Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Siapa bilang mamak-mamak berdaster yang kerja dari rumah itu punya banyak waktu buat leyeh-leyeh. Nggak juga. Pada kenyataannya, list yang harus dilakukan setiap hari, udah ngantri buat ditandai dengan ceklis. Ya, salah satu kunci sukses bekerja dari rumah adalah dengan manajemen waktu yang baik didukung dengan tubuh yang fit. Setuju?. Terutama di pagi hari weekdays, adalah saat paling hectic. Mamak harus bangun dengan kondisi tubuh yang oke. Mulai berjibaku dengan berbagai tugas domestik, salah satunya adalah menyiapkan sarapan buat seluruh anggota keluarga.

Nah, membahas tentang sarapan, memori saya terbang ke waktu saya kelas 4 Sekolah Dasar dulu. Saya ingat, pagi itu, wali kelas meminta saya untuk keluar kelas, karena Ibu datang. Saya bingung, ada apa? Sewaktu pergi sekolah tadi, saya udah pamit kok sama Ibu. Eh ternyata, Ibu saya datang dengan membawa susu yang dimasukkan ke dalam botol, lalu saya diminta untuk menghabiskannya saat itu juga.

Hahahaha...

Ya, itu adalah susu yang disajikan Ibu di rumah tadi. Karena buru-buru, saya nggak sempat untuk meminumnya, hanya mencomot roti dengan selai madu aja. Alhasil, Ibu nyusul ke sekolah untuk memastikan bahwa anaknya tetap sarapan dengan komplit. Untung aja sekolah saya dekat dari rumah, kurang lebih 100 m.

Kebiasan baik itu, sampai sekarang tetap saya lakukan di keluarga kecil saya. Apalagi setelah saya paham ilmunya, bahwa sarapan pagi sebelum jam 9 itu penting banget. Sampai-sampai ada Pekan Sarapan Nasional lho, yang ditetapkan tanggal 14-20 Februari. Sebagai momentum berkala disetiap tahunnya, buat ngingatin masyarakat kalau sarapan itu penting dan dapat mendukung untuk terciptanya masyarakat yang sehat, cerdas, juga produktif.

Sarapan Buat Anak

Anak-anak yang sarapan di pagi hari bakal lebih bersemangat, nggak lemas. Anak jadi siap untuk menerima pelajaran, serta memiliki konsentrasi yang baik. Trus, pas jam istirahat, dia jadi lebih terkontrol dalam memilih jajanan. Nggak kalap gitu karena kelaparan. Selain itu, nutrisinya juga jadi tercukupi, yang otomatis juga pengaruh dong untuk tumbuh kembangnya. Jadi, saya usahain banget kalau anak saya Nai, nggak terlewat sarapannya.

Sarapan buat Orang Dewasa

Sama aja sih dengan anak-anak. Orang dewasa yang sarapan juga bakal lebih bersemangat karena memiliki asupan energi yang cukup dalam memulai hari. Apalagi, selama tidur, nggak ada asupan makanan kurang lebih 8 jam tergantung kapan terakhir kali kita makan, sementara metabolisme tubuh tetap butuh asupan kalori. Otak kita juga butuh glukosa biar bisa bekerja dengan optimal. Sarapan juga bisa bikin mood kita jadi lebih baik lho. Trus, ternyata bisa bikin langsing (penting banget :D). Lho, kok bisa?. iya karena kita jadi bisa kontrol makan, nggak ngemil dan kalap pas belum jamnya makan siang.


Wah, ternyata memang penting banget yah sarapan tadi. Memang harus dibela-belain banget buat nyiapin sarapan. Alhamdulillah... suami dan anak-anak nggak rewel soal menu sarapan. Yang jelas, bukan menu yang berat-berat. Kalau menunya nggak tepat atau terlalu berat, efeknya kekenyangan. Yang ada malah ntar jadi ngantuk deh, trus nggak jadi langsing juga hahaha...

Kita harus paham betul berapa kalori yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk orang dewasa, setidaknya kita butuh kalori per hari minimal 1200 kalori, tiap orang bisa aja beda. Trus, kalorinya tadi, dibagi jadi 5. Kenapa 5? hitungannya adalah 3 kali makan utama dan 2 kali selingan/camilan. ini bisa bikin metabolisme tubuh kita terjaga dan kadar gula darah juga terkontrol. So, jangan sampe ada yang di skip deh, ntah sarapannya, makan siang, or makan malam.



Trus, apa jadinya kalau ternyata malamnya si mamak kudu begadang ngejar deadline tulisan, rekapan olshop, dan editing foto produk, eh malah bangunnya jadi kesiangan. Tenang, saya nggak panik dan bakal feeling guilty banget, soalnya ada energen. Sarapan jadi amaaaan :D. Anak berangkat sekolah dengan perut terisi, mamak bisa lanjut kerja lagi.

Sahabat Ummi...

Siapa coba yang nggak tahu dengan energen. Perpaduan sereal dan susu yang bergizi. Mengandung sigmavit, yaitu paduan Vit. A, Vit B1, Vit. B2, Vit. B6, Vit. B12, Vit. D, Vit. E, asam folat, dan kalsium. Waaaah, komplit banget yak. Apalagi penyajiannya gampang banget, tinggal diseduh dengan air hangat, energen sehat siap disantap. Rasanya mantaplah. 

Twitter: @energen

kalau anak-anak, favoritnya energen cokelat dan vanila, kalau suami sukanya yang jahe, sedangkan saya suka yang kacang hijau dan jagung. Nggak ngebosenin karena banyak banget varian rasanya. Kalau kamu, suka yang rasa apa? ^___^