Hai hai..hawa Lebaran masih berasa ya. Saya baru saja balik dari kampung halaman. Ceritanya saya mudik selama sebulan ke rumah orangtua di Pangkalan Berandan, Sumatera Utara. Badan masih lelah, tapi batin Alhamdulillah puas dan senang bisa berkumpul bersama seluruh keluarga. Namanya mudik Lebaran udah kayak liburan, jalan-jalan bareng keluarga  untuk bersilaturahmi ke rumah keluarga yang lain. Sudah jadi kebiasaan memang apalagi saya memiliki keluarga besar baik dari Ayah maupun Ibu.

Saya sih senang bisa jalan-jalan antar kota  ke rumah saudara melalui jalur darat dengan mobil pribadi bersama keluarga meski jarak dan waktu yang ditempuh cukup lama. Beberapa hari setelah Lebaran tepatnya hari ke-4 saya dan keluarga menuju Aceh ke rumah kakak kandung Ayah yang sudah lama tak bertemu. Seingat saya terakhir bertemu sekitar setahun yang lalu. Perjalanan dari rumah orangtua saya di Pangkalan Berandan menuju Aceh tepatnya di daerah Idi Rayeuk menempuh waktu lebih kurang 6 jam. Awalnya saya khawatir nggak kuat duduk berlama-lama karena saya memiliki gejala wasir. Deg-degan juga bakal nggak nyaman. Untungnya saya sudah punya stock jamu yang dikemas dalam bentuk kapsul untuk mengurangi dan wasir.

berkunjung ke rumah keluarga di Aceh
Ngomongin masalah gejala wasir yang saya alami, untuk mengobatinya selama ini saya rutin mengonsumsi air rebusan daun wungu. Tapi karena mudik Lebaran nggak memungkinkan untuk mengonsumsi dalam bentuk rebusan selain karena repot juga karena bakal susah nyari daun wungu, makanya saya berinisiatif membeli kapsul ekstrak daun wungu biar mudah dibawa-bawa saat mudik dan travelling.

Mudik saya jadi benar-benar nyaman loh Lebaran tahun ini, saya nggak merasakan keluhan gejala wasir selama di perjalanan. Meski hari pertama sempat merasakan sedikit keluhan karena makan ketupat Lebaran dan rendang hehe tapi bisa diatasi dengan mengonsumsi kapsul daun wungu. Duduk berlama-lama nggak merasa sakit sama sekali, yang penting sih banyak minum air putih dan selama di perjalanan saya banyak konsumsi buah juga buat tambahan serat.


Konsumsi Jamu Aman Ketika Mudik Lebaran 


Memilih obat berupa jamu untuk saya konsumsi untuk mengurangi sakit dan penyembuhan tentu saja saya nggak sembarang pilih. Sebagai konsumen yang cerdas saya harus benar-benar teliti dan memahami obat yang akan saya konsumsi. Apalagi saya belinya online. Saya terlebih dahulu membaca testimoni para pembeli. Kemudian setelah saya anggap feedback pembeli dan respon penjual cukup baik tanggapannya, ini menjadi salah satu faktor mengapa saya ingin mencoba dan membelimembeli ekstrak daun wungu.


Bagaimanapun yang namanya obat-obatan baik itu berbahan dasar kimia maupun jamu harus benar-benar hati-hati membeli dan mengonsumsinya. Saya harus memahami label yang tertera dan mencari tahu bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam kandungan obat maupun jamu tersebut, kemudian harus teliti baca komposisinya, aturan pemakaian yang dianjurkan, juga cara mengonsumsinya. Saya yakin kepedulian dimulai dari diri sendiri ya kan. Karena kalau kita cuek dan nggak peduli yang mengalami kerugian tentu  saja kita sendiri, dan produsen yang menjual obat atau jamu bakal bebas menjual produk yang tidak sesuai dengan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Zaman now kalau jadi konsumen nggak cerdas kita bakalan rugi. Terutama dalam hal mengonsumsi bahan pangan, obat, jamu, maupun kosmetik yang kita gunakan. Kalau sampai nggak peduli membaca label kemasan ataupun masa kedaluwarsa efek sampingnya kita juga yang merasakan. Setidaknya kalau kita lebih cerdas setidaknya kita juga bisa memberi edukasi kepada orang-orang terdekat mengenai pentingnya mengecek terlebih dahulu produk yang kita beli.


