Buah hampalam termasuk jenis buah khas kalimantan baik kalimantan tengah maupun kalimantan selatan dan buah ini banyak di temukan di banjarmasin. Buah hampalam termasuk genus Mangifera, pohon dan daunnya sulit dibedakan dengan mangga pada umumnya. Daun hampalam sangat mirip dengan mangga, namun bunganya berbeda. Bunga hampalam berwarna kemerahan sedangkan bunga mangga berwarna hijau. Namun ada hampalam yang bunganya berwarna hijau dan penampakan buah mirip dengan mangga . Di alam, tanaman ini dapat ditemui bersama-sama dengan kasturi, kuini, dan jenis mangga lainnya. Hampalam sudah dibudidayakan, tanaman ini tahan rendaman dan tumbuh baik pada lahan rawa lebak. Kulit buah pada saat masih muda berwarna hijau dan setelah tua berubah menjadi hijau-kekuningan dengan permukaan kulit licin. Daging buah berwarna jingga, ukuran buah tergolong sedang dengan bobot 220-298 g, panjang 9-11 mm, dan lebar 6-7 mm. Bentuk buah lonjong dengan nisbah panjang/lebar 1,4-1,5 mm. Kulit buah tipis (1 mm), sehingga daging buah yang dapat dimakan mencapai 62%. Rasa buah kombinasi antara manis dengan sedikit masam. Buah mengandung air (85,2%), pati (11,1%), dan gula (11,7%) yang tinggi, sedangkan kadar serat kasar (0,3%) dan total asam (2%) rendah. Kadar protein buah (1,5%) lebih tinggi daripada buah H A M P A L A M .

HAMPALAMBuah hampalam lebih disukai masyarakat dibandingkan dengan buah kuini dan kasturi. Namun, seperti halnya kuini dan kasturi, hampalam juga tergolong mangga non komersial. Daya Tahan Simpan Buah Daya tahan simpan buah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tingkat kemasakan, faktor genetik, yang mencakup ketebalan dan kelenturan kulit, tekstur daging buah, komponen penyusun kulit, dan daging buah. Kekerasan buah berkaitan dengan ketebalan dan kelenturan kulit. Masingmasing buah mempunyai komposisi bahan pada kulit dan daging buah yang berbeda dan dapat menyebabkan perbedaan kelenturannya. Buah yang berkulit tipis dan tekstur daging lunak memiliki daya simpan yang lebih pendek. Daya tahan simpan delapan jenis buah berkisar antara 5-11 hari dipanen dalam keadaan mulai masak, sehingga daya tahan simpannya pendek (hanya 6-7 hari).

Buah Mangga hampalam tumbuh subur di lahan rawa, yang diindikasikan oleh perakarannya mencekam ke dalam tanah, batang kokoh, perkembangan tajuk normal, berbuah pada umur 5 tahun dan setiap pohonnya mampu menghasilkan hingga 2000 buah. Padahal kondisi lahan rawa umumnya tidak memenuhi syarat untuk pertumbuhan mangga pada umumnya, yaitu sering dipengaruhi oleh ayunan pasang, kedalaman permukaan air tanahnya dangkal, mencapai 20 cm dari permukaan tanah dan pada saat musim hujan tergenang hingga dua minggu lamanya. Kemasaman tanahnya sangat tinggi (pH tanah 3,2-4,0), adanya senyawa yang bersifat racun seperti pirit, dan tingginya kandungan Al dan Fe yang dapat merusak perkembangan akar serta menghambat serapan hara yang diperlukan tanaman.Dapat kita ketahui bahwa potensi buah mangga sangat bagus di daerah banjarmasin karena daerah banjarmasin merupakan daerah rawa.