Hi sweet heart~
Dilihat dari judul bahasan w agak berat yaaa. Banget malah.
Entah malam ini otak aku lagi bekerja dengan hal-hal yang diluar kebiasaan aku. Aku yang biasanya agak kalem dan main aman dengan gak mau ngurusin hal-hal yang bikin ribet. Beda sama aku yang malam ini mau mengeluarkan uneg-uneg dihati

Berawal dari ditanya teman “eh neng, masih ya sama si T”, lalu teman yang satunya bilang “Kalau kamu masih deket sama si B, sama aja dong kaya si N”.
Malas sebenarnya ngejawab sesuatu yang gak penting apalagi sampai menyinggung privacy aku. Tapi gara-gara kesalahan mulut ini yang sudah kesal dan gak bisa ditahan malah jadi ngata-ngatain orang.

Beberapa waktu lalu aku sempat sedikit gak waras dan malah judge orang. Which is ini bukan aku banget. Sindiran datang terus dari teman-teman ditempat kerja yang sibuk ngurusin hidup w. “Neng Ay, mantannya lagi deket tu sama si N. Ehh tapi si N kan udah punya cowok loh neng”.
Dengan lancarnya mulut nyeplos dan ngata-ngatain mereka berdua gak punya otak gara-gara sicewek udah punya cowok masih juga nyari cowok lain, sedangkan si cowok kenapa bodoh amat ngedekatin pacar orang. Pokoknya amat sangat ilfeel sama manusia berdua ini.
Dari sisi ini mungkin sebagian orang mengira aku cemburu, gak aku gak cemburu sama sekali. Aku heran kenapa ada manusia berpikiran pendek disaat hubungannya sudah jelas dengan si pacar, tapi malah memilih dekat dengan manusia lain.

Singkatnya selang beberapa minggu, ada perollingan orang disini dan masuk si anak baru yang kita sebut si T. Si T ini bisa dibilang cukup kalem, cuek tapi punya sisi manis yang bikin semua cewek ditempat aku kerja jadi ngefans. Kita jadi dekat gara-gara terlibat holiday dengan yang lainnya kesuatu daerah. Aku sih menganggapnya ya kita dekat sebatas teman aja. Tapi dari sisi cowok ini beda, padahal si cowok udah punya pacar dan hubungannya menginjak satu tahun.






Awalnya aku biasa-biasa aja dengar gossip yang gak enak tentang aku. Tapi lama-kelamaan capek juga dengarnya. Seakan-akan stigma negatif “ngambil pacar orang” itu melekat didiri aku, seakan-akan seperti “cewek murahan” yang gampang didekatin.

Tiap hari dengar yang gak enak, apalagi aku bukan tipe orang yang terlalu bodo amat. Ketika ada stigma negatif tentang aku, pasti aku kepikiran. Tiap dikantin pembahasannya pelakor lah, perebut pacar orang lah, aku selalu merasa itu ditujukan kepada aku.

Si cowok gimana? Biasa-biasa aja gaess seakan gak terjadi apa-apa. Membiarkan aku sendirian capek dengarin itu semua. Yang dia mau, aku nemenin chat saat ceweknya sibuk, nemenin jalan sana sini.

Sedangkan aku? Capek, mau nangis, nyesel. Walaupun aku menganggapnya hanya sebatas teman kerja, tapi ternyata aku memberikan kesempatan stigma negatif merusak semuanya. Mental aku tertekan selama sebulan, hampir pingin resign. Segitunya?

Iya segitunya. Coba bayangkan tiap kalian kemana-mana banyak pasang mata ngelihatin dari atas sampai bawah, banyak mulut yang ngata-ngatain hal yang gak baik.
Sampai disuatu titik aku udah jenuh banget, dan akhirnya sengaja lost contact dengan cowok ini. Caranya? Simple aku block semua-muanya kontak dia. Bahkan sampai sekarang dia masih berusaha menghubungi aku.

At the end, aku baru sadar dan tau dia hanya memanfaatkan aku. Hanya mempermainkan, mulutnya pinter banget berkata yang sebaliknya. Dan aku bisa bilang dia ini tipe-tipe cowok yang playboy. Menganggap semua dengan mudahnya bisa dekat. Dia pintar melihat situasi dan kondisi aku, aku yang habis putus sama my ex- ditambah aku yang mudah dekat dengan semua orang ditempat kerja, aku yang mudah senyum, aku yang terlalu baik sama orang.

Sampai sekarang aku menyesal atas holiday bareng-bareng itu, menyesal dengan menganggap semua orang baik. Satu hal yang harus jadi pelajaran buat kedepannya, jangan mudah percaya dan dekat dengan semua orang terlebih lagi cowok. Janji sama diri sendiri untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Janji untuk lebih menjaga ucapan aku.


Jadi siapapun kamu diluaran sana yang sedang dekat dengan pacar orang dan manusia-manusia mencoba cheating please stop! Awalnya aja yang manis, tapi dibelakangnya kamu bakalan sedih, mental kamu gak akan kuat. Dan ingat selalu karma berlaku.  
Tapi kalau mental kamu kuat ya silahkan. Kalau aku mendingan cari yang single, mental aku gak kuat. Toh aku hanya dekat sebagai teman aja gak kuat apalagi punya hubungan.

Duhh semoga kalian ngerti deh maksud aku ini, aku kalau cerita kesana kemari emang. Gak jelas haha, dari satu loncat ke yang lain. Tapi semoga ngerti kalau aku gak punya pemikiran buat dekatin pacar orang apalagi buat cemburu sama masa lalu aku. Aku tipe yang masih bisa berpikir waras kok, toh buat apa masa lalu udah jadi masa lalu cukup jadi pelajaran. Dan aku bukan tipe yang bisa putus nyambung putus nyambung, kalau putus ya putus aja.


See you on my next post
Loves
Ayuri 





Facebook/ Page / Ask.fm / Instagram / Twitter / Youtube / Contact.Ayuri@gmail.com