Akhirnya sebentar lagi lebaran. Setiap tahun momen ini benar-benar saya tunggu karena bakal mudik dan ketemu orangtua dan keluarga tercinta. Kebiasaan pulang ke kampung halaman saat jelang lebaran memang menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia yang sangat lekat. Menjadi kebahagiaan tersendiri menemui keluarga dan sanak saudara untuk merayakan hari Lebaran bersama-sama. 

Sudah pada persiapan mudik kan guys? Apalagi untuk kalian yang tinggal berbeda pulau dengan keluarga, siap-siap hunting tiket pesawat. Kalau yang tinggalnya berdekatan atau satu wilayah enak banget sudah pasti nggak repot cari tiket pesawat tapi prepare untuk perjalanan via darat. Saya pernah juga sih mudik ke Medan naik angkutan darat yang menempuh waktu sampai tiga hari, pegal banget tapi puas haha! Tapi meskipun sudah prepare untuk pulang kampung apalagi dengan menggunakan pesawat ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan jangan sampai disepelekan saat mudik dengan pesawat. Karena kalau terlalu sepele dengan hal-hal penting bisa-bisa gagal mudik. Apa saja yang harus dihindari saat mudik lebaran dengan pesawat?  Simak yuk poin-poin berikut ini.


Beli Tiket Beberapa Hari Sebelum Lebaran


Ini kebiasaan buruk sebagian masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di kota besar, suka banget beli cari tiket mudik last minute atau mepet banget dengan waktu lebaran. Padahal ini bisa merugikan karena harga tiket biasanya melambung sangat tinggi akibat permintaan yang banyak. Sayang banget kan duit nya. Daripada uang THR habis karena tiket pesawat, ada baiknya beli tiket jauh-jauh hari biar lebih hemat. Harga tiket menjadi lebih terjangkau dan uangnya bisa digunakan untuk keperluan lain.


Datang ke Bandara Jelang Waktu Berangkat


Kalau lagi peak season jelang mudik lebaran sering banget kan kita dengar kalau beberapa penumpang ketinggalan pesawat? Kadang sebagian orang suka nggak memