Assalamualaikum..
menyambung tulisan di part 1 kemarin, saya ingin melanjutkan ke part 2. Jika di part 1 banyak membahas soal persiapan secara internal orang tua kepada anak, maka di part 2 saya akan menulis rangkuman ulasan ketika orang tua Musa menjelaskan. Berupa tanya jawab dari para hadirin.

Fyi, La Ode Musa adalah pemenang pertama lomba hafiz cilik Indonesia yang di pandu oleh Irfan Hakim, dan menjadi Juara 3 lomba Hafidz tingkat International.



Bagaimana mulai memperkenalkan Musa pada Alquran?

Musa mulai di perkenalkan huruf hijayah sejak usia Batita. saat itu cara yang di gunakan adalah dengan menulis satu huruf hijayah agak besar di kertas warna origami. Lalu setiap huruf hijayah tadi di letakkan di tempat-tempat yang mudah di lihat seperti di pintu, di dinding, atau di tempat lainnya yang sering ia lihat. hal ini sepertinya mudah kita terapkan ya Buibu.

Bagaimana metode yang di gunakan Musa saat menghafal

Musa menggunakan metode hafalan bibir. Yaitu bibir orang tua memandu untuk mengucapkan. Apabila lupa Musa melihat gerakan bibir orang tuanya akan langsung ingat.

Menurut saya pribadi, saya agak kesulitan mengikuti metode ini. Karena metode yang di gunakan Musa ini pastinya orang tuanya lebih dahulu menjadi penghafal Quran sementara saya hafalannya masih minim. Hehehe.. Ya iya sih bukan salah metodenya. Hanya saya-nya gak bisa menerapkan cara yang sama.

Baca Juga : Part 1 tips mengajari anak menghafal Alquran ala La Ode Musa

Bagaimana agar hafalannya tidak hilang?

tentu saja jawabannya adalah dengan Murojaah, sering mengulang akan membuat anak selalu ingat. Juga menggunakan hafalan tsb dalam solat. Dan tetap menerapkan tips menjadikan anak penghafal Quran seperti yang saya share di part 1 sebelumnya di link diatas. 

Bagaimana mengajarkan anak menghafal Alquran jika ibunya bekerja

ayah Musa mengatakan, bahwa apapun yang di kerjakan Ibu, carilah waktu untuk bisa mengajarkan anak menghafal alquran terutama di waktu-waktu anak terbaik untuk menghafal dengan mudah dan cepat. Intinya yang saya tangkap itu, sesibuk apapun Ibu bekerja, bila ingin anak menjadi penghafal Quran tentu saja harus memberikan effort lebih dengan mengusahakan untuk tetap bisa mengajari anak.

Musa memiliki waktu terbaik untuk menghafal ketika pagi hari setelah subuh kalau tidak salah ingat. nah untuk anak Buibu sekalian tentunya lebih mengetahui kapan waktu terbaik untuk mengajarkan anaknya menghafal setelah melalui penelusuran terhadap anaknya ya. intinya sih memang harus gigih ya orang tuanya, kalau ada kemauan pasti ada jalannya. Kalau anak saya sendiri, waktu terbaik Qorira untuk memghafal biasanya setelah ashar dan magrib. Yuk Buibu, kenali waktu terbaik anak untuk menghafal dengan maksimal. 

Bagaimana agar istiqomah dan semangatnya tidak naik turun :
Ayah Musa, Ustadz hanafi lalu mengingatkan bahwa ketika iman atau niat sedang goyah naik turun. kta harus ingat pada pesan besar yaitu "

"Jika Kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar, | Maka kamu harus sanggup menahan perihnya Kebodohan."

~Imam Syafi'i~

Dengan begitu biasanya semangat dan keimanan bisa bangkit lagi. sebenarnya goyah keimanan dan niat istiqomah itu bisa datang darimana saja dan kapan saja, hanya saja memang untuk niat baik seperti menjadi penghafal alquran ini pasti tantangannya lebih besar lagi. jadi sebelum memulai menghafalkan ke Anak, siapkan juga mental orang tuanya untuk terus semangat.

Bagaimana agar anak zaman Now bisa seperti Musa:
Pada saat pertanyaan ini, sempat Host acara merasa heran, karena pada dasarnya Musa pun termasuk anak zaman Now karena sekarang masih kecil. Dan di sambut tawa renyah para hadirin saat itu. Ketika host bilang "anak zaman Now itu seperti apa? Kan Musa juga anak zaman Now bukan zaman Old" hehehe.. Betul juga ya.

Jawabannya tentu mudah, yaitu tergantung bagaimana orang tua mengarahkan dan istiqomah. Karena pada dasarnya semua anak bisa seperti Musa.  Musa pun mengalami segala kesulitan yang di hadapi anak zaman Now dan ternyata Musa berhasil. Jadi anak lain pun pasti bisa seperti Musa

Alhandulillah Qorira bisa foto Bareng Musa
Semoga ketularan jadi Hafidzah juga

Nah sekian dulu sharing saya tentang belajar bersama hafidz cilik La Ode Musa, semoga tulisan bermanfaat ya