Saya sering sekali mendapatkan pertanyaan, baik dari pasien saya , dari teman, rekan atau bahkan seseorang yang saya kenal di media sosial.

sketch-1528029965517.png

” Bagaimana cara menghilangkan flek hitam?”

“Mengapa wajah saya mulai mengeriput di usia belum menginjak 30 tahun?”

” bagaimana cara menghilangkan garis-garis halus?”

” kenapa kulit saya terasa kusam? Dan rasanya terbakar?”

Yep. Sudah menjadi kebiasaan manusia untuk menghadapi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi jarang sekali yang bertanya atau mencoba mengetahui cara mengantisipasi sebelum semua itu terjadi.

Jangan jauh-jauh, saya pun sama. Saya baru mulai care mengenai permasalahan kulit sendiri adalah sejak tahun 2015, sebelumnya.? Saya tidak pernah menggunakan sunscreen religiously. Saya punya background di bidang medis, otomatis sebenarnya saya tahu efeknya.. Tapi karena efeknya belum saya rasakan, saya seolah menutup mata dan menyepelekannya. Hingga pada suatu ketika, saya melihat cermin dan rasanya ingin berteriak. Flek hitam dimana mana.warna kulit tidak merata, kulit bertambah gelap, tidak berseri dan bla bla bla. Saya merasa sudah keterlaluan dengan kulit saya , karena selama ini telah menelantarkannya. Padahal seumur hidup saya akan mengenakannya. Betapa jahatnya saya bukan?

Kembali ke topik..

Gejala-gejala pada pertanyaan di atas, lebih kurang adalah tanda-tanda kerusakan atau perubahan kulit yang menurut penelitian sekitar 90% di sebabkan oleh radiasi sinar ultraviolet (sinar matahari) atau dikenal juga dengan istilah photodamaging atau photoaging.

Sinar matahari sangat bermanfaat bagi kehidupan, salah satunya adalah sebagai bahan baku untuk pembentukan Vitamin D bagi manusia, fotosintesis bagi tumbuhan, dan lain sebagainya, namun juga sinar matahari memiliki efek buruk akibat radiasi yang dimilikinya. Dan kita sebagai manusia, harus tahu cara mengatasi efek buruk tersebut.

Sebelum saya menjelaskan cara mengatasi sinar UV yang berbahaya ini, sedikit saya gambarkan beberapa efek pada kulit yang ditimbulkan akibat paparan sinar UV yang berkepanjangan.

Umumnya sedikit paparan dalam sehari, lebih kurang 10-15 menit masih dalam batas yang dapat ditolerir, sebaliknya paparan di luar waktu tersebut atau berkepanjangan bisa jadi berimbas terhadap timbulnya penyakit. Tapi angka tersebut sebenarnya bervariasi, sesuai dengan jenis kulit setiap orang. Pada artikel yang saya tuliskan sebelumnya, ahli dermatologi Fitzpatrick mengklasifikasikan jenis kulit seseorang berdasarkan sensitivitas paparan radiasi terhadap kulit (yang terdiri dari tipe I hingga tipe VI). Kemerahan yang timbul setelah terpapar matahari , disebut eritem. Dan dosis radiasi matahari tertentu yang menyebabkan kemerahan pada kulit pada kurun waktu tertentu dikenal dengan istilah MED ( minimum erythem dose) ( MED setiap individu beda beda ya, tergantung jenis atau tipe kulitnya,)

jadi efek-efek yang dapat ditimbulkan oleh radiasi sinar UV adalah sebagai berikut :

– Pada mata dapat menimbulkan katarak atau kanker mata

Pada kulit :

A. SUNTAN

Suntan adalah warna kulit menjadi gelap akibat produksi pigmen melanin meningkat. Bagi bule bule suntan ini keren, karena mereka menyukai kulit yang agak kecoklatan agar terkesan eksotis, nyatanya suntan ini tidak keren sama sekali. Perubahan warna kulit dari kulit normalnya akibat paparan sinar UV ini sebenarnya menunjukkan kerusakan kulit. There is no healty sun tan you know. Keep it on your mind.

B. SUNBURN

Sun burn adalah terbakar matahari. Yaitu kulit yang kemerahan atau bahkan sampai melepuh dan terasa perih akibat terbakar oleh sinar matahari. Akibatnya adalah sel sel di lapisan kulit paling atas mati,kalau tidak mati maka akan rusak (sekarat).

C.PENUAAN KULIT ( SKIN AGING)

paparan matahari kronik dapat merubah tekstur dan mengurangi elastisitas kulit. Sehingga tanda tanda penuaan seperti keriput, kulit kendur, kantung mata, flek hitam, garis-garis halus dan tanda tanda penuaan dini lainnya muncul.

D. Kanker. Dan yang paling berbahaya dari efek radiasi UV adalah berisiko terjadinya kanker kulit, seperti Melanoma, yang sangat ganas dan dapat menyebabkan kematian.

Efek-efek lain yang berisiko terjadi akibat paparan sinar UV adalah kulit kering, menurunkan sistem imun, dermatitis, urtikaria, hiperpigmentasi, hipopigmentasi.dll

Baiklah, sekarang mari kita membahas mengenai sinar radiasi itu sendiri. Sinar radiasi Ultraviolet adalah gelombang radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang 200 hingga 400 nm. Ada dua sinar UV yang dianggap berbahaya yaitu UVA dan UVB.

Screenshot_20180603-145555_1

UVA adalah sinar UV dengan panjang gelombang 320 hingga 400 nm. Sinar UV ini dapat menembus hingga ke dermis dan menyebabkan meningkatnya produksi melanin sehingga kulit bertambah gelap ( tanning), trrjadinya penuaan dini, menurunnya kekebalan tubuh, nekrosis endotelial, dan rusaknya pembuluh darah.

UVB adalah sinar UV dengan panjang gelombang 280 hingga 320 nm. Dikenal juga dengan istilah Burning rays karena 1000x lebih besar efeknya dalam menyebabkan sunburn dibandingkan dengan UVA. Sinar UVB hanya mampu menembus hingga sel basal epidermis . Ia lebih genotoksis dibandingkan UVA.

Setelah mengetahui sedikit teori di atas, maka apa yang harus kita lakukan saat menghadapi sinar matahari? WHO menganjurkan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Kurangi paparan terhadap sinar matahari pada saat radiasi sedang tinggi-tingginya (yaitu pukul 10.00 pagi s/d pukul 16.00 sore). Dan kalau bisa jangan terkena paparan matahari langsung (gunakan payung atau berjalan di bawah naungan, naungan pohon misalnya)

2. Gunakan pakaian yang dapat melindungi dari sinar matahari (yaitu pakaian yang menutupi seluruh tubuh) gunakan baju berlengan panjang dan bawahan yang bisa menutupi bagian tubuh. Dan lebih baik kalau pakaian yang kita kenakan sudah berlabel UPF di atas 30 ( UV protection Factor)

3. Gunakan Sunglasses, yaitu sunglasses yang dapat memberikan perlindungan 90 hingga 100 % terhadap UVA dan UVB

4. Gunakan Sunscreen

P_20180603_193915_vHDR_Auto-01.jpeg

Sunscreen adalah produk kosmetik yang berfungsi untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Dan saat menggunakan sunscreen ada banyak hal yang harus diperhatikan agar sunscreen yang digunakan efisien atau efektif. Efisien dan efektif dalam artian mampu memberikan perlindungan terhadap kulit dari sinar UV yang jahat.

Hal-hal yang harus diperhatikan agar sunscreen yang kita gunakan efektif adalah :

1. Pilihlah suncreen yang broad spektrum yang dapat memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB

Patokan terhadap sunscreen yang memiliki kemampuan menangkal UVB adalah SPF ( Sun protective Factor)

FDA menganjurkan penggunaan produk sunscreen dengan SPF 15 (minimal) dan spf 50 (maksimal). Berdasarkan penelitian spf 15 ke atas memiliki kemampuan untuk menurunkan risiko-risiko yang berbahaya akibat paparan sinar UV. Sedangkan kenapa tidak dianjurkan menggunakan di atas 50, karena semakin tinggi SPF, semakin kecil perbedaan efektivitas dan efesiensinya dalam menangkal sinar UV. Dan SPF di atas 50 cenderung iritatif bagi kulit. Sehingga SPF 15 s/d SpF 50 lebih dianjurkan karena efektivitas dan efesiensinya.

SPF adalah sebuah perhitungan untuk menunjukkan seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sinar UV untuk merubah warna kulit yang terlindungi sunscreen menjadi kemerahan.

Misalnya spf 15 akan meningkatkan ketahanan kulit 15 kali lipat (dalam hal waktu) apabila terpapar sinar matahari

Rumusnya adalah sebagai berikut :

SPF : MINIMAL ERYTEM DOSE (MED) DENGAN SUNSCREEN / minimum erythem dose (MED) tanpa sunscreen

Jadi kalau sunscreen spf 15, dan MED (minimum erythem dose) (sudah dijelaskan di atas) kita tanpa sunscreen anggap saja 10 menit, maka durasi waktu kita terlindungi dengan sunscreen adalah

MED dengan sunscreen : 15 x 10 = 150 menit.

