"Perutku dulu tak begini" pernah dengar ucapan sindiran ini? Perut buncit adalah momok untuk sebagian orang. Rasanya gak ikhlas banget kalau punya perut buncit. Ya jelas, selain tidak sehat memiliki perut buncit sangat mengganggu penampilan kita. Dan hal ini berlaku untuk pria atau wanita.

Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal baik pria atau wanita rela melakukan hal apa saja seperti yang tidak biasa bangun pagi untuk olahraga, demi mendapatkan perut idaman, kita bangun pagi datang ke tempat gym. Atau untuk kaum hawa melakukan diet ketat agar mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Tidak hanya unsur estetika saja, tumpukan lemak yang berlebihan di area perut dapat memicu timbulnya berbagai risiko penyakit. Sebut saja penyakit jantung koroner dan diabetes tipe dua. Perut buncit sendiri disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

Sampai disini sudah jelas dong ya poinnya apa. Selain pola hidup sehat, asupan yang kita makan juga sangat berperan penting. Gak mau dong sudah capek-capek olahraga hidup sehat tapi ternyata perut buncit belum juga musnah.

Nah makanya biar kita bisa membereskan perut buncit ini, jangan lupa juga kita harus memperhatikan makanan apa saja yang bisa membuat perut buncit. Lest start!

1. Gorengan

Salah satu makanan yang sangat sangat sangat mudah sekali kita dapatin ya, dan enak. Rasanya jarang sekali aku ketemu dengan orang yang tidak suka dengan makanan ini. Mungkin dari 10 orang hanya 1 yang tidak suka.

Gorengan memang makanan sederhana tapi nikmatnya dunia akhirat. Bingung ga tuh. Dibalik nikmatnya gorengan, ternyata ada banyak bahaya yang mengintai tubuh. Berikut penjelasan singkatnya.

Pertama, proses pembuatannya dengan menggunakan minyak goreng yang dipanaskan. Minyak goreng yang berlebihan membuat makanan gorengan mengandung lemak jahat dan kolesterol jahat. Kedua, minyak goreng mengandung banyak kalori. Dalam satu sendok makan saja, minyak goreng mengandung 117 kalori.

Padahal saat membuat gorengan, tentu tidak membutuhkan minyak goreng sebanyak satu sendok makan saja. Adanya lemak jahat, kolesterol jahat, dan banyaknya kalori dapat memicu adanya obesitas, tak terkecuali timbunan lemak di area perut.

So, buat yang masih suka makan gorengan dan sering ngeluh perut buncit. Please hentikan deh keluh kesahnya kalau belum bisa menghindari makanan ini, at least kita kurangi deh yang biasanya tiap hari mungkin bisa dicoba seminggu 2 kali aja, dan terus ditingkatkan sampai akhirnya kita bisa berhenti total makanan ini.

2. Makanan yang Manis

Donuts dan cake adalah salah satu dari sekian makanan yang paling sering kita jumpai setelah gorengan. Gak cuma bentuknya aja yang menggoda, rasa manisnya juga membuat kita pengen makan terus.

Kandungan gula menyebabkan rasa haus secara terus menerus dan mengganggu sensor kenyang. Inilah sebabnya mengapa saat ngemil ingin terus menerus tambah sebelum habis. Sensor kenyang yang terganggu tentu membuat seseorang terus menerus lapar, sedangkan tubuh sudah mendapatkan asupan makanan yang cukup. Tentu makan berlebihan menjadi penyebab utama kegemukan. Apalagi timbunan lemak disana-sini, terutama di area pinggang.

Lho tubuhkan butuh gula. Yaps, memang benar tubuh kita membutuhkan gula untuk diproses menjadi energi. Tapi gak kebanyakan juga. Karna kalau kandungan gula terlalu banyak dalam tubuh juga gak baik, iya kalau kita banyak banget membutuhkan energi karna aktifitas yang padat banget tapi kalau lagi ga banyak kegiatan cuma diam-diam aja kadar gula yang berlebih itu bisa menjadi lemak.

Ingat ya setiap orang itu membutuhkan kadar gula yang berbeda-beda. Tergantung berat badan dan aktifitasnya. Jadi kita bisa menyesuaikan deh buat diri kita seberapa banyak gula yang pas untuk di konsumsi. Lagian nasi putih aja udah ada gulanya, so kita gak akan kekurangan gula. Lebih baik mengurangi konsumsi yang manis-manis.

3. Junk Food

Tidak hanya restoran makanan cepat saji. Snack ringan kemasan seperti keripik kentang dan snack yang pedas memang enak di lidah. Apalagi jika terasa gurih, asin, dan pedas. Namun perlu hati-hati. Snack dalam kemasan tersebut bukan berarti bebas bahan pengawet. Apalagi kandungan gula dan garam didalamnya yang cukup tinggi. Selain kurang menyehatkan, snack kemasan kaya kalori yang membuat berat badan menjadi semakin bertambah.

4. Makanan Kaleng

Bagi anak kos dan pekerja urban, kebutuhan daging dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan kaleng karena kepraktisannya. Ingin makan sejenis olahan ikan? Tinggal tuang ke dalam penggorengan. Atau, membuat nasi goreng sederhana dengan campuran cornet beef yang dapat ditemukan di supermarket.

Namun satu hal yang perlu diperhatikan. Dalam satu kaleng sarden mengandung 61 mg Sodium. Sedangkan cornet beef kalengan mengandung 1134 mg Sodium. Tentu banyaknya kandungan garam atau Sodium dapat mengakibatkan tumpukan lemak di area perut.

