Semua  Ibu di zaman sekarang pasti setuju bahwa tantangan berat di dapur bukan hanya memasak makanan sehat, melainkan memasak enak. Karena makanan sehat belum menjamin makanan akan di makan lahap dan memenuhi kebutuhan tubuh dengan tepat. Sedangkan makanan enak sudah pasti dilahap dengan semangat, meski kadang tidak sehat. Lalu bagaimana agar bisa memasak makanan enak dengan tetap mencukupi semua kebutuhan gizi dalam tubuh jika Ibu tidak pandai memasak?


Untuk wanita seperti saya, yang kemampuan memasaknya pas-pasan, bisa memasak enak saja sudah pencapaian luar biasa. Apalagi kalau bisa memasak enak sekaligus sehat, dan praktis cepat saji, tapi rasanya itu sulit sekali terwujud. Saya yang baru mulai memasak ketika sudah menikah, sangat terlambat untuk belajar, di tambah lagi karena tidak memiliki passion di dapur, untuk yang satu ini kemungkinan banyak juga loh yang mengalami, ya kan..? Yang namanya kegagalan, sering sekali terjadi. Untungnya suami selalu mengatakan dengan kelembutan ketika keasinan, hambar, tidak ada rasanya, kenapa rasanya begini, kenapa bentuknya begitu, dan berbagai keanehan lainnya.

Patah hati? tentu saja, tapi untuk menyerah? tidak bisa. Ya, saya tidak punya pilihan menyerah untuk kategori memasak. Tidak mungkin akan beli makanan di luar terus, dan tidak mungkin juga bertahan dengan kegagalan memasak tadi. Hayo siapa yang pernah mengalami seperti ini? 

Bulan berlalu tahun berganti, kemampuan memasak saya sedikit meningkat. Percayalah, saya sudah berguru dengan chef, nenek, mbah, youtube hingga buku resep namun dengan takaran yang sama entah kenapa rasanya punya saya jarang sekali sukses. Sampai saya pernah berpikir, mungkin tayangan di youtube itu hanya pura-pura bilang enak. Mungkin yang di buku resep dan website itu hanya fotonya yang menggiurkan. Saya benar-benar pernah merasa jadi orang yang sepertinya tidak punya bakat memasak. Entah apa yang salah dari cara saya meniru para ahli memasak tersebut. 

Tentang makanan sehat, bagaimana bisa saya memasak makanan sehat sedangkan membuat masakan enak saja saya masih sering gagal. Tetapi ketika saya sedang hamil anak pertama, kebutuhan makanan sehat, cepat saji dan enak semakin mendesak. Tentu saja sehat untuk kebutuhan janin, sedangkan enak untuk kebutuhan saya yang seleranya berubah-ubah saat hamil dan harus cepat saji supaya saya tidak lelah memasaknya.

Sampai akhirnya saya menemukan produk So Good, dimana saya menemukan semua kebutuhan saya terpenuhi disana. yakni, makanan enak, gizi terpenuhi dan memasaknya mudah. Saat itu, produk awal saya mengenal So good adalah produk siap masaknya seperti nugget ayam, sausage, dimsum, dll. Saya sangat terbantu sekali saat itu karena dalam kondisi hamil dan saya bisa memasak yang pas dengan selera saya dan suami. Lalu setelah kenal so good juga, suami jadi jarang memberi komentar tentang masakan saya, dan menyantap lahap setiap yang saya masak.

Ternyata, memasak yang enak itu membawa mindset baru di kepala saya, sehingga meskipun yang enak adalah so good-nya, tetapi akhirnya masakan saya yang lain juga perlahan-lahan menyesuaikan. Pelan tapi pasti, akhirnya saya bisa memasak sayurnya dengan lebih baik. Membuat sambal pun, sudah bisa dinikmati seluruh keluarga tanpa kritikan setelah sekian kali trial and error. Akhirnya.. Tercapailah harapan bisa membuat makanan sesuai menu piring seimbang yang sehat dan lezat rasanya.

