sketch-15281834290521676524578.png

Berdasarkan jenis proteksinya sunscreen digolongkan menjadi dua , yaitu physical sunscreen dan chemical sunscreen.

a. Physical sunscreen (mineral sunscreen/inorganic sunscreen)

adalah sunscreen yang bekerja dengan cara menangkal dan memantulkan radiasi sinar UV, sunscreen jenis ini bekerja di lapisan paling atas permukaan kulit. Yang termasuk dalam physical sunscreen adalah zinc oxide dan titanium dioxide.

b. Chemical Sunscreen (nonmineral sunscreen/ organic sunscreen)

adalah sunscreen yang bekerja dengan cara menyerap (absorb) radiasi sinar UV dan mengubahnya menjadi energi panas sehingga disebut juga dengan istilah chemical absorbers . DI bagi lagi menjadi dua jenis yaitu UVA absorber dan UVB absorber. Ingredients chemical sunscreen dapat dilihat pada daftar dalam Tabel di bawah ini :

screenshot_20180604-172334_1495219944.jpg

Kelebihan dan kekurangan masing-masing sunscreen :

Physical sunscreen

KELEBIHAN

  • Aman ( excellent safety profile)
  • Sifatnya lebih stabil
  • Memberikan perlindungan yang broadspektrum (menangkal UVA dan UVB)
  • Dapat langsung bekerja setelah di aplikasikan (tidak perlu menunggu 15-30 menit)
  • Bertahan lebih lama di bawah sinar matahari langsung
  • Jarang iritasi, jadi cocok untuk kulit yang sensitif terhadap zat-zat kimia dan sensitif terhadap panas
  • Jarang bikin pori tersumbat ( clog pore) sehingga cocok untuk blemish prone

KEKURANGAN

  • Mudah sekali hilang, baik oleh usapan jari-jari/telapak tangan sendiri, oleh keringat atau oleh air (harus sering di re apply)
  • Timbul white cast yang secara kosmetik kurang disukai . White cast adalah bayangan residu putih pada kulit setelah pengaplikasian, paling jelas terlihat saat kita di foto dengan flash, maka hasil foto akan menunjukkan kilap putih pada wajah (itu yang disebut white cast).Namun saat ini telah berkembang teknologi nano yang dapat mengubah ukuran partikel menjadi lebih kecil. Micronized atau nanonized Zinc oxida dan titanium dioxide dapat meminimalisir munculnya white cast, dan hasilnya pun lebih ringan saat diaplikasikan di kulit.
  • Tidak cocok di jadikan dijadikan sebagai base make up, karena memberikan efek terlalu opaque, kecuali untuk yang sudah diolah dengan tehnologi nano atau mikro.
  • Kurang protektif apabila aplikasinya kurang merata. Jika ada bagian yang tidak teraplikasikan maka pada celah tersebut dapat ditembus oleh radiasi sinar UV

Chemical Sunscreen

KELEBIHAN

  • Formulanya lebih tipis, lebih mudah diratakan di permukaan kulit
  • Cocok untuk based make up

KEKURANGAN

  • Cenderung iritatif, jadi tidak cocok digunakan untuk kulit yang sensitif
  • Harus menunggu 15-30 menit setelah diaplikasikan baru bisa bekerja maksimal
  • bisa meningkatkan brown spot atau discoloration , karena temperatur internal tubuh yang tinggi menjadikan brown spot semakin parah
  • efek proteksi cepat menghilang bila terkena matahari langsung, harus lebih cepat diaplikasikan lagi. 30 menit setelah terkena sinar matahari langsung
  • meningkatkan risiko kemerahan pada kulit
  • dapat menyumbat pori, tidak cocok pada mereka dengan kulit yang berjerawat.

Mengenai, rekomendasi produk apa yang cocok, saya tidak bisa merekomendasikannya secara gamblang. Untuk mendapatkan sunscreen yang terbaik untuk kulitmu sendiri diperlukan trial dan error. FDA telah menyarankan untuk menggunakan sunscreen dengan SPF di atas 15 dan tidak melebihi SPF 50 dan harus yang broad spectrum (bisa menangkal UVA dan UVB), pengaplikasian 2 mg/ cm persegi, mengenai produk apa yang harus dibeli, itu disesuaikan dengan preferensi individu.

Sunscreen yang terbaik adalah sunscreen yang paling nyaman untuk kulitmu.

Kamu harus mencobanya sendiri, dan menilai apakah sunscreen tersebut cukup membuatmu yang nyaman. Yang paling penting , untuk mereka dengan kulit sensitif , pilihlah physical sunscreen karena sifatnya yang cenderung tidak bikin iritasi.

Di indonesia, chemical sunscreen atau hibrid (campuran physical dan chemical seperti SKin Aqua) lebih mudah untuk dicari (rata-rata yang dijual di pasaran seringnya sih chemical sunscreen) di bandingkan dengan physical sunscreen. Physical sunscreen harganya biasanya cenderung lebih mahal, apalagi yang telah diolah dengan tehnologi micronized atau nanonized (saya jarang menemukan physical sunscreen, biasanya harus belanja online atau PO dari luar negeri)

Contoh Physical Sunscreen

Mineral-Sunscreen-Physical-UV-Defense-SPF-30-SkinCeuticals-883140024729
Sumber SKinceutical
51VbELqpwuL._SX522_
sumber DISINI

Contoh Chemical Sunscreen

erha21