7 Tips Belanja Online ala Konsumen Cerdas di Era Digital

Beberapa waktu lalu saya membeli sebuah tongsis secara online. Sebenarnya sih tongsis yang dibeli ini mungkin cukup mudah didapatkan di beberapa toko aksesoris ponsel di kota saya. Namun karena berpikiran harga membeli online bisa lebih murah, saya pun memutuskan membeli tongsis ini di sebuah marketplace, dengan free ongkir tentunya.

Nah ketika barang datang langsung saya coba tongsisnya. Eh saat akan mengambil foto, tahu-tahu sambungan antara tongsis dengan tripod patah. Saya pun mencoba untuk komplain perihal ini kepada penjual. Tentu saja jawaban penjual adalah tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang diakibatkan oleh pengguna. Untungnya suami cukup pintar untuk memperbaiki sambungan yang patah ini dengan menambahkan baut di tripodnya. 

Nah, belakangan saya juga baru mengetahui kalau merk yang ada di tongsis tersebut berbeda dengan yang tertera di gambarnya. Seharusnya Yunteng eh malah Yuntenc. Palsu dong barang yang dikirim ke saya. Sayangnya karena saya terlambat menyadari  hal ini, mau tak mau saya merelakan saja deh dapat barang palsu. Coba ya dari awal barang datang saya mengecek terlebih dahulu barangnya, mungkin saya masih bisa komplain ke penjualnya. 

Bicara tentang belanja online, seperti yang kita ketahui bersama, belanja online saat ini sudah menjadi sebuah hal yang biasa. Di kantor tempat saya bekerja sendiri, setiap harinya ada saja paket berdatangan ke pos satpam. Banyaknya keuntungan yang didapat dari berbelanja secara online jelas menjadi alasan utama orang-orang beralih dari belanja konvensional ke sistem online. Mulai dari tak perlu capek ke pasar, bisa melihat-lihat barang tanpa takut dipelototi penjaga toko, adanya promo, program gratis ongkir, hingga pilihan menawar bagi calon pembelinya. Kurang nyaman apa coba? Bahkan karena saking meningkatnya belanja online ini, beberapa toko besar harus menutup gerainya. 

Meski begitu, sebenarnya berbelanja secara online juga memiliki kekurangan. Pertama adalah kita tidak bisa mengecek sendiri kondisi barang. Bagi beberapa orang yang harus pegang barangnya dulu baru beli, pastinya akan berpikir 2 kali jika ingin berbelanja secara online ini. Selain itu, belanja secara online juga rentan penipuan. Entah itu dalam bentuk barang yang tidak asli, barang yang dikirim tak sesuai dengan gambar, hingga barang tak kunjung dikirim meski pembeli sudah membayar.  


Hak dan Kewajiban Konsumen Cerdas di Era Digital

Nah sebagai konsumen cerdas di era digital, ternyata kita memiliki hak dan kewajiban lho dalam urusan berbelanja ini. Adanya hak dan kewajiban ini didasarkan pada Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen kemudian ditetapkan pada 20 April 1999 dengan tujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual dalam era demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Selanjutnya ditetapkanlah Keputusan Presiden No. 13 Tahun 2012 tentang Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada tanggal 20 April. Pencanangan Hari Konsumen Nasional awalnya diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional pada tanggal 20 April 2012.

Berdasarkan website www.harkonas.id, beberapa hak yang dimiliki konsumen antara lain:
  1. Mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.
  2. Memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa sesuai nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.
  3. Memperoleh informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barnag dan/atau jasa.
  4. Didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan.
  5. Mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa secara patut.
  6. Mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen.
  7. Diperlakukan dan dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
  8. Mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian.
Adapun kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang konsumen, yakni:
  1. Konsumen wajib membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian barang dan/atau jasa
  2. Konsumen beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa
  3. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
  4. Keempat, mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa secara patut
Si Koncer, Maskot Harkonas

Tips Belanja Online ala Konsumen Cerdas di Era Digital

Sebagai konsumen cerdas di era digital, kita tak mau dong mengalami hal-hal tidak menyenangkan saat berbelanja secara online. Beberapa hal yang bisa dilakukan saat berbelanja online antara lain:

1. Memilih tempat belanja/online shop yang terpercaya
Hal pertama yang dilakukan tentu saja memilih tempat belanja/online shop yang terpercaya. Saat ini ada, banyak tempat yang bisa kita pilih untuk berbelanja online. Entah itu lewat e-commerce, marketplace, hingga instagram dan website.

Untuk memilih tempat yang dipercaya, kita bisa mengecek testimoni dari para pelanggannya dari atau bisa juga dari hasil survey pelanggan. Untuk marketplace, biasanya toko memiliki reputasi baik yang ditandai dengan adanya tanda bintang atau sebutan star di marketplace yang kita pilih. Dengan memilih tempat belanja online yang terpercaya ini tentunya akan membuat kita merasa lebih aman dan terjamin saat belanja online.