Saat ini jika di tanya tentang memasak makanan sehat saya sudah bisa menjawabnya, makanan sehat adalah makanan yang memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Bisa memasaknya? bisa donk. sekarang saya bisa menjawab seyakin itu. Gizi seimbang adalah gizi yang sesuai dengan kebutuhan gizi tubuh manusia setiap hari yang terdiri dari lauk pauk, karbohidrat, sayur mayur, buah dan tentu saja air putih. dan masakan saya sekarang, sudah bisa memenuhi semuanya dengan baik.

Jika pada tahun 1955 Prof. Poerwo Soedarmo memperkenalkan konsep 4 sehat 5 sempurna pada masayarakat Indonesia sebagai pedoman gizi terbaik, lalu apa bedanya dengan Menu Gizi Seimbang? tentu saja beda. Banyak yang mengatakan bahwa 4 sehat 5 sempurna sudah tidak sesuai diterapkan saat ini, lebih cocok menerapkan pola gizi seimbang. Sebenarnya bukan tidak sesuai, melainkan di sempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS). kalau dulu yang penting harus ada lauk, sayur, karbo, buah dan di sempurnakan dengan susu, maka pada PGS semuanya tidak hanya menyodorkan makanan, melainkan membaginya menjadi persen kebutuhan tubuh, yaitu ;
  • 15% protein
  • 15% buah
  • 35 % sayur 
  • 35% panganan sumber karbohidrat
  • 8 gelas air putih
Menu Piring Gizi Seimbang (source: so good)

Perbedaan lainnya adalah, dalam PGS, susu tidak lagi di kategorikan sebagai 5 sempurna seperti dulu melainkan masuk dalam golongan lauk pauk karena mengandung protein hewani. Sedangkan 5 sempurna untuk PGS adalah air putih. Ya, air putih adalah faktor penting juga dalam gizi seimbang dengan kebutuhan 2 liter perhari.

Dan terakhir adalah pengelompokkan persen kebutuhan tubuh. Kalau dulu yang penting ada nasi, lauk dan sayur dengan komposisi bebas. Umumnya orang lebih banyak menyantap nasi dan lauk, dengan sedikit sayur. Dengan  metode piring gizi seimbang, telah di sempurnakan bahwa kebutuhan sayur dan karbohidrat harus sama banyaknya. Begitupun jumlah lauk, wajib 15% ya.

Nah, ketika berproses menjadikan diri saya lebih lihai menyajikan Piring Gizi Seimbang, duh tolong jangan di bully karena saya menyebut diri saya lihai, ini lihai ala saya sendiri, alias lebih lihai daripada saya yang dulu, bukan lihai ala chef, hahaha (baru bisa masak ayam So Good saja sudah bilang lihai, sementara jika disuruh memasak yang lain belom bisa).

Ternyata So good pun terus berinovasi dengan produk-produknya untuk menunjang kinerja ibu-ibu di dapur agar memasak lebih variatif namun tetap mudah dan cepat memasaknya juga makin bergizi. kini, So good hadir dengan logo dan slogan baru. So good telah menanggalkan slogannya yaitu So good is very good, kini menjadi "Lebih Baik So Good" dimana slogan yang kini menggunakan bahasa Indonesia, menjadi makin jelas maknanya yaitu menyediakan kebutuhan gizi dan kelezatan yang lebih baik dalam setiap masakan. Slogan ini menjadi komitmen yang di berikan so Good pada seluruh konsumennya.

Sedangkan untuk logonya, selama 19 tahun So good menemani konsumen Indonesia, So Good tetap mempertahankan warna hijaunya sebagai warna utama yang menandakan So good terbuat dari bahan baku segar dan terbaik. Tambahan warna emas di lingkaran logo baru menandakan So good memberikan kualitas terbaik untuk konsumennya. Lalu bila di amati, ada yang berubah pada gambar pada logonya. yang memiliki simbol-simbol yaitu berbagai hewan yang mewakili protein hewani, berbagai alat   masak yang menandakan produk so good bisa di masak berbagai cara, simbol topi koki yang menandakan kelezatan sehebat koki dan terakhir simbol jempol, memberikan makna kelezatan pada tiap produknya.

