Assalamu'alaikum....

Dua pekan sebelum puasa rasa-rasanya panas matahari sangat membakar kulit. Melirik informasi suhu dan cuaca di gadget saya ternyata suhu saat itu antara 34 -  36°C.

Errrr, bisa nebak kan apa yang terjadi? Kulit saya jadi rewel, mulai dari kering tapi oily (dan sekarang aku baru tau istilahnya, yaitu kulit yang sedang dehidrasi), wajah kusam, sampai warna kulit yang tidak merata.

Kalo kalian gimana?

Saya sebagai perempuan yang sudah tobat dari masa lalu nan kelam terkait pengabaian skincare ((( Tobat?? Masa lalu kelam?? 😅))) menjadi lebih aware dan bertanya-tanya, "Kulit aku kenapa?  Butuh apa lagi ya? Skincare ku yang ada masih kurang?"

Hingga akhirnya, di grup blogger daerah kami, Female Blogger Banjarmasin, sedang heboh membahas tentang sun protect a.k.a - also known as- sunblock dan sunscreen.

Penting ya pakai sun protect? Kan biasanya di pelembab juga sudah ada SPF nya?

Saya masih belum goyah dengan pendirian 'tidak usah pakai sun sun itu lah, kebanyakan skincare ini udah, lagian di krim pelembab juga udah ada SPF nya juga'.

Yeah, ternyata idealis saya ga berlangsung lama, langsung ambrol ketika membaca rentetan penjelasan para beauty blogger selanjutnya tentang sunscreen dan sunblock. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli Parasol sore itu, sunscreen yang pertama kali saya baca reviewnya setahun lalu.


Hari itu, saya akhirnya dengan kesadaran diri yang tinggi untuk membelinya, walaupun harganya lumayaaan banget untuk kantong emak.

Kamu, kamu, kamu, yang masih meremehkan sunscreen dan sunblock, yuk mari kita bahas pelan-pelan sambil sama-sama duduk sembari sruput teh hijau  *cieeee *sok cantik *hahaha

Informasi Produk



Nama produk: Parasol Face Sunscreen Cream SPF 33
Netto: 20 ml
Harga: Rp. 65.000 
Cocok untuk: Semua jenis kulit 


Packaging
Seperti yang terlihat di foto, sunscreen jenis ini dikemas dalam sebuah tube dengan tutup ulir. Sebenarnya kurang praktis ya karena saya lebih suka flip top, but it's not a big problem. 

Trus, kalo kalian lihat pada kemasannya di sana akan kalian dapatkan informasi tentang bahan-bahan penyusunnya, bar code, nama perusahaan, netto, klaim,  dan juga - ini yang bikin saya hepi berat- ada label halal MUI nya. Yeaaaaayy....

(maaf yah kardusnya sudah kebuang ga sempat foto)

Banyak yang bilang kemasan Parasol jenis ini lebih mirip kaya salep yang bahannya dari aluminium, mungkin itu keluaran lama ya. Sekarang sih bahannya dari plastik jadi tube Parasol ini ga kempeng walau isinya berkurang, tetap cantik lah difoto walau isinya udah sedikit. Kemasannya sangat travel friendly karena mungil dan anti penyok.

Bahan-bahan

Bisa dilihat di foto kemasan untuk bahan-bahannya. Maaf saya ga rajin nulis 🙈.

Bisa dilihat ya ingredients nya. Apa kamu kenal mereka? Saya sih ga 😂

Aroma, Tekstur, Warna
Kalo dilihat dari ingredients nya yang ga memasukkan parfume maka bisa dipastikan sunscreen ini hampir ga ada aroma apapun, smell-less.

Teksturnya gimana? Ya macam krim biasa aja, ga terlalu kental dan ga runny juga. Tapi yang saya suka banget dari krim Parasol ini karena dia cepat meresap (banget)  dan mudah nge-blend-nya.

Warna cokelat muda, sesuai dengan tone kulit sawo matang orang Indonesia.

Ada white cast ga? Ga kan. Ini enak banget di-blend, langsung meresap

Kalo orang-orang bilang setelah apply akan meninggalkan white cast tapi di saya ga, begitu poles langsung meresap sempurna  masuk ke dalam kulit. Mungkin karena sunscreen kali ya dan bukan sunblock.

Eh bedanya apa sunscreen dan sunblock? 🤔 Baca sampai habis ya, gurls, nanti saya kasih tau 😽.

