Backpacker ke Eropa

Apa yang ada dipikiran kamu bila kamu mendengar kata “Benua Biru”? Ya, Benua Biru merupakan julukan untuk Eropa. Di sekolah dasar dulu kita sering mendengar kata ini bukan? Terdapat 2 alasan dikatakan Eropa sebagai Benua Biru. Pertama, masyarakat dari benua tersebut mayoritas mempunyai mata berwarna biru cerah. Kedua, terdapat banyak kerajaan-kerajaan zaman dahulu yang sangat mahsyur sehingga adanya istilah darah biru (bangsawan).

Disini saya tidak akan membahas panjang lebar tentang pelajaran “Sejarah” yang sudah kita dapati sewaktu kita sekolah dulu, walau pelajaran ini bagi saya sangat “membosankan” dan waktu yang asik untuk tidur dan menghayal tentang sejarah itu sendiri.

Well, seperti tema yang saya singgung diatas, saya berencana di tahun 2018 nanti Insya Allah akan backpackeran ke Benua Biru tersebut dan satu negara di Afrika yaitu Maroko. Saya berencana mencari 4 orang temen yang mau backpackeranbareng saya, karena rencananya saya kesana itu cukup 6 orang saja plus seorang sahabat saya dari Aceh, si photographer. Jadi, tidak perlu khawatir untuk urusan potret memotret karena ada sahabat saya dan tentunya saya sendiri :D 

Backpacker ke Eropa
Map of Europe
Berikut daftar negara-negara yang akan saya kunjungi: 
1.    Turki – Istanbul
2.    Italia - Venice / Florence
3.    Jerman - Munich
4.    Perancis - Paris
5.    Belanda - Amsterdam
6.    Spanyol - Madrid
7.   Maroko - Cassablanca (Maroko terletak di Afrika Utara, bersebelahan dengan Spanyol).

Saat ini masih 7 negara yang masuk dalam daftar kunjungan saya. Mungkin nanti dalam perjalanan waktu akan bertambah list perjalanannya biar feel trip nya dapet plus kita backpackeran via jalur darat (kereta api or bus/metro). 
Terus bal gimana sama visa ke Eropa?

Nah untuk visa, bila kita berkunjung ke beberapa negara-negara di Eropa, ada satu visa ajaib yang harus kita punyai, yaitu visa Schengen. 
Visa Schengen itu apa sih bal?

Visa Schengen adalah visa khusus yang dapat dimiliki oleh setiap traveler untuk menjelajahi negara-negara Uni Eropa. Visa ini adalah hasil dari perjanjian Schengen yang dilakukan negara-negara Uni Eropa di Schengen, salah satu kota di Luxemburg pada tahun 1985. Salah satu isi dari perjanjian tersebut adalah penghapusan pengawasan perbatasan di antara negara-negara Uni Eropa dan  mencakup berbagai aturan kebijakan bersama untuk izin masuk suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Itu artinya kita tidak perlu repot-repot untuk membuat visa jika kita ingin pindah negara atau susahnya imigrasi di tiap negara.

Tercatat ada 25 negara (22 negara Uni Eropa dan 3 negara non-Uni Eropa) yang bisa kita jelajahi dengan menggunakan visa ini yaitu Austria, Belanda, Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Islandia, Italia, Jerman, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Norwegia, Perancis, Polandia, Portugal, Republik Ceko, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Yunani.

Visa Schengen ini berlaku bagi traveler dengan batas waktu paling lama 90 hari dalam jangka waktu 6 bulan. 
Terus bal transportasi kesana gimana nih?

Ini pertanyaan yang sangat asik kalo ditanya ke saya. Kebetulan saya salah seorang yang hobi sama maskapai yang ada di dunia dan seorang “Aviation photographer” walaupun masih amatiran. Berikut maskapai yang ada dalam list perjalanan “Backpacker ke Benua Biru” saya nantinya.

1.    Emirates
Backpacker ke Eropa
Logo maskapai Emirates
Backpacker ke Eropa
Emirates Airbus A380-800
Backpacker ke Eropa
Emirates Boeing B777-300ER
2.    Qatar Airways
Backpacker ke Eropa
Logo maskapai Qatar Airways
Backpacker ke Eropa
Qatar Airways Boeing B787-Dreamliner
Backpacker ke Eropa
Qatar Airways Airbus A330-300
3.    Turkish Airlines 
Backpacker ke Eropa
Logo maskapai Turkish Airlines
Backpacker ke Eropa
Turkish Airlines Boeing B777-300
Backpacker ke Eropa
Turkish Airlines Airbus A330-300
Saya memilih 3 maskapai diatas karena mereka yang terbaik. Turkish Airlines merupakan maskapai nasional Turki. Saya beri namanya blue bird dari Eropa karena maskapai ini adalah yang terbaik nomor 1 di benua Eropa dan nomor 7 di dunia mengalahkan maskapai Lufthansa (Jerman) dan British Airways (UK).


Untuk keberangkatan, saya memilih musim gugur di tahun 2018. Agak kelamaan memang, karena saya harus prepare lebih sekaligus mengatur schedule dan Itinerary perjalanan selama 2 minggu disana. Untuk biaya, saya hanya bisa mengestimasi budget perkiraan awal 1.882 USD atau setara Rp. 25.000.000,- full service (pengurusan visa Schengen, tiket pesawat PP, penginapan, makan, akomodasi).

Backpacker ke Eropa



*kurs 1 USD saat ini = Rp. 13.200,-

Jadi, yang ingin bergabung trip bareng dokterbackpacker, bisa japri saya langsung yaa.
Salam, iqbal.dokterbackpacker

Contact Person
Phone  : +62 852 7771 7593
Line     : iqbal.tm