2. Teliti dalam memilih barang
Saat kita berbelanja secara konvensional, hal pertama yang kita cek tentunya adalah kondisi barang yang ingin dibeli dengan yelitu. Mulai dari bahannya, masa kadaluarsanya, bahkan mungkin barang tersebut kita coba terlebih dahulu. Nah, dalam berbelanja online, hal yang sama juga berlaku.

Berhubung tak bisa melihat dan memegang langsung barang yang ingin dibeli, maka hal yang bisa dilakukan adalah mengecek keterangan yang diberikan untuk produk tersebut dengan teliti. Jika ingin membeli gamis, cek ukuran yang disediakan serta bahan apa yang digunakan. Atau kalau ingin membeli tas, bisa diukur dulu apakah sesuai dengan yang diinginkan. Atau bisa juga dengan bertanya kepada penjual tentang hal yang ingin kita ketahui jika dirasa keterangan belum lengkap. Dengan mengecek keterangan dari produk tentunya akan menghindarkan kita dari kekecewaan karena barang yang datang tidak sesuai harapan.

3. Melakukan survey harga 
Biasanya kalau perempuan berbelanja, mereka akan mengelilingi banyak toko untuk mendapatkan barang dengan harga terbaik termurah. Hal yang kadang dikeluhkan kaum pria karena menguras waktu dan tenaga. Dalam urusan belanja online survey harga ini tentunya lebih mudah dilakukan. Hanya dengan beberapa kali klik, kita bisa membandingkan harga dari beberapa toko online yang dikunjungi. Bisa juga dilakukan dengan menggunakan situs khusus pencarian harga atau bahkan membandingkannya dengan harga jika membeli secara offline.

Survey harga sendiri penting dilakukan untuk mengetahui kisaran harga dari barang yang ingin dibeli. Kita tentunya harus curiga jika sebuah barang dijual dengan harga kelewat murah. Bisa jadi barang dengan harga murah tersebut palsu atau ukurannya tidak sesuai dengan yanh diinginkan.

5. Manfaatkan promo, namun tetap bijak dalam berbelanja
Salah satu hal yang membuat orang-orang gemar berbelanja online adalah banyaknya promo ya.  Mulai dari promo harbolnas, promo tanggal cantik, dan berbagai promo lainnya. Siapa coba tak ingin berbelanja dengan godaan diskon hingga 80%? Apalagi yang didiskon memang sudah lama diincar pasti kita tak ragu untuk membelinya.

Nah, sebagai konsumen cerdas di era digital, belanja di saat promo memang bisa menjadi pilihan. Namun kita sebaiknya tetap bijak dalam berbelanja online ini. Pastikan barang yang ingin dibeli memang barang yang dibutuhkan dan tetap teliti sebelum membeli. Kita tentunya tak ingin membeli barang dalam jumlah banyak namun ujung-ujungnya tidak terpakai.

6. Memilih sistem pembayaran yang aman
Dalam berbelanja online ada cukup banyak pilihan yang ditawarkan untuk sistem pembayaran. Mulai dari transfer bank, kartu kredit, uang elektronik, hingga bayar di tempat. Sebagai konsumen cerdas di era digital, kita bisa memilih sistem pembayaran yang dirasa paling aman. Untuk transfer rekening, kita tentunya harus memastikan rekening yang diberikan benar-benar valid atas nama toko tempat kita belanja. Bisa juga kita memilih marketplace yang menggunakan sistem rekening bersama dalam transaksinya yang mana uang baru akan diterima penjual jika barang sudah kita terima. Atau jika ingin cara konvensional kita bisa memilih sistem bayar di tempat (COD) yang membuat kita baru membayar setelah barang ada di tangan.

7.  Menyelesaikan transaksi dengan baik
Hal terakhir yang harus dilakukan sebagai konsumen cerdas di era digital adalah menyelesaikan transaksi yang sudah dilakukan dengan baik. Ini bisa dilakukan dengan melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan harga yang telah dilakukan dan melakukan konfirmasi jika barang sudah diterima. Kita juga bisa memberikan testimoni kita akan barang yang sudah kita terima. Nah jika barangnya kurang memuaskan, sebisa mungkin segera lakukan komplain ke pihak penjual agar bisa mendapat konpensasi penggantian barang.

Itulah dia 7 tips belanja online ala konsumen cerdas di era digital. Satu hal yang perlu diingat, sebagai konsumen cerdas di era digital, kita dituntut untuk melek teknologi agar tak mudah tertipu saat belanja online. Jangan lupa selain hak, kita juga memiliki kewajiban sebagai seorang konsumen. Dengan menjadi konsumen cerdas, tentunya akan menghindarkan kita dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

Akhir kata, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.