Klaim
Produk ini mengklaim bisa;
1. Melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari
2. Merawat kelembapan dan kelembutan kulit sehingga tetap halus, lembut, dan tidak kering
3. Sebagai alas make-up

Performa
Awalnya saya sudah berpikir bahwa krim SPF ini akan panas, lengket, dan bikin kusam dan berminyak kulit wajah seperti krim ber-SPF yang sudah-sudah (bukan Zalfa ya, kalo yang ga cocok biasanya ga saya review).

Tapi ternyataaaaa saya salah! Seperti yang sudah saya bilang tadi, krim Parasol ini enak banget, karena ketika dioles langsung meresap dan ga ninggalin white cast alias berkas putih. Ga lengket, ga berminyak, ga panas atau kusam setelah memakainya.

Produk ini juga mengklaim bahwa bisa melembutkan dan melembabkan dan itu bener banget karena sunscreen ini juga diperkaya dengan vitamin E dan lidah buaya.

Saya ga pernah pakai fondation kalo bedak-an karena berat dan takut dempul jadi cucok banget lah ketemu sama Parasol karena dia bisa multifungsi, sun protect iya foundie iya. Keren banget.

Ga nutup flek bekas jerawat donk? Ga sama sekali 😁 tapi saya suka karena ringan banget berasa kaya ga make apa-apa. Oya, selain ringan Parasol juga non-comedogenic karena ga mengandung alkohol yang membuat wajah kering. Laff so much.

Ada satu sih yang kurang sebenarnya, dia ga mengandung PA atau protektor khusus untuk UV A. Entah apakah bahan-bahan penyusunnya sudah ada yang bisa menghalau UV A atau ga yang pasti di kemasan Parasol hanya tertulis SPF nya....  karena biasanya yang saya lihat di kemasan sun protect (mau itu sunblock atau sunscreen) selalu ada keterangan "dengan SPF sekian dan PA sekian". Memang sih ada juga yg bilang kalo Titanium dioxide itu bisa mem-proteksi UV A B sekaligus, dan titanium dioxide ada juga di Parasol, saya kurang tau apakah itu cukup atau belum sebagai tameng.

By the way, masih ingat ya yang saya tulis di atas kalo sebelum beli Parasol muka saya mulai kusam lagi dan kering karena terbakar sinar matahari. Nah, sekarang setelah saya rutin makai sekitar 1 bulan berasa cerahan deh. Walaupun sebenarnya fungsi sunscreen ini bukan untuk mencerahkan melainkan sebagai perisai radiasi sinar matahari, dan itu lebih penting mengingat pemanasan global yang terjadi zaman sekarang membuat UV A dan UV B bergentayangan dimana-dimana siap merusak jaringan kulit terdalam kita 👻. Ga tau deh kenapa bisa cerahan. Karena aloe veranya kali yah? Hmmm....

Pros and Cons

Ok, dari review dan observasi yang saya lakukan ada beberapa nilai plus dan minus nya. Apa ya?

Positifnya;
(+) Sudah ada halal MUI nya
(+) Formulanya ringan banget
(+) Kemasan travel friendly
(+) Cepat meresap, ga lengket, ga panas, ga berminyak
(+) Bisa jadi fondie buat yang males make-up an
(+) Ga bikin komedo
(+) Ga meninggalkan white cast
(+) Melembabkan wajah

Kurangnya;
(-) kurang direkomendasikan dipakai bumil karena mengandung 4-methylbenzylidine campor
(-) Ga ada PA-nya

Repurchase? May be yes, may be no. Saya masih mau cari sunscreen yang jelas ada PA nya dan bersertifikat halal MUI. Kalo ga dapat yang lain,  may be balik lagi ke sini, because I do love Parasol, much. 




And now I want to tell you all about sun protect more. I means all about sun protect that I've just already known.

Saya adalah orang yang 2 bulan lalu sangat menganggap sun protect bukan sesuatu yang penting amat. Bahkan, saya lebih memilih serum dan krim anti aging daripada membeli sun protect. Kesalahan ini adalah karena kesalahan mind set di kepala saya. Dan sekarang perlahan-lahan saya mulai paham kenapa sun protect is a must for having. Dibaca baik-baik ya gurls, siapa tau penting juga bagi kalian 😘.

FAQ about Sun Protect

Kenapa harus pakai? 