Selama ini biar lebih gampang untuk mengetahui apakah produk pangan, kosmetik, obat, maupun jamu yang saya beli dan akan saya konsumsi apakah aman dan terjamin mutunya saya selalu cek dulu melalui aplikasi Cek BPOM di smartphone saya. Dengan begitu saya jadi tahu apakah produk yang akan saya beli dan akan saya gunakan benar-benar terdaftar di BPOM atau enggak. Kalau benar-benar terdaftar baru deh saya berani mengonsumsi karena lebih merasa aman.

Aplikasi Cek BPOM
Seperti ekstrak daun wungu yang saya konsumsi saat mudik lebaran, sebelumnya sudah saya cek di aplikasi Cek BPOM, saya memasukkan nomor registrasinya kemudian dari hasil pencarian muncul keterangan bahwa kapsul daun wungu yang saya beli benar-benar sudah terdaftar di BPOM, bahkan tertera jelas siapa produsennya.

Kapsul Daun Wungu yang saya konsumsi terdaftar di BPOM

 

CEK KLIK BPOM

Untuk lebih mudah nya memahami dan mengetahui produk yang kita beli aman untuk dikonsumsi lebih mudah dengan menerapkan CEK KLIK. CEK KLIK sendiri adalah singkatan dari Cek Kemasan-Label-Izin Edar-Kedaluwarsa. Ini merupakan program dari BPOM untuk memudahkan masyarakat untuk mengecek produk yang akan dikonsumsi.

Kemasan

Pastikan kemasan produk yang kita beli masih dalam keadaan baik dan utuh. Kalau kemasan terbuat dari kotak atau kaleng jangan beli yang kemasannya sudah penyok karena kemasan yang sudah rusak memudahkan produk terkontaminasi. Bahayanya kalau sampai isi produk terkontaminasi bisa menimbulkan efek lain bagi tubuh dan berakibat fatal.

Kemasan bagus dan tidak penyok dan rusak

Label

Konsumen yang cerdas harus teliti membaca label, bagaimana cara penyimpanannya juga penting karena terkadang kita nggak perhatian kalau ada produk yang petunjuknya harus disimpan di suhu dingin. Kemudia lihat komposisi produk tersebut zat-zat apa saja yang digunakan untuk memproduksi pangan.

Izin Edar

Izin edar biasanya bisa dilihat juga didalam label. Izin edar adalah nomor yang diberikan pada pangan olahan dalam rangka peredaran pangan yang dikeluarkan oleh BPOM RI. Pangan yang olahan yang memiliki izin edar berarti telah melalui pengawasan BPOM dan memenuhi kriteria keamanan, mutu, dan gizi yang sesuai dengan persyaratan.


Kedaluwarsa 

Tanggal kedaluwarsa adalah tanggal dimana suatu produk dijamin keamanan mutunya sepanjang mengikuti aturan penyimpanan yang berlaku. Yang berhak menentukan tanggal kedaluwarsa adalah insdustri masing-masing. Tanggal kedaluwarsa produk harus tertulis jelas pada kemasan, baik itu EXP DATE, BEST BEFORE, SEBAIKNYA DIGUNAKAN maupun BEST BUY. Aturan yang ada di Indonesia jika produk pangan umur simpannya lebih dari 3 bulan boleh hanya mencantumkan bulan dan tahun, tetapi kalau daya simpannya kurang dari 3 bulan maka harus mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun.

Tertera jelas bagaimana aturan pakai, cara penyimpanan dan masa kedaluwarsa

Kalau teman-teman menemukan produk yang tidak sesuai atau tidak ada izin edar maupun nomor registrasi pada suatu produk setelah di cek dengan CEK KLIK kita bisa kok melaporkan ke contact center BPOM atau lebih mudah penyebutannya Halo BPOM di 1500533. Dengan begitu kita bisa memutus rantai penyebaran obat-obatan, pangan, maupun kosmetik yang nggak ada izin edarnya atau tidak terdaftar di BPOM.Untuk mendapatkan mendapatkan informasi yang selalu update mengenai produk atau tips aman dalam memilih produk bisa kunjungi website dan sosial media BPOM dibawah ini ya. Jangan lupa sekalian follow sosial medianya biar selalu update dengan berita-berita dan informasi terbarunya BPOM. #panganamanmudik #cekklikbpom #jamuamanmudik.

Website: https://www.pom.go.id
Facebook: @bpom.official
Twitter: @bpom_ri
Instagram: @bpom_ri