Sabtu sore, saat menjemput ananda dari asrama sesuai jadwal liburnya ternyata dia mengeluh sakit mata.
Kelopak mata kanannya agak membengkak dan matanya pun memerah. Waktu itu baru satu mata yang nampak radang. 
"Ketularan sakit mata, Mi. Teman-teman yang lain juga ada yang tertular.  Jadi hari ini Vici nggak ikut berenang. Istirahat seharian," cerita ananda saat itu.

Begitu sampai di rumah dan mendrop  ananda plus barang -  barang  bawaan , aku pun cuuss  ke mini market membeli tetes mata khusus untuk mata radang merek V****e. H arganya sekitar Rp.15.000'an.Selain itu sambil googling juga nih nyari info tentang sakit mata menular , supaya bisa ambil tindakan segera untuk ke dokter mata atau nggak.


Begitu googling, ternyata sakit mata yang menular ini punya nama keren yaitu konjungtivitis (conjunctivitis)  atau pink eye .
Situs alodokter.com menjelaskan bahwa konjungtivitis adalah peradangan yang terjadi pada konjugtiva atau selaput bening yang melapisi bagian depan mata.Saat radang,bagian mata yang seharusnya putih menjadi merah atau merah muda.  Penyebab dari konjugtivitis adalah bakteri, virus, bisa juga alergi.

Qadarullah, ternyata pada hari Senin, aku pun ikut tertular sakit mata.  Akhirnya, aku pun bisa merasakan gimana menderitanya. Kronologis radang awalnya terasa sakit dan gatal pada ekor mata sebelah kanan. Kulihat di cermin, masih tidak ada yang aneh pada mata. Tapi lama-kelamaan akhirnya memerah pada bagian putih mata disertai rasa sakit & terus-menerus berair. Saat bangun tidur pun sulit  membuka kelopak mata akibat belek / tahi  mata . Apalagi saat sujud di waktu sholat, Subhanallah, mata yang radang luar biasa sakitnya dan seperti ditarik keluar dari kelopak.

Sebelumnya aku juga googling, apakah peradangan konjungtiva ini harus dibawa ke dokter. Bisa saja dibawa ke dokter bila kita memerlukan obat tetes mata & oral yang keduanya mengandung antibiotik. Tentunya perlu resep dokter untuk menentukan dosis dari obat antibiotik.  Untuk kasus yang menimpaku & anakku ini, aku hanya mengompres kelopak mata yang meradang dengan air hangat & meneteskan obat mata tetes sesuai dosis (sebanyak 2/3 kali sehari).  Alhamdulillah, yang awalnya harus menahan perihnya radang yang luar biasa & kontinyu selama beberapa jam dan lambat-laun sakitnya kadang datang & pergi akhirnya sembuh total kira-kira  5  hari kemudian.
Untuk mengatasi rasa perih pada mata saat sujud, biasanya mata kupejamkan.Rasa sakitnya memang agak berkurang.

Maunya begitu sembuh, langsung nge-posting tentang pengalaman sakit mata ini tapi keburu berbagai macam kesibukan menyerbu. Mulai bantu-bantu emakku beberes di rumah karena baru mantenan.Adekku nikah + resepsi di hari Minggu.Juga menyiapkan segala macam keperluan ananda untuk kembali ke asrama.