Nah yang palling saya suka tentu saja inovasi produknya, selain yang siap masak, kini juga ada yang siap olah yaitu Ayam potong paha dan dada premium, ayam potong daging sup, ayah utuh dan ayam potong berbumbu. Dan saya sudah mencobanya untuk berbagai masakan saya, seperti yang ada pada gambar masakan di atas. Untuk ayam siap olah ini cocok nih buat Ibu-ibu yang pinter masak. Karena bisa di macem-macemin.

Saya paling suka beli yang ayam potong berbumbu dan ayam potong dada dan paha premium untuk saya stok di kulkas buat masak sop atau soto. Anak-anak saya doyannya makan paha karena ketularan upin ipin, sedangkan suami saya suka makan dada ayam jadi biasanya saya bisa dengan mudah memasaknya menjadi ayam kecap, opor ayam, soto ayam, dsb. Sedangkan ayam berbumbu biasanya untuk menu ayam goreng dengan bumbu rempah yang sangat praktis buat sarapan pagi atau bekal anak sekolah.

Kembali ke topik makanan sehat, begini cara saya menyajikan makanan sehat kepada keluarga dengan "Menu Piring Gizi seimbang" dimana masakan ini saya buat dengan cepat dan praktis untuk di sajikan. Tentu saja karena saya dengan anak 3 saat ini, tanpa asisten, saya haruslah sanggup membuat masakan yang sehat, enak dan praktis agar tidak memakan banyak waktu di dapur.


Contoh Menu Piring Gizi Seimbang ala saya
Bersama So Good Ayam potong dada dan paha

Dalam gambar ini, masakan saya cukup sederhana, yaitu Cah Pokcoy di tambah ayam goreng dari So Good ayam potong segar, nasi hangat dan 1/2 biji jambu crystal. Sangat sederhana dan cepat. memasak nasi dengan rice cooker, memasak sayur tidak sampai 5 menit, di tambah dengan Ayam So good yang praktis. Tentu saja untuk tetap mempertahankan gizi seimbangnya, jangan di masak terlalu lama agar tidak rusak gizinya. Walau menu dan bumbu masaknya sangat sederhana, yang utama adalah menu ini sudah memenuhi kaidah penyajian menu piring seimbang karena di sajikan dengan persen yang pas.

Untuk yang memang ingin praktis karena belum bisa masak sama sekali, saya sarankan seperti saya dulu, yaitu menggunakan So good siap makan atau So good siap masak. Praktis tinggal goreng atau rebus. Namun, jika punya waktu lebih banyak dan sudah mulai bisa meramu bumbu, bisa seperti saya menggunakan So good siap olah. Seperti So good ayam potong yang saya gunakan untuk menu piring gizi seimbang saya itu. So good inilah penolong ibu-ibu yang tidak pandai memasak karena praktis dan cepat saji, dan pastinya rasanya enak. Ibu-ibu akan punya lebih banyak waktu untuk memasak pelengkap makanan lainnya atau bahkan punya waktu extra untuk istirahat, tidak harus lama-lama di dapur, bukan?

Sajian ini saya buat untuk makan siang, tapi makanan ini juga cocok untuk makan malam, tidak terlalu berat karena tidak terlalu banyak bumbu untuk ramuannya. Saya memang menyebut bumbu sebagai ramuan karena racikannya yang cukup rumit dan butuh waktu lama bagi saya menguasainya. sedangkan untuk sarapan saya lebih suka So good chicken nugget dan sausage, lebih praktis untuk sarapan.

Oh iiya, untuk para orang tua yang fokus dengan makanan sehat, jangan khawatir. So good ini tidak menggunakan pengawet loh. Karena penyimpanannya sesuai dengan suhu penympanan terbaik, maka so good bisa awet cukup lama hanya dengan mengkondisikan penyimpanan dengan benar. jadi jangan khawatir dengan makanan instan yang satu ini.

