"Teman, ada rencana buka bersama nggak angkatan kita?"

Begitulah kira-kira isi pesan dari salah satu grup alumni yang saya ikuti di hari-hari pertama Ramadan ini. Bukan tanpa alasan mungkin jika agenda buka bersama ini dilontarkan di awal Ramadan. Sejak sekitar 2 tahun terakhir, angkatan saya nyaris tak pernah mengadakan acara buka puasa bersama lagi.

"Ayo aja. Tentukan aja kapan dan di mana tempatnya," jawab salah satu anggota grup.

"Yang bisa ikut tulis namanya ya." balas anggota yang lain sambil menunggu keputusan kapan dan dimana acara buka puasa bersama akan diadakan. Lalu apakah agenda buka puasa bersama ini nantinya akan terlaksana? Mari kita lihat di akhir Ramadan nanti. Hehe.

Selain ngabuburit, buka puasa bersama memang bisa dibilang salah satu tradisi yang menarik selama bulan Ramadan. Berbagai kalangan secara rutin mengadakan acara buka puasa bersama ini. Mulai dari lingkungan keluarga, pertemanan, instansi, sekolah, hingga komunitas biasanya selalu mengagendakan buka puasa bersama setiap tahunnya. 


Tempat penyelenggaraan buka puasa bersama sendiri juga sekarang semakin variatif. Kalau dulu buka puasa bersama bisa diadakan di rumah salah satu peserta, maka sekarang orang cenderung memilih berbuka puasa di rumah makan atau hotel. Mungkin salah satu alasannya agar yang punya rumah tidak ribet ya menyiapkan dan membereskan kekacauan yang terjadi setelah acara berbuka. Selain itu berbuka puasa di rumah makan atau hotel memungkinkan kita untuk mencicipi aneka jenis menu buka puasa yang enak. 

Buka Puasa di luar rumah kadang menghadirkan kejadian tak menyenangkan



Meski kerap dikaitkan sebagai ajang silaturahmi, buka puasa bersama saat ini mulai menimbulkan pro dan kontra. Mereka yang kontra memberikan alasan buka bersama ini lebih banyak mudharat-nya ketimbang manfaatnya. Mulai dari membuat lalai dalam menjalankan ibadah salat, mengurangi kebersamaan dengan keluarga, hingga bisa menjadi salah satu sumber pengeluaran yang besar selama Ramadan. Apalagi kalau buka puasa bersama diadakan di mall, bisa tambah bikin kantong bolong karena bisa dipastikan pulangnya belanja dulu. He.

Saya sendiri beberapa tahun terakhir tak banyak mengikuti acara buka puasa bersama ini, kecuali jika diadakan bersama keluarga. Selain karena memang tak memiliki lingkaran pertemanan yang luas, status diri yang sudah menjadi ibu juga menjadi alasan utama dari absennya saya dari berbagai undangan buka puasa bersama, ditambah faktor pengiritan juga. Tak hanya itu, beberapa kejadian tak menyenangkan juga membuat saya berpikir 2 kali untuk mengikuti acara buka puasa bersama di luar rumah. Beberapa kejadian tak menyenangkan tersebut antara lain: 

Pelayanan kurang memuaskan karena tempat makan terlalu penuh

Sudah bukan hal baru lagi jika selama Ramadan tempat makan selalu penuh. Bahkan di beberapa tempat makan kita harus melakukan reservasi beberapa hari sebelumnya untuk bisa berbuka puasa di sana. Nah, kadang karena saking penuhnya, pelayanan di tempat makan yang kita pilih jadi tidak memuaskan deh. Entah itu makanan yang tidak sesuai pesanan, makanan yang telat diantar hingga konsumen harus menunggu lama, dan berbagai masalah lainnya. Belum lagi suasana pengap dan ramai juga bisa membuat suasana makan jadi kurang menyenangkan. 


Salat jadi telat karena musala penuh atau tidak ada tempat salat

Tidak ada tempat salat merupakan hal yang paling menyebalkan yang pernah saya alami dalam agenda buka puasa bersama. Saya sendiri pernah mengalami hal ini. Jadi beberapa tahun lalu saya dan beberapa orang rekan kantor mengadakan buka puasa bersama di sebuah rumah makan di kota saya. Setelah makan, saya bergegas mencari tempat untuk salat. Eh ternyata rumah makan tersebut tidak menyediakan tempat salat. Mana masjid lumayan jauh juga. Akhirnya saya terburu-buru pulang dan mencari masjid terdekat agar tidak ketinggalan salat magrib.

Jalan macet jelang berbuka

Situasi jalanan yang macet juga menjadi salah satu hal yang tidak menyenangkan dalam acara buka puasa bersama. Meski di bulan Ramadan beberapa kantor mempersingkat jam kerja bagi karyawannya, bukan berarti juga akan mengurangi risiko terkena macet ini saat akan mengikuti buka puasa bersama. Saya sendiri sebagai istri dan ibu tentunya harus disibukkan dengan urusan domestik dulu baru bersiap-siap untuk berangkat ke tempat acara. Nah, jelang berbuka bisa dipastikan jalan akan macet dan berpotensi membuat kita terlambat tiba di tempat acara. 

Harus menghadapi suasana canggung saat acara buka puasa bersama

Nah kalau soal canggung ini bisa berlaku jika acara buka puasa yang dihadiri merupakan buka puasa bersama komunitas, teman alumni atau menemani pasangan berbuka bersama komunitasnya. Tak bisa dipungkiri kadang berbaur dengan orang yang belum terlalu dikenal bisa menimbulkan rasa canggung. Selain itu, berbuka puasa dengan teman alumni juga bisa membuat suasana canggung karena faktor lama tak bertemu atau bahkan mungkin ada mantan yang hadir di acara buka puasa bersama alumni ini. Hehe.

Itulah dia beberapa hal tidak menyenangkan yang terjadi saat acara buka puasa bersama. Teman-teman mungkin ada yang mau menambahkan?