah banget naiknya bahkan kadang turun sendiri, tetapi dengan jumlah follower (yang cuma) segitu bisa juga berkesempatan kerja sama dengan berbagai brand dalam aktivitas promosi mereka.

Ya. Tahun 2018, kita masih berada di INFLUENCER MARKETING ERA.

Sebelum berangan-angan menghasilkan uang dari aktivitas social media, mungkin kamu perlu tahu dengan apa yang terjadi di dunia marketing saat ini.

Pengertian Influencer Marketing 


Influencer Marketing adalah aktivitas yang dilakukan perusahaan atau brand dalam aktivitas promosi mereka dengan  menggunakan para influncer. 

Dalam sebuah artikel di forbes, disebutkan "Influencer marketing is the process of leveraging an existing social media influencer—someone who carries a strong reputation with a large number of people in a given niche—by having them endorse your brand, support your content, or co-create content with you and your brand." (1)

Jadi, brand memanfaatkan influencer untuk mengendorse produk mereka, menyiapkan konten promosi atau melakukan modifikasi terhadap konten promosi yang telah disiapkan brand sebelumnya.

Pengertian Influencer 


Individu yang memiliki kekuatan (kemampuan) untuk memengaruhi keputusan pembelian orang lain karena otoritas (kekuasaan), pengetahuan, posisi, atau intereaksi dengan audiensinya. (2)

Seorang influencer di social media dikenal sebagai individu yang membangun reputasi melalui social media yang mereka miliki berdasarkan pengetahuan atau keahlian di bidang tertentu. Mereka secara terus menerus memosting melalui social media tersebut, sehingga menarik banyak pengikut (follower). 

Buat kamu yang mainan social media setiap hari pasti tidak asing dengan keberadaan influencer ini.

Atau bahkan kamu memang sudah menjadi influencer juga?

Beberapa sosok dengan pengikut ratusan ribu di instagram seperti Suhay Salim, Rachel Goddard, Andra Alodita telah menjadi beauty guru yang akan diikuti setiap aktivitas kecantikan yang mereka lakukan. Mulai dari produk yang mereka pakai, hingga tutorial mereka dalam berdandan. Jadi bukan hal yang aneh jika kemudian berbagai brand kecantikan menggandeng mereka dalam aktivitas promosi.

Jenis-Jenis Influencer

1. Selebritis

Mereka juga disebut sebagai mega influencer dengan jumlah follower jutaan. Dikenal masyarakat karena aktivitas mereka sebelumnya di media televisi (khususnya) baik sebagai pelakon, penyanyi atau profesi artist lainnya.

2. Orang yang ekspert pada industri tertentuk

Mereka yang unggul dalam bidang tertentu juga bisa menjadi influencer. Seperti Lizzie Parra, yang dikenal juga sebagai seorang Make Up Artist. Saat ini dia berhasil merilis lini kosmetiknya sendiri bernama BLP ( By Lizzie Parra). 

Sumber : https://www.pressrelease.com/news/blogsrelease-look-at-why-micro-influencers-increase-sales-how-25050

3. Bloggers dan  content creators

Kamu blogger dan mendapat banyak tawaran campaign dari suatu brand? Selamat! Berarti kamu sudah masuk di dunia influencer juga.

Kalau kamu kenal Awkarin, Ria Ricis, Fatia Izzati, Chandra Liow dan lain sebagainya mereka adalah para content creator dengan pengikut yang tidak sedikit. Engagament di social media yang mereka miliki juga tinggi. Maka selain menjadi product endorser, mereka juga dipilih menjadi brand ambassador suatu produk. Memanfaatkan kesempatan yang ada, mereka juga mengeluarkan lini produk sendiri. Seperti Ria Ricis yang turut meramaiakan tren cake kekinian dengan menghadirkan Jogja Chusy Cheese.

Baca Juga : Jogja Chusy Cheese, Cake Kekinian Ria Ricis


4. Micro Influencers

Yakni para influencer dengan jumlah follower yang tidak terlalu banyak. Namun, memiliki engagament yang tinggi.

Para influencer  disukai dan dipercaya oleh followers dan audience mereka sehingga apa yang mereka pakai, sampaikan atau lakukan, bisa menginspirasi dan mempengaruhi para followernya, termasuk untuk mencoba atau membeli sebuah produk. (4)

Nggak masalah kok cuma punya 1000 follower instagram. Kamu bisa jadi MICRO INFLUENCER!

Pengertian Micro Influencer 

Influencer yang memiliki follower antara 1000 - 100.000 (4)

Mengapa Micro Influencer Dibutuhkan?


