Assalamu'alaikum....

Akhir Maret kemarin saya berkesempatan menginjakkan kaki di kota Malang untuk pertama kalinya. Ga hanya tentang visit the town for very first time, tapi ini juga tentang pengalaman naik pesawat terbang untuk pertama kalinya. Yeaay, akhirnya mamak bisa naik pesawat *keprokkeprokkeprok😂. 

Tapi bukan tentang "pengalaman pertama" itu yang mau saya bagikan di tulisan kali ini. Tapi, kisah yang lain.

Saya bertemu teman kecil yang terpisah 13 tahun lamanya. Tepatnya sejak lulus SD saya dan dia berjarak ratusan kilometer jauhnya, saya di Kalimantan dan dia di Jawa, lebih tepatnya lagi di Malang, kota yang saya kunjungi itu.

Namanya Adek Widya. Saya tau dia seorang perawat, tapi yang saya baru tau ternyata dia adalah seorang perawat di ruangan khusus hemodialisis (HD) alias cuci darah. Dia sudah 7 tahun mengabdikan diri menjadi perawat HD di RS Panti Nirmala, Malang.

Cuci darah tau ya? Yaitu kondisi ginjal seseorang yang tidak lagi bisa melakukan fungsinya (red: gagal ginjal) sehingga harus dibantu dengan seperangkat alat HD. Jadi, fungsi ginjalnya digantikan oleh alat di luar tubuhnya agar darahnya tetap bersih seperti orang dengan ginjal normal.

Jadi, selain melepas kangen dengannya, kami pun banyak membicarakan masalah pekerjaannya ini. Menurutku ini bagian yang menarik karena dia seolah sudah ter-spesialisasi skillnya ke penyakit ginjal ini khususnya bagian cuci darah.

Emak rempong vs perawat HD. Bahkan kami meet-up dia masih pake seragam RS
(foto ini dipersembahkan oleh kamera hp mahal 😂) 

Walaupun selama sesi cerita itu saya mendengarkan dengan excited, tapi saya lumayan syok juga. Gimana ga syok, kalo dia cerita ternyata pasien termudanya sekarang adalah anak SMA!! Bahkan pernah anak SMP, dulu, tapi sudah meninggal 😢.

Ah, iya... Saya lupa pernah baca berita sekarang pun ada anak SD yang sudah cuci darah. Innalillahi *nyesek banget ga sih dengernya 💔.

Meet-up yang seharusnya diisi dengan cerita nostalgia itu harus direlakan sebagian waktunya untuk membahas seputar pekerjaannya itu. Saya pikir sharingnya sangat berharga karena menyangkut kesehatan organ dalam kita yang sangat penting. Jadi, sekarang saya ingin membaginya dengan kalian, teman. Kalian mau mengetahui lebih lanjut? Yuk, mari dibaca sambil minum segelas air putih 🍶 (bukan sruput kopi ya? Iya, biar sehat 😁).

Faktor Penyebab Gagal Ginjal

Sebelum membahas faktor penyebab gagal ginjal kita bahas dulu sedikit fungsi ginjal ya.

Fungsi ginjal

Ginjal kita ada sepasang, bentuknya seperti kacang, letaknya di belakang perut, di bawah hati, masih area pinggang. Jadi, kalo sering sakit pinggang ada baiknya cek ricek kesehatan ginjalnya ya.
Ukuran ginjal manusia. Letaknya di belakang perut, di bawah rusuk
Sumber: halosehat.com

Salah satu fungsi utama ginjal adalah menyaring darah. Darah kita dalam sehari melewati ginjal untuk "dicuci" sebanyak 350x. Setiap ginjal menyaring darah maka akan tercipta urine yang berasal dari zat sisa dan elektrolit berlebihan dalam tubuh. Sehingga tanpa ginjal limbah dan racun akan menumpuk di dalam darah. Aww, seram banget, bayangin kalo tubuh jadi tong sampah?! 😧

Selain itu, ginjal mempunyai fungsi mengatur keseimbangan PH darah, mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga konsentrasi mineral, dan bersama tulang belakang membuat sel-sel darah merah.

Ckckck, penting banget berarti ya ginjal kita.
Belajar organ dalam di Museum Bagong

Gagal ginjal itu karena.... 

Vonis gagal ginjal diberikan ketika ginjal sudah tidak dapat lagi menjalani fungsinya sebagaimana mestinya. Bahasa lainnya ginjalnya sudah gagal menjalankan fungsinya. Rusak sudah, rusaaak 😭. Ginjalnya sudah tidak bisa lagi menyaring racun, tidak bisa lagi membentuk sel darah merah, tidak bisa lagi mengatur keseimbangan PH dan mineral dalam tubuh.

Lalu, apa yang membuat ginjal kita rusak?

Berdasarkan pengalaman teman saya itu, ada beberapa orang yang mempunyai potensi tinggi gagal ginjal, diantaranya;

1. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi)  yang tidak terkontrol. Tekanan darah yang tinggi secara terus-terusan jelas membuat ginjal juga mendapat tekanan yang tinggi setiap saat. Selain itu, hipertensi juga menyebabkan pembuluh darah sekitar ginjal melemah dan menyempit. Akibatnya, proses penyaringan darah di ginjal terganggu karena kerusakan pembuluh darah.

2. Penderita diabetes mellitus yang (juga) tidak terkontrol. Diabetes mellitus menyebabkan luka pada pembuluh darah sehingga ginjal tidak bisa membersihkan darah dengan optimal. Selain itu, pada penderita diabetes akan terjadi beberapa kerusakan syaraf sehingga akan terjadi kelambatan dalam merespon kandung kemih. Kandung kemih yang penuh dalam keadaan lama (tidak segera dikeluarkan) pada penderita diabetes akan menyebabkan perkembangbiakan bakteri yang akan merusak ginjal. Fyi, gula adalah makanan bakteri (dan juga sel kanker)

3. Pengonsumsi minuman berenergi
Ga usah disebutkan cluenya tau aja kan ya? Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemicu rusaknya ginjal adalah minuman berenergi yang terlalu sering diminum. Di dalam minuman berenergi terdapat zat kafein dan taurin yang mempunyai fungsi meningkatkan kapasitas kerja otot. Bagus sebenarnya karena bikin kita "tambah kuat", sayangnya konsumsi minuman jenis ini akan memperberat ginjal karena harus menyaring zat-zat berat tersebut secara terus menerus.

4. Pengonsumsi minuman elektrolit
Contohnya yang terkenal adalah P*c*r* S***t yang iklannya biasanya pakai cewe-cewe Jepang itu, tau kan? Minuman ini sebenarnya bagus jika diminum di saat yang tepat, misalnya saat diare akut yang mengakibatkan kita kehilangan elektrolit secara cepat. Tapi, jika untuk dikonsumsi harian saya rasa kurang tepat. Minuman ini mengandung banyak elektrolit (seperti klaimnya) yang walaupun berguna bagi tubuh tapi juga kalo berlebiham bisa memperberat kerja ginjal. Sama seperti poin 3. Nah, kalo sedang olahraga gimana? Kalo saya sih tetap prefer air putih daripada minuman jenis ini.

5. Pengonsumsi minuman kemasan dan bersoda. Di zaman serba instan ini rasa-rasanya semua jadi ada kemasan instannya ya. Mulai dari minuman kopi, teh, susu, teh susu, sampai jus buah. Sayangnya, dengan kemudahan mendapatkan makanan minuman instan ini justru membuat masalah kesehatan dimana-mana. Seperti yang sudah saya ceritakan di atas tadi bahwa nyatanya sekarang ada anak SMA yang sudah cuci darah alias gagal ginjal, bahkan yang masih duduk di bangku SD pun ada. Setelah ditelusuri gaya hidupnya ternyata mereka doyan jajan, sering minum-minuman kemasan, suka beli minuman serbuk yang dijual amang-amang yang warnanya gonjreng, terus juga suka minum-minuman bersoda. Hiks, atuhlah emak-emak anaknya dilajarin dari sekarang ya buat makan makanan yang sehat😢.

Cara Menjaga Ginjal


1. Batasi makanan minuman instan, berenergi, maupun yang elektrolit.

2. Minum air putih secukupnya.

3. Bagi penderita hipertensi dan diabetes agar selalu mengontrol penyakitnya.

4. Menjaga asupan makanan dan minuman.

5. Melakukan gaya hidup sehat.

Sudah cukup minum air putih belum hari ini?
Sumber: dokpri Museum Bagong  


Menyadari ancaman penyakit gagal ginjal yang bisa mengenai siapa saja saya selalu sounding ke anak sulung saya, Muthia yang berusia 4 tahun kalo minuman yang paling sehat itu air putih. Bahkan sekalipun dia "hanya" merengek minta teh biasanya saya tidak membuatkannya, saya bilang minum teh saat tidak nyaman perut saja. Selain karena teh bisa menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, juga karena kebanyakan teh (terutama) celup memakai bahan pewarna tambahan, ya apalagi supaya warnanya tetap cokelat walaupun sudah berkali-kali celup.

Di usianya yang sekarang dia juga rentan terhadap minuman instan, apalagi kalo bukan dari lingkungan sekolahnya kelak. Jadi, sebelum dia masuk TK sounding-an saya harus dia pahami betul maknanya, bukan hanya nurut tapi karena memahami betapa tidak sehatnya minuman kemasan.

Sekarang setiap kali dia melihat ada teman seusianya minum minuman instan dia selalu nyeletuk, "Ummi, itu anaknya kenapa minum minuman yang ga sehat? Biar aja dia ya nanti sakit, ga nurut ibunya" *errrrrrr. Kayanya emak ada PR lagi nih selain supaya anaknya ga suka jajan sembarangan, yaitu gimana caranya supaya si anak ga suka nyeletuk sembarangan😂.

🍶🍶🍶

Sebenarnya postingan ini belum selesai karena saya masih ingin nulis beberapa hal lagi di antaranya bagaimana tanda-tanda terkena gagal ginjal. Tunggu tulisan saya selanjutnya yaa.... 

Semoga bermanfaat, temans! 🤗