Waktu itu masih dalam suasana lebaran, saat ada yang melempar ide ke grup WhatsApp untuk jalan-jalan lagi. Beberapa tujuan sempat disebut sampai jumlahnya cukup banyak untuk membuat khawatir semua rencana itu hanya berakhir jadi wacana. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tujuan akhirnya dikerucutkan pada dua pilihan: Jakarta Fair dan Jungleland. Ternyata jadwal buka Jakarta Fair tumpang tindih sama libur lebaran 2016 sehingga tujuan ini dirasa gak memungkinkan dan kita memutuskan untuk pergi ke Jungleland. Harga tiket Jungleland waktu itu sekitar 150 ribu untuk Senin hingga Kamis dan sekitar 200 ribu untuk Sabtu dan Minggu. Kita pun memastikan untuk pergi hari Jumat karena harga tiketnya cuma 100 ribu. Tanggal 22 Juli pun dipilih dan transportasi mulai didiskusikan.


Berhubung saat itu belum ada yang bisa bawa mobil, awalnya kita berniat untuk naik angkutan umum. Dari hasil penelusuran lewat Google, kita harus ganti angkutan 2 sampai 3 kali dari Bandung untuk sampai ke Mall Bellanova. Dari Mall Bellanova, ada shuttle yang bisa mengantar kita ke Jungleland yang lokasinya memang di dalam kompleks perumahan. Sayangnya gak ada informasi yang meyakinkan tentang shuttle ini. Beberapa sumber menyebutkan jadwal shuttle ini gak pasti dan bahkan belum tentu ada. Pilihan lain untuk mencapai lokasi dari Mall Bellanova ini pun hanya ada ojek dan taksi yang gak bisa dipastikan berapa ongkosnya. Dengan mempertimbangkan jumlah ongkos, tenaga, dan jam berapa kita bakal pulang akhirnya kita semua setuju untuk nyewa mobil+supir saja.


Untuk hari Jumat, Jungleland buka jam 10:00-18:00. Kita pun janjian untuk berangkat jam 06:00 dari kampus dengan pak supir mobil sewaan. Janjiannya sih jam 6, namun karena satu dan lain hal kita baru berangkat jam 7 kurang sambil berdoa semoga bisa sampai sebelum jam 10. Syukurlah jalanan lancar dan kita gak pakai nyasar, tentunya dengan Google Maps yang selalu dipantau, sehingga kita bisa sampai tepat waktu bahkan sebelum loket tiket dibuka. 

Jungleland ini lokasinya ada di tengah kawasan perumahan Sentul Nirwana. Kompleks ini mungkin masih sodaraan sama Bogor Nirwana Residence, kompleks di mana The Jungle Waterpark berada. Jungleland dan The Jungle Waterpark sendiri juga kayanya memang sodaraan deh. Suasana jungle dari kedua tempat ini dibangun dari pohon-pohon tinggi yang berjajar serta gambar dan patung binatang-binatang penghuni hutan yang ada di sepanjang area pintu masuk sampai ke arah area permainan.



Wahana-wahana di Jungleland dibagi dalam lima zona: Downtown, Carnivalia, Explora, Tropicalia, dan Mysteria. Downtown area letaknya sebelum loket tiket masuk tadi, meliputi bola Jungleland(?), air mancur, food court, toko suvenir, dan area pertunjukkan. Setelah melewati gerbang cek tiket, kita langsung masuk ke zona Carnivalia. Di zona ini ada wahana-wahana yang menantang adrenalin seperti Air Race, Discovery, Disk’ O, dan Mini Drop serta wahana-wahana yang ramah untuk anak-anak seperti Flight Academy, Daytona, Ferris Wheel, Bumper Car, Mini Swinger, dan Caroussel. 

Selain itu, wahana Haunted Hose juga ada di zona ini. Untuk zona Tropicalia, beberapa wahana yang ada yaitu Waterflume, Harvest Time, Wave Swinger, Ship Adventure, dan Texan Train. Wahana menantang adrenalin lainnya seperti Hydrolift, Mega Drop dan Boat Baster ada di zona Mysteria. Zona Explora sendiri ternyata masih dalam pembangunan karena di peta pun tertulis coming soon. 

Sebenarnya, rada gak jelas juga sih pembagian zona ini berdasarkan apa. Karena di dalam satu zona ternyata masih bergabung antara wahana untuk orang dewasa, anak kecil, maupun semua umur. Desain dan suasana yang terasa pun gak berbeda jauh antara zona satu dengan zona lainnya.