1. Perubahan perilaku konsumen di era digital

Sumber : Costumer Path Dulu dan Sekarang - http://markplusinsight.com/article/detail/144/how-to-turn-customer-complaints-into-wow-experience

Disadarai atau tidak, kita sebagai konsumen di era digital memiliki kebiasaan baru dalam melakukan aktivitas pembelian. Jika dahulu, ketika akan membeli suatu barang kita akan langsung mendatangi suatu toko atau counter. 

Namun saat ini, konsumen cenderung akan melakukan aktivitas "mencari informasi melalui internet" terlebih dahulu. Mereka akan mengakses informasi dan rekomendasi yang diberikan orang lain. Hal ini disebut dengan electronic word of mouth (e-wom).

Jika konsumen tersebut sudah yakin dengan rekomendasi yang disampaikan orang lain di internet, baru mereka melakukan pembelian terhadap suatu barang.

Apakah benar electronic word of mouth ini berpengaruh? Saya telah melakukan penelitian mengenai Hubungan Minat Beli dan Electronic Word of Mouth pada Konsumen Kosmetik. Penelitian ini dapat diakses di sini

2. Micro Influncer lebih dapat dipercaya daripada selebriti

Micro Influencer dianggap lebih jujur ketika menyampaikan sebuah opini atau rekomendasi. Mereka dianggap memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan riset atau eksperimen yang lebih valid dibandingkan dengan para mega influencer.


Baca Juga : Tren Influencer 2018


3. Micro influencer memiliki engagement (interaksi) lebih tinggi dengan follower.

Sumber : https://www.slideshare.net/INBOUND/htt04-b-lyle-stevens-52902925

Micro influencer memiliki follower dan audience yang lebih tertarget. Antara influencer dan follower memliki suatu passion atau satu ketertarikan yang sama. Micro Influencer juga lebih senang berinteraksi dengan audience mereka. Sehingga engagement mereka tinggi. 

Studi mengenai engagement di instagram juga dilakukan oleh Markerly yang menganalisa 800.000 akun instagram. Hasilnya, semakin besar jumlah follower, maka semakin rendah tingkat engagementnya. 

Para akun dengan pemilik follower 1000, memiliki engagement sekitar 8%. Tingkat engagement terus menurun, berbanding terbalik dengan jumlah follower yang dimiliki. Selengkapnya bisa di baca di sini.

Di dalam dunia marketing, terus aktif berhubungan dengan pelanggan adalah faktor penting untuk membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Engagement yang tinggi inilah, yang membuat influencer memiliki  memiliki banyak follower loyal. Hal inilah yang disambut baik para brand, sehingga mereka menjalin kerja sama dengan para influencer tersebut untuk dekat dengan market mereka (5)


4. Menggaet micro influencer lebih efisien biaya

Jika kamu adalah pemilik usaha, mempromosikan suatu produk dengan menggaet para selebritis dengan jutaan pengikut tentu terlihat menggiurkan. Namun, semua itu ada harga yang perlu dibayar. Tentu perlu pertimbangan yang lebih jauh ketika sebuah UKM harus mengeluarkan 5-15 juta hanya untuk sebuah postingan di instagram.

Micro influencer dianggap sebagai solusi yang lebih terjangkau. Dengan budget yang sama dengan menggaet 1 selebriti, kamu bisa menghire ratusan micro influencer.



Jadi bagaimana, kamu ingin menjadi influencer
Atau masih penasaran bagaimana cara menjadi micro influencer dengan  jumlah followermu yang tidak terlalu banyak?

Di tulisan saya berikutnya, saya akan mengulas bagaimana cara menjadi seorang micro influencer dan bagaimana cara para influencer ini mendapatkan job.

Tapi sebelumnya, saya ingin tahu, buat kamu yang juga menjadi micro influencer,

mengapa sih kamu tertarik menjadi micro influencer?

Share pengalaman kamu di kolom komentar yuk, untuk memberi inspirasi bagi pembaca lainnya. 
Saya tunggu ya..




Referensi

(1)https://www.forbes.com/sites/jaysondemers/2018/04/19/7-predictions-on-the-future-of-influencer-marketing/#2ce3b356581d
(2) https://influencermarketinghub.com/what-is-an-influencer/
(3) https://www.theguardian.com/money/2017/may/05/earn-a-living-instagram-micro-influencers
(4) https://blog.hubspot.com/marketing/micro-influencer-questions
(5) http://www.vogue.co.uk/article/what-is-an-influencer


Eriza, Zahra Noor. 2017. Peran Mediasi Citra Merek dan Persepsi Risiko pada Hubungan antara Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan Minat Beli (Studi pada Konsumen Kosmetik E-Commerce di Solo Raya). Komuniti. 9 (1) :14-24