5. Pop Corn

Pop corn memang camilan paling asyik buat teman nonton film dan nonton bola. Camilan berbahan jagung ini volumenya akan berkembang 3-4 kali lipat. Pop corn terbuat dari jagung yang telah diolah dan dimasak dalam panci kecil yang diolesi mentega.

Pop corn yang sudah jadi pada umumnya diberikan tambahan bumbu aneka rasa. Teksturnya yang ringan dan berbumbu membuat siapapun yang memakannya jadi ketagihan. Namun, selalu waspada, mengkonsumsi pop corn berlebihan membuat perut jadi buncit.

Menurut Cynthia Sass, R.D penulis buku Slim Down Now: Shed Pounds and Inches with Real Food, Real Fast, mengkonsumsi 3-4 cup pop corn memiliki kandungan karbohidrat setara dengan sepotong roti. Dengan volumenya yang banyak, tentu pop corn yang dimakan dapat memenuhi ruang perut dengan banyak kalori.

6. Pizza

Makanan khas Italia dengan roti yang lembut dan topping aneka varian seperti jamur, keju, dan daging ini memang banyak digemari. Apalagi saat nongkrong rame-rame, satu porsi pizza bisa dimakan oleh 2-8 orang tergantung ukuran. Ditambah lagi saat sedang malas keluar, jadilah makan malam digantikan oleh pizza yang dipesan lewat ojek online.

Ternyata, pizza termasuk salah satu jenis makanan yang wajib diwaspadai porsi konsumsinya. Sebab, dalam satu porsi pizza daging misalnya, terdapat 17 gram lemak dan 750 gram Sodium. Memang mengenyangkan dan nikmat di lidah. Namun, kandungan garam, gula, dan lemaknya membuat perut jadi penuh dan jengah.

7. Brokoli dan Jenis Sayuran Cruciferous

Brokoli, kembang kol, dan kubis merupakan jenis sayur mayur yang termasuk dalam kelompok tanaman Cruciferous. Sering dijumpai pada sup dan jenis masakan tumis, sayur-sayuran ini memang nikmat untuk disantap. Apalagi banyak kandungan vitamin dan serat yang diperlukan untuk tubuh. Seperti vitamin C, vitamin K, zat besi, dan folat.

Namun, brokoli mengandung sejenis karbohidrat yang dinamakan raffinose dan fruktan. Fruktan sendiri merupakan polimer fruktosa, dengan rantai lebih kecil dibandingkan dengan polimer glukosa dan pati. Kandungan fruktan dapat menyebabkan adanya banyak gas di perut sehingga perut menjadi kembung. Begitu pula dengan raffinose, mengandung banyak gas dan membuat perut jadi buncit.

8. Jamur Kancing

Jamur kancing termasuk salah satu bahan makanan pelengkap yang dapat menambah cita rasa. Misalnya saja pada makanan jamur kancing crispy dan tumis jamur kancing pedas saus tiram. Jamur kancing mengandung vitamin B6, Zinc, Riboflavin, Potassium, zat besi, dan lain-lain. Namun, jamur ini juga mengandung polyols, sejenis gula yang sulit dipecah dan dicerna dalam tubuh. Asupan gula yang berlebih tentu membuat tubuh menjadi gemuk, tak terkecuali di area pinggang, paha, dan perut.

9. Krimer Kental Manis

Krimer kental manis sering dijadikan sebagai campuran dan pelengkap makanan dan minuman. Sebut saja roti bakar, martabak manis, hingga bahan pelengkap es teler dan es buah. Meski mirip, krimer kental manis bukanlah susu dan banyak mengandung gula.

Krimer kental manis dijadikan sebagai pelengkap sajian sih tidak apa-apa. Namun, jika dikonsumsi rutin secara harian, dapat memicu adanya obesitas dan diabetes. Supaya tidak menyebabkan adanya penumpukan lemak, ganti konsumsi krimer kental manis dengan susu bubuk atau susu cair yang disesuaikan dengan usia.

10. Mie Instan

Mie instan adalah makanan penyelamat saat akhir bulan. Selain rasanya enak, mie instan kaya akan rasa dan praktis dalam membuatnya. Namun jika diperhatikan, sebungkus mie instan mengandung sodium sebanyak 800-1100 mg. Tentu jumlah sodium dalam sebungkus mie instan tentu sudah sangat mencukupi 50% kebutuhan sodium harian kita.

Sedangkan standar konsumsi Sodium yang diperbolehkan dalah 1500-2300 gram. Bayangkan jika kita mengkonsumsi mie instan setiap hari, bahkan dua kali sehari. Tentu akan banyak Sodium yang terserap dalam tubuh dan membuat ginjal akan bekerja lebih keras. Selain itu, tumpukan Sodium yang berlebihan dapat membuat perut jadi buncit. 

Nah gimana penjelasan diatas? udah makin paham dong ya, kenapa sih perut kita masih aja buncit?Kalau sudah paham masalahnya apa, sekarang kamu bakal lebih mudah untuk menemukan solusinya. Buat kamu yang pengen tahu cara mengecilkan perut buncit secara detail, kamu bisa liat artikelnya di OhGitu.

Supaya berat badan ideal dan perut tak buncit lagi, perpaduan antara olahraga rutin dan mengkonsumsi makan makanan sehat menjadi langkah awal yang wajib dilakukan. Sebagai gantinya, kita bisa mengkonsumsi buah-buahan segar dengan banyak serat dan memiliki kandungan gula alami. Untuk asupan lemak, ganti saja dengan lemak nabati, atau mengkonsumsi bagian daging tertentu yang lebih rendah lemak.