Selagi matahari sedang tertutup awan dan antrian belum panjang, kita mencoba Ferris Wheel sebagai wahana pertama. Dari wahana setinggi 45 meter ini kita bisa menikmati pemandangan wilayah Sentul dan Gunung Pancar sambil menikmati angin sepoi-sepoi.


Selanjutnya kita mulai mencoba wahana yang menantang. Disk’ O terpilih jadi wahana kedua hari itu. Wahana ini berbentuk lingkaran dengan tempat duduk di sepanjang tepi lingkaran. Kita duduk menghadap ke luar lingkaran dengan pegangan tangan di depan serta pengaman yang menjepit badan kita dari belakang. Lingkaran ini kemudian diputar dan diayun pada lintasan melengkung yang mengingatkan pada wahana Kora-Kora di Dufan. Rasanya tuh… Abis dilempar terus tiba-tiba langsung ditarik lagi ke pusat sentripetal. Bayangin aja, naik Kora-Kora tapi perahunya muter.



Di sebelah Disk’O ada wahana Air Race, kalau di Dufan ini mirip Kicir-Kicir kali ya, namun dengan bentuk tempat duduk berupa pesawat. Waktu saya ke Dufan Lima tahun yang lalu sih sama sekali gak ada keinginan naik Kicir-Kicir. Tapi waktu lihat wahana ini, kok kayaknya ukurannya lebih kecil dan gak seseram itu. Seketika quote-quote macam “doing thing that scare you will make you happier” bermunculan di pikiran. Akhirnya saya memutuskan untuk naik!
Karena wahana ini tempat duduknya berdua-berdua, Intan jadi punya alasan untuk gak naik. Nah, di wahana ini akhirnya saya tau gimana rasanya kaki di kepala kepala di kaki. Waktu posisi kepala lagi di bawah, aneh banget rasanya pantat gak nempel sama kursi… Setelah naik ini lah kita-kita pada mabok. Ada yang mual, pucet, pusing, dan jalan sempoyongan. Intan yang ga ikut naik malah ketawa ngeliat kita sambil pamer kalau dia dapat kaos dari orang promosi.
Setelah menenangkan diri kita lanjut jalan ke arah Haunted House. Sempet ragu-ragu dan males masuk karena kita kira antriannya panjang. Tapi akhirnya masuk juga dan, yaudah sih gitu aja. Gak tau ada setan apa aja karena saya gak buka mata sedikitpun. Keluar dari Haunted House, kita memutuskan untuk makan dulu di KFC. Oiya sebelumnya kita sempat masuk ke Dino World yang isinya…. ya gitu deh. Wahana ini cocok buat anak-anak yang lagi tergila-gila sama dinosaurus (kayak Minguk waktu itu).

Masih ingin santai-santai, setelah makan kita pilih wahana Texan Train yang membawa kita berkeliling Jungleland. Lumayan untuk lihat-lihat keseluruhan Jungleland dan mempertimbangkan akan naik wahana apa selanjutnya. Sayangnya kemudian hujan mulai turun rintik-rintik.


Berhubung hujannya cuma rintik-rintik kita pikir sayang kalau kita gak main apa-apa karena waktu itu juga sudah cukup siang. Hal ini akhirnya kita siasati dengan cari permainan yang basah-basahan. Kita pun sempat naik Waterflume, Hydrolift dan Boat Blaster yang seru banget.
Waterflume ini biasa aja, persis sama seperti Niagara-gara di Dufan. Kalau Hydrolift, ini semacam arung jeram yang lintasannya gak cuma belok-belok tapi juga ada bagian terjunnya. Seru banget sih, lebih seru dari arung jeram di Dufan. Boat Blaster juga gak kalah seru. Di wahana ini kita bener-bener basah karena di sini kita main tembak-tembakan air melawan orang-orang yang ada di kapal lain. Kekurangannya satu, tangan bakal pegel muter pistol airnya dan kalau udah ga kuat, pasrah aja deh ditembakkin air.
Sebelum dan sesudah dari Boat Blaster seingatku hujan turun cukup deras. Sudah hampir jam 5 sore saat akhirnya hujan mereda. Kita pun cari toilet dan musola untuk ganti baju dan solat. Kalau gak salah, musolanya ada di dekat wahana Hydrolift. Toiletnya cukup bersih dan besar. Kita bisa nyaman bersih-bersih badan dan ganti baju karena kebetulan gak ada orang lain di toilet waktu itu.
Karena semua udah capek dan Jungleland juga sudah mau tutup, kita pun gak naik wahana lagi dan cuma foto-foto. Lumayan banyak spot bagus untuk foto di Jungleland ini, favoritku di jembatan gerbang area Tropicalia yang latar belakangnya berupa sungai serta Ferrish Wheel.