Di Kampar, setelah hari raya idul fitri, ada tradisi hair rayo 'puaso onam' atau dalam bahasa Indonesianya Hari Raya Puasa Enam. Dinamakan Rayo Puaso Onam karena ini menjadi perayaan setelah melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Mulai dari hari kedua sampai hari ketujuh Syawal. Besoknya barulah diselenggarakan rayo puaso onam tersebut.


Kalo di sekitar tempat tinggal saya di Airtiris, gada perayaan puaso onam gitu. Biasanya sih yang paling terkenal raya puaso onam itu daerah Bangkinang seberang. Honestly, saya sekalipun belum pernah menghadiri perayaan ini. Setiap tahun pengen ikut, tapi tetap aja belum rejeki bisaa hadir.

Malahan di daerah tertentu, raya puaso onam bahkan terasa lebih meriah daripada lebaran Idul Fitri itu sendiri. Anak-anak yang dirantau memilih mudik untuk merayakan puaso onam loh.

Bentuk perayaan puaso onam itu beragam. Ada yang makan 'bajambau', ngadain acara-acara sejenis tujuh belasan, ziarah kubur, pacu sampan dan sejenisnya.
Makanan-makanan tradisional akan lebih banyak muncul pada perayaan ini. Seperti lemang, roti jala, dan makanan khas kampar lainnya.

Intinya sih perayaan rayo puaso onam ini dalam rangka menjalin dan mempererat silaturrahmi. Tradisi ini harus terus dilestarikan. Kasian kan saya, karena di daerah tempat tinggal saya ga ada perayaan itu lagi, jadinya saya ga tau.

Baca postingan Rayo Puaso Onam di blog bang Ebi juga!