Mungkin, banyak teman-teman yang masih tidak begitu familiar dengan istilah barrier alami kulit. Beauty vlogger Liah yoo, merupakan salah satu beauty influencer yang sangat mengerti mengenai pentingnya menjaga barrier alami kulit, wanita cantik asal korea tersebut beberapa kali pula menjelaskan mengenai barrier alami kulit dalam video youtubenya. Faktanya, masih banyak sekali wanita/pria yang salah dalam tata cara merawat kulit mereka (mulai dari salah memilih cleanser ( facial cleanser yang iritatif) hingga melakukan ekfoliasi yang berlebihan) sehingga barrier alami kulit rusak, sehingga muncullah gejala-gejala yang tidak diinginkan, seperti kulit terasa kering, gatal, panas , flaky  hingga timbulnya break out.

Agar lebih memahami kondisi di atas, pada tulisan kali ini saya ingin menjelaskan atanomi dan histologi jaringan kulit, sehingga kita dapat lebih mengerti mengenai seperti apa sih Barrier alami kulit itu. pasti sudah tahu kan dengan istilah tak kenal maka tak sayang, maka marilah kita lebih mengenali struktur kulit kita agar kita lebih aware dalam menjaganya.

anatomi kulit yang akan saya jelaskan adalah anatomi lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai natural skin barrier (lapisan pelindung alami kulit). Jika ia rusak, maka kulit bagian dalam pun akan rusak dengan mudah.

Untuk anatomi kulit secara keseluruhan bisa di baca pada tulisan saya sebelumnya : klik disini

a. Bagian terluar kulit adalah epidermis (berperan sebagai lapisan yang melindungi tubuh dari pengaruh eksternal (lingkungan luar), epidermis terbagi lagi menjadi 5 lapisan dan lapisan terluar dari epidermis adalah stratum corneum (SC)

b. Stratum corneum inilah, yang memiliki peran sebagai natural barrier, ia memiliki struktur yang unik, yang dikenal dengan istilah struktur “brick and mortar” (batu bata dan mortar). Sturktur ini berfungsi untuk menjaga kelembapan alami kulit (water evaporation barrier / epidermal permeability barrier ) untuk lebih jelas bisa dilihat pada gambar di bawah ini :

sketch-1524420319963
struktur stratum korneum kulit yang dapat rusak oleh beberapa faktor

Stratum korneum terbuat dari tumpukan sel-sel kulit mati yang water-resistant (disebut corneocytes), yang dilapisi oleh kompleks material lipid (disebut dengan intercellular lamellar lipids).

Membran intracellular lamellar lipids ini terdiri dari lapisan-lapisan lipid , dan terbuat dari ceramides, cholesterol. dan asam lemak. Matriks lipid inilah yang menjadikan epidermis waterproof, sehingga mencegah dehidrasi,dan memberikan kelembapan yang diperlukan pada stratum korneum,

Corneocytes sendiri di lindungi oleh cornified envelope (bisa dilihat pada gambar, selubung yang melapisi corneocytes), yang tersusun atas dua komponen yaitu protein dan ceramide lipid. Hal inilah yang menyebabkan permukaan corneocytes menjadi hidropobik, hal itu penting untuk mempertahankan fungsi water barrier (menjaga agar air tidak hilang).

Corneocyte dihubungkan oleh corneocyte yang lain oleh lapisan tanduk yang dikenal dengan istilah corneodesmosomes yang tersusun atas protein dan ceramid. pada struktur brick dan mortar, sel yang mati melambangkan batu bata , sementara lipid dan corneodesmosome melambangkan mortarnya.

Corneocytes mengandung senyawa higroskopis, yang dikenal dengan istilah NMF (natural moisturizing factor) , yang sangat penting dalam mempertahankan hidrasi Stratum korneum. NMF berperan sebagai humektan natural (menjaga kulit tetap terhidrasi). (Kandungan NMF bisa di baca disini KLIK DISINI). Matriks lipid lah yang berfungsi mencegah hilangnya NMF, karena komponen-komponen NMF larut dalam air sehingga mereka mudah meluluh dari sel, terutama saat kondisi kulit kering. jika tidak dilindungi oleh cornified lipid envelope (lihat gambar) NMF dapat menghilang saat proses mencuci muka.

inilah yang menjadi dasar mengapa membersihkan wajah dengan sabun dapat menganggu fungsi barrier alami kulit.