Jadi setelah 150 menit, wajib reapply sunscreen ya guys. 😉

sementara untuk UVA, patokan untuk mengetahui bahwa suncreen tersebut memiliki kemampuan menangkal UVA adalah

A. Ada tulisan broadspectrum pada label (label ini sering digunakan di US dan Kanada) broadspectrum itu bermakna bahwa sunscreen tersebut memliki kemampuan menangkal atau mengabsorbsi sinar UV dengan panjang gelombang minimum 370 nm (secara telah dijabarkan sebelumnya panjang gelombang UVA 320-400)

B. PPD ( persistent Pigment Darkening) sering digunakan di Eropa. Cara perhitungannya sama seperti SPF. SPF MENGUKUR Kapan kulit seseorang nenjadi kemerahan, sementara PPD mengukur kapan waktu menjadi tan (gelap) dan dibandingkan antara kulit yang terlindungi sunscreen dengan kulit yang tidak terlindungi sunscreen. Jadi jika PPD 10 maka itu berarti butuh 10 kali lebih lama bagi kulit untuk menjadi gelap saat terlindungi sunscreen dibandingkan tanpa menggunakannya.

C. PA ( protection grade of UVA) yaitu kemampuan perlindungan terhadap UVA. Sering digunakan di Jepang dan Korea. Sistem PA ini dibuat berdasarkan metode PPD.

PA++++ = PPD di atas 16 very high

PA+++ = PPD di atas 8 high

PA++ = PPD 4-7 mderate

PA+ =PPD 2-3 low

Sebenarnya ada satu lagi jenis patokan yaitu Boot Stars Rating System ( sering digunakan di UK(inggris)). Yaitu sistem rating 5 bintang seperti tabel di bawah ini ( saat ini sudah jarang digunakan) :

Screenshot_20180603-160205_1.jpg

Jadi dalam pemilihan sunscreen pilihlah sunscreen yang bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap keduanya (UVA dan UVB) . Misalnya pilih sunscreen dengan label spf 30 dan PA++++

2. Secara internasional penggunaan sunscreen yang dianjurkan adalah 2 mg/cm2 atau 1/2 sendok teh (2.5 ml) untuk setiap area wajah, setiap lengan, leher dan telinga dan 1 sendok teh (5 ml) untuk tungkai bawah, bagian badan depan dan bagian badan belakang serta harus di oleskan merata ke kulit.

3. Gunakan sunscreen 15-30 menit sebelum terpapar matahari

4. Ulangi pemakaian sunscreen dengan jumlah yang disebutkan di atas (2 mg/cm kuadrat) setelah 2 jam terpapar matahari langsung, namun ada juga ahli yang merekomendasikan mengulangi pemakaian sunscreen 15-30 menit setelah terpapar matahari langsung karena efektivitasnya dapat berkurang.

5. Pakailah sunscreen kembali apabila anda berkeringat, atau bagian tubuh anda terkena air, atau sunscreen yang telah dipakai tersapu oleh handuk, tissue, pakaian atau terkena gesekan tangan sendiri misalnya.

6. Gunakanlah sunscreen di pagi, siang, sore hari baik anda di dalam ruangan maupun di luar ruangan ( karena radiasi juga mampu menembus ke dalam ruangan anda).

7. Gunakanlah sunscreen tanpa mengenal musim. Baik musim dingin, bersalju, berawan, musim semi, musim gugur, walau tidak panas namun ingatlah matahari tetap bersinar.

8. Walaupun kamu sudah menggunakan sunscreen dengan spf tinggi dan mampu menangkal UVA dan UVB bukan berarti kamu terlindungi 100% dari sinar UV, oleh sebab itu jangan terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari langsung ya..

9. Walaupun kamu sudah menggunakan foundation yang ada kandungan SPFnya , kamu tetap harus menggunakan sunscreen khusus untuk perlindungan ekstra.

10. Mereka dengan kulit gelap tetap perlu sunscreen ya. Karena walaupun gelap, tetap saja sinar UVA bisa menembus kulitmu. 😉

demikian penjelasan saya mengenai sunscreen. Semoga bermanfaat. Ke depan saya akan menjelaskan mengenai sunscreen mineral dan non mineral serta pemilihan sunscreen wajah yang tepat untuk mereka dengan jenis kulit tertentu.

Sumber :

Fitzpatrick’s dermatology in general 6th edition volume 1: 2013

Donglikar MM and Deone Sl. Sunscreen overview . Pharmacojn J. 2016 :171-79

EPA. 2006. The burning Facts. US environmental protection Agency

Osteewalder U, Sabin M and Herzog B. Global state of sunscreen . Photodermatol photoimmunol Photomed 2014 :30:62-80

Schzika S. Sun protection factor meaning and controversies . AN DERMATOL . 2011 : 86(3) :507-15

Baki G and Alexander K .2015. Introduction to cosmetic formulation and technology. WILEY.NEW JERSEY