Satu hal yang saya sangat syukuri adalah ketiga anak saya, tidak susah makan. Sayur dan lauk apa saja yang saya masak oke. Jadinya menambah kepraktisan saya dalam memasak karena tidak pusing memikirkan untuk ganti-ganti bahan. Sepertinya anak-anak saya maklum sekali dengan Mamanya yang tidak ada asisten dan tidak pandai memasak ini dengan tidak pilih-pilih makanan. Ya iyalah, mungkin kalau pilih-pilih makanan jadinya malah lapar sendiri.

Bahkan si bungsu yang masih 22 bulan pun makan dengan lahap, selama sayurnya empuk seperti jenis daun-daunan dan sop-sopan. Yang sulit di kunyah biasanya jenis kacang panjang, buncis, dan kecambah. Jadi sudah gampang karena tidak banyak yang dihindari. Ditambah dengan so good yang semuanya empuk, anak-anak bisa makan dengan mudah.

Saya mempercayakan pada So good untuk produk olahan yang saya beli, karena saya yakin produk sangat terjada kualitasnya, sehingga protein di dalamnya tetap terjaga dengan baik hingga sampai di dapur saya. Saya termasuk yang sangat fokus untuk kebutuhan protein ini, pasalnya protein sangat di perlukan untuk sumber energi, produksi hormon, memelihara dan mengganti sel tubuh yang rusak dan berbagai fungsi lainnya yang sangat penting.

Jadi saya pastikan protein keluarga saya terpenuhi dengan baik dengan protein dari So good. selain itu terkadang saya melengkapinya dengan tahu, tempe ataupun telur untuk kebutuhan keluarga.

Nah, ternyata yang utama bukan seberapa rumit cara memasaknya bukan? yang penting adalah enak dan bergizi. Anak-anak saya tentu saja yang penting masakannya enak pasti mau makan sementara soal gizi, saya telah memilihkan yang terbaik. Saya selalu memasak sayur dari sayuran segar, saya selalu mengusahakan agar sayur tidak di panasi, melainkan saat masak langsung sajikan. Saya selalu membuat sayur dengan variasi warna, karena semakin bervariasi semakin lengkap gizinya.

Setiap warna sayur memiliki kandungan masing-masing yang sangat bermanfaat untuk tubuh terutama kebutuhan anak-anak saya yang masih masa pertumbuhan. biasanya sayur yang saya beli berupa sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan kacang panjang. sedangkan warna selain hijau, saya penuhi dari wortel, labu, tomat, kembang kol, dsb. sementara untuk kentang dan jagung, meski termasuk dalam golongan karbo, saya sering menambahkannya juga dalam sup ayam atau perkedel.

Dari menu piring gizi seimbang tersebut tidak lupa saya menambahkan air putih setiap makan, agar memenuhi semua kebutuhan harian tubuh dan mengeluarkan racun-racun yang terserap tubuh melalui berbagai racun di luar sana. Tidak cukup disitu saja untuk makanan dengan menu gizi seimbang, tetapi juga di tambah dengan olahraga, menjaga kebersihan dan istirahat yang cukup. Olahraga biasanya juga saya tidak mencari yang susah, cukup jogging atau olahraga ringan di rumah minimal 3x seminggu, kebersihan saya jaga dengan menjaga barang-barang yang di pakai agar selalu higienis dan tidur cukup minimal 6-8 jam perhari.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semua orang yang ingin membuat menu sehat tapi mempunyai keterbatasan skill dalam memasak, ibu-ibu, cowok-cowok, anak kos, pelajar, yang memang belum lihai memasak. Sekarang bisa membuat menu sehat bersama berbagai produk So Good.



Artikel ini akan diikutsertakan di dalam 
Lomba Blog Kreasi Menu Gizi Piring Seimbang So Good
Blogger Perempuan dan So Good Indonesia