Jika NMF hilang dari corneocytes, kulit menjadi kering, terkelupas (Flaky) , dan terasa tidak nyaman (lihat gambar di atas). Pada kulit yang sehat, kulit tidak dapat dilewati oleh iritan, alergen, dan hilangnya air dapat diminimalisir.

Namun , saat kulit dehidrasi, corneocytes mengeriput, menyebabkan munculnya celah, sehingga iritan dari lingkungan luar tubuh dapat masuk, sehingga menimbulkan reaksi peradangan, yang menyebabkan rasa tidak nyaman, gatal, dan kita akanmenggaruk kulit tersebut, sehingga kulit akan jauh lebih rusak dan mengalami iritasi yang lebih berat, 

untuk lebih mudahnya, saya akan meringkas fungsi-fungsi barrier tersebut, diantaranya:

  • Sebagai barrier yang menjaga permeabilitas air dan elektrolit -> SC/protein corneocytes dan lipid ekstraselular
  • barrier mekanik -> SC/corneocytes , cornified enveloped
  • microbial barrier/membantu sistem imun –> SC/ komponen lipid, epidermis yang utuh
  • hidrasi /pelembab –> SC/NMF
  • proteksi dari toksin/obat-obatan dari lingkungan luar –> SC/corneocytes, cornified envelope
  • Deskuamasi –> SC, epidermis/protease dan glycosidase
  • UV barrier –> SC/melanin dari SC/epidermis
  • stress oxidative barrier –> SC,epidermis/antioksidan

selain itu, bagian kulit terluar juga dilindungi oleh pH kulit yang asam (yang dikenal dengan istilah acid mantle

PH (potensial hidrogen menunjukkan indikator keasaman). PH permukaan kulit Normalnya adalah asam yaitu dengan kadar PH nya antara 4.4- 5.6 (angka ini juga tergantung dengan individu serta lokasi tempat mukimnya). Ph asam penting bagi kulit yaitu untuk mencegah tumbuhnya mikroba jahat yang berlebihan dan membantu eksfoliasi alami jaringan kulit mati. Oleh sebab itu sabun atau pembersih wajah dengan pH tinggi sangat tidak dianjurkan karena dapat merusakan perlindungan barrier alami kulit. Sehingga dalam pemilihan cleanser baiknya memilih cleanser dengan kadar pH 4,5- 5.5 (disesuaikan dengan pH alami kulit).

acid-mantle-1
sumber click here  

Hal-hal apa sih yang harus kita lakukan agar  barrier alami kulit kita terjaga ;

  • Pilih cleanser (body wash/facial wash) yang tidak mengandung surfaktan, atau surfaktan yang tidak iritatif (mild) (masih dapat ditolerir oleh kulit) Hindari surfaktan anionic seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) ,  Sodium laureth sulfate, (SLES), disodium laureth sulfosuccinat yang memiliki potensi mengiritasi kulit. bahkan pada sebuah review jurnal (Ananthapadmanabhan, K. P., et al., 2013), dikatakan bahwa 2% larutan dari Sodium lauryl sulfate dapat mengangkat  &% dari kandungan lipid di stratum korneum dalam waktu 20 menit, yang dapat merusaka barrier alami kulit.

  • Cuci wajah dengan cara yang tepat, yaitu tidak boleh terlalu sering, sehari dua kali (pagi dan malam) dan produk facial wash tidak boleh dibiarkan terlalu lama di kulit (tidak boleh melebihi 30 detik, segera bilas dengan air bersih hangat-hangat kuku.Gunakan produk cleanser (facial/body wash) dengan pH yang sesuai ph kulit (4.5-5.5)

  • gunakan moisturizer (pelembab) setelah membersihkan kulit

  • Jangan over eksfoliasi. Gunakan lulur badan satu minggu sekali, dan gunakan produk eksfoliasi untuk wajah minimal 1 minggu sekali (tidak boleh setiap hari).

  • Bersihkan kulit dengan handuk bersih dan kering after cleansing dengan cara di tepuk (tepuk) tap-tap, jangan di gosok (don”t rub)

  • Minum air putih yang cukup

  • Hindari berendam atau mandi atau mencuci wajah di air yang terlalu hangat (panas).

nah, semoga dengan memahami barrier kulit dan mengikuti tips-tips di atas dapat membantu teman-teman untuk memperoleh kulit yang lembab dan glowing 😉

 

Sumber :

Baki G and Alexander K. 2015. Introduction to cosmetic formulation and technology . p: 51-63

http://www.activeskinprotection.com/education/acid-mantle/

Draelos ZD. The Sciences behind skin care : cleanser :  J Cosmet Dermatol. 2018;17:8–14.