Karena sinar matahari kita ga hanya mengandung vitamin D yang baik tapi juga ultraviolet A dan B yang jahat yang bisa menciptakan radikal bebas dalam tubuh.

Penuaan dini yang terjadi akibat terpapar sinar matahari tanpa pelindung efeknya jauh lebih cepat daripada gaya hidup dan pola makan yang salah serta polusi yang bertebaran di mana-mana.

Kenapa?

Karena UV A&B bisa memecah kolagen dan menghambat produksi kolagen yang baru terbentuk, yang letaknya ada di bawah kulit, padahal kolagen berfungsi untuk menjaga kelenturan, kelembapan, dan kekenyalan pada kulit. Bisa dibayangkan kalo kolagen dalam tubuh rusak ya? Padahal 75% pembentuk kulit ya kolagen itu. Hasilnya? Keriput, flek hitam bukan sesuatu hal yang mustahil kita temui di usia 30an kalo kita tidak menjaga keberadaan kolagen dalam tubuh kita *ouch nooo

Jadi, sekalipun kamu pakai serum dan krim anti aging yang paling mahal sekalipun tapi kalau ga pakai sun protect, P-E-R-C-U-M-A (Vina Jihan Fahera, beauty blogger di FBB) 

(Astaga, Vina kek ngomongnya ditujukan untuk aku 🙈🙈🙈)

Kapan Dipakainya?

Nah, banyak yang masih awwam tentang sun protect ini termasuk stepnya termasuk saya. Jadi, sunscreen / sunblock ini dipakai pada step skincare terakhir sebelum mulai make-up. Jadi, kalo boleh saya urutkan stepnya, maka urutannya: toner > serum > pelembab > sunscreen / sunblock > make-up.

Kalo mendung, hari hujan, cuma diam di rumah gimana. Tetap dipakai? Kan ga ada matahari?

Yess, tetap dipakai. Mataharinya ga nampak bukan berarti UV A dan UV B nya ga keluar ya, tetep ada Jeng, tetep! 🙀

Kenalan dulu yuk sama bad guys
Sumber: insta stroy Agustine Gozalie


Sun protect dipakainya hanya siang hari ya, kalo hari sudah malam pastikan tidak ada lagi bekas sun protect yang menempel di wajah karena akan menutup pori-pori sehingga akan menimbulkan jerawat.

Siapa yang boleh pakai? 

Mengingat ganasnya efek UV A&B maka yang boleh memakai adalah semua usia, semua kalangan, semua gender. Yes, bahkan anak kecil juga sudah boleh pakai, tapi cari yang khusus buat kids yak.

Sun protect digunakan di area mana?

Semua area badan yang terpapar matahari. Kalo yang saya review kali ini khusus untuk wajah. Ada juga yang buat badan tapi belum pernah nyoba.

Tapi ya tapi, sebenarnya sun protect terbaik itu adalah topi, payung, dan baju, karena sunscreen dan sunblock ini bisa luntur karena keringat atau hujan. Jadi, untuk kaum perempuan yang muslim dan sudah menutup aurat dengan sempurna dari kepala sampai kaki, congrats, you have had a perfect sun protect 👏 but not for your face 😁 So, we still must have another sun protect,  sunscreen or sunblock.

Apa Bedanya Sunscreen dan Sunblock?

Walau ada biuti blogger yang bilang bahwa 2 sun itu ga ada bedanya, tapi hati kecilku mengatakan 2 sun itu pasti berbeda, berbeda dilihat dari susunan kata-katanya. *LoL

*krikkrikkrikkrikkrikkrik 😒

Ok, setelah cari tau lebih banyak lagi ternyata mereka memang berbeda, macam kembar tapi tetap ada bedanya. Mengutip dari insta story Agustine Gozali, seorang WNI, beauty expert, yang tinggal sementara di Kanada, bahwa sun protect itu terbagi menjadi 2, yaitu physical (sunblock) dan chemical (sunscreen). Jadi, dari situ aja kita bisa menangkap bahwa kandungan bahan kimiawi di sunscreen lebih banyak daripada di sunblock.

Sunblock vs sunscreen
Sumber: insta story Agustine Gozalie

Apa artinya SPF 15, 33, 50?
SPF alias Sun Protect Factor adalah serangkaian formula yang digunakan untuk mem-proteksi kulit dari kengerian dampak buruk sinar matahari (kanker kulit, misalnya). Angka di belakangnya itu adalah angka yang menunjukkan seberapa lama dia bertahan melindungi. Rumusnya: angka SPF x 10 menit. Jadi, misal SPF Parasol 33 maka efektif melindungi selama 33 x 10 menit = 330 menit = 5.5 jam

Jadi, artinya jika tanpa berkeringat atau luntur Parasol orange ini bisa tahan 5.5 jam melindungi kita dari UV A&B. Kalo luntur sebelum 5.5 jam? Ya re-apply, misal habis sholat dhuhur.

Apakah SPF lebih tinggi berarti lebih bagus?

Banyak orang yang beranggapan seperti itu, faktanya adalah;
Sumber: randomwonderland.blogspot.com
Bisa kita lihat sama-sama ya bahwa SPF 15 menghalangi 93% sinar UV B SPF 30 97% dan SPF 50 98%. Tidak ada perbedaan yang signifikan, kan? Perbedaannya hanya di waktunya saja, semakin tinggi SPF nya semakin lama kulit terlindungi, asal tidak luntur saja. In the other hand,  semakin tinggi SPF nya maka kandungan bahan kimiawinya juga semakin banyak dan formulanya semakin berat.

Apalagi untuk yang muslimah pasti akan selalu harus re-apply karena kita akan ketemu air wudhu beberapa kali on a day, jadi buat apa tinggi-tinggi SPF nya toh semuanya harus tetap re-apply, kan?


Krim pelembabku sudah ada SPF nya, perlu sun protect khusus lagi ya?

Ulalala, ini adalah denial yang saya lakukan beberapa waktu lamanya sebelum akhirnya sadar untuk pakai sun protect. Jawabannya adalah SPF yang ada di dalam krim pelembab itu hanya seujung kuku dari yang sebenarnya wajah kita perlukan.

Ok, ilustrasinya begini

Sun protect yang kita gunakan dalam sehari idealnya adalah sebesar uang koin lima ratus rupiah untuk sempurna melindungi dari sinar UV. Nah, kalo kita biasanya pakai krim pelembab itu cuma se-culit kan ya (culit loh ya bukan julid), kira-kira seculit itu porsi SPF nya berapa % ya? Sedangkan kita tau bahwa krim pelembab itu ya diutamakan bahan-bahan untuk melembabkan dan mencerahkan. Jadi, kira-kira cukup ga SPF yang ada di krim pelembab itu untuk perlindungan menyeluruh? Gimana menurutmu?

Apakah memakai sun protect kulit tidak akan menghitam?

Ok, yang ini saya akui saya salah kaprah. Saya kira dengan memakai sun protect kulit kita tidak akan menghitam layaknya kulit yang tertutup oleh baju kita.

Ya, ya, ya, walaupun sudah pakai sun protect kemungkinan kulit kita menghitam atau menggelap tetap ada. Dan kalau itu terjadi jangan salahkan sun protectnya. Sun protect tujuannya memang bukan untuk memutihkan, mencerahkan, atau at least tidak membuat tambah hitam tetapi melindungi kita dari pengaruh jahat sinar UV A&B.

Kalo bruntusan setelah pakai sun protect apakah ga cocok?

Sebelum kalian bilang ga cocok sama sun protect tertentu kalian harus introspeksi dulu, apakah ketika malam kalian sudah bersihkan muka sampai bener-bener bersih? Karena sun protect yang tertinggal di wajah saat malam hari akan menyebabkan jerawat karena pori-pori tertutup.

Memang sih ada krim SPF yang bikin bruntusan dan kusam, saya kurang tau kenapa, kemungkinan besar karena kamu ga cocok sama bahannya. Khusus Parasol saya merasa ga bikin kusam, bruntusan, dan juga komedoan karena formulanya cukup ringan dan ga mengandung alkohol yang merupakan bahan comedogenic

Btw, Parasol bukannya nama bahan untuk bikin tenda ya?

Sebenarnya iya, parasol itu nama bahan untuk membuat tenda.

Ok, pertanyaan terakhir ga penting. Abaikan, haha *BHAY

Ok, sekian review skincare saya kali ini. Saya ucapkan beribu terimakasih yang sudah membaca tanpa melewatkan sejengkal pun. You've just already appreciate me

Thank a lot. Semoga bermanfaat yak gurlss 😘

Kalian bolehlah malas pakai skincare berlayer-layer, tapi plis jangan ga pakai sun protect di siang hari (anonymous)