Sumber foto: pixabay

Saya adalah orang yang tergolong simpel soal memilih pakaian. Untuk pakaian sehari-hari, saya sangat jarang tampil mencolok dan lebih sering memilih outfit yang netral. Termasuk dulu saat bekerja.

Diantara teman-teman saya satu instansi, saya termasuk orang yang sense of fashion-nya biasa-biasa saja, bahkan saat awal bekerja dulu saya cenderung kurang bisa memadu-madankan pakaian.

Sempat keder kalau lagi ngumpul-ngumpul, soalnya kaya kebanting gitu. Saya pun (akhirnya) menyadari hal ini dan curhat dengan Mama di rumah.

Gimana sih caranya tampil stylish di tempat kerja tanpa harus berlebihan?
 
Nah, buat saya pas banget konsultasi soal ini dengan Mama.

Kenapa?

Karena Mama pada masanya adalah orang yang stylish, gaya fashion beliau bersahaja namun tetap anggun. Hal itu nampak jelas dari foto-foto di album saat beliau masih muda. Sayang ya, sense of fashion beliau yang bagus nggak nurun ke saya, anaknya malah geradakan gini. 😆

Saya ingat, waktu mendengar saya curhat soal kebingungan soal pakaian kerja, Beliau langsung memulai petuah-petuah soal padu-padan pakaian. Beliau saat itu bilang kalau kuncinya ada pada atasan kita. Mama menyarankan saya untuk membeli blus batik kombinasi dengan  warna yang cerah agar tetap tampak serius namun tetap memiliki kesan ceria.

Warna yang cerah? Gumam saya bingung dalam hati.

Saat saya memilah-milah lagi koleksi baju batik yang saya punya, akhirnya saya pun sadar kalau kebanyakan blus batik yang punya warnanya selalu dalam dan serius seperti coklat tua atau abu-abu tua.

Hmmm... Pantesan kebanting, pikir saya geli sekaligus malu. Lha, wong pakaian saya aja nggak menunjukkan usia saya yang masih muda. Masa umur belum genap 20 tahun tapi pakaian udah milih warna gelap melulu. 

Oh, beginikah derita anak fresh graduate yang tersesat di dunia orang dewasa? 😂

Akhirnya waktu itu saya pun berburu atasan, terutama yang berupa blus batik.

Sebuah keputusan yang tidak pernah saya sesali, karena ternyata blus batik yang saya beli benar-benar terasa manfaatnya sampai sekarang.

Nah, berdasarkan pengalaman saya, ini dia 5 alasan kenapa kamu sebaiknya punya blus batik kombinasi dalam lemarimu:

STYLISH

Blus batik wanita dengan pilihan warna dan motif yang tepat bisa memberi efek power up penampilan terlihat lebih elegan dan berkelas.

Blus batik kombinasi bisa berupa paduan batik dengan kain polos, brokat, sifon, atau berupa bolero. Karena paduan ini membuatnya menjadi lebih santai, jadi cocok deh dengan kawula muda. Kayak saya. 

PADU-PADAN YANG MUDAH.

Pemakaiannya sederhana, cukup dipasangkan dengan bawahan netral seperti celana panjang hitam atau rok span berwarna coklat muda. Jika menggunakan kerudung, tinggal selaraskan dengan warna blus batik yang digunakan.

Cocok banget buat yang nggak mau ribet 😉

CINTA PRODUK INDONESIA

Memakai batik khas Indonesia merupakan salah satu bentuk dukungan pada industri batik kita. Iya nggak?

Saya biasanya memastikan produksi Batik yang saya pilih dari pebatik lokal, dan tentunya memiliki kualitas yang baik.

HARGA RELATIF TERJANGKAU

Ragam batik yang luas mempunyai bentang harga yang variatif. Tapi kalau cermat, pasti ketemu kok dengan blus batik kombinasi yang harganya relatif terjangkau. 😁

Saya biasanya kepo-kepo di internet dulu. Jika membuatnya sendiri ke tukang jahit harganya kurang lebih saja (atau bahkan bisa jauh lebih mahal) mending beli online sih, hehe...

#HematDongBeb

TIDAK TERBATAS WAKTU DAN TEMPAT.

Sekarang pun saat saya sudah resign dan fokus mengurus rumah tangga, blus batik kombinasi yang dulu saya gunakan untuk bekerja masih bisa saya gunakan untuk aktivitas sehari-hari. Misalnya untuk mengikuti pengajian, seminar, atau hangout ke mall.

Cukup padankan dengan rok/celana serta kerudung warna senada jika agak formal. Atau padukan dengan jeans jika sifatnya santai. Selesai!

Gampang banget dan multifungsi. Meski dalam pencariannya (Tsaaah...) memang harus memilih dengan cermat sesuai atau tidaknya dengan gaya serta kepribadian kita. Tapi nggak sia-sia kok kalau kata saya, soalnya saya suka. Hehe

Kalau kamu  sendiri gimana nih?
Share juga di kolom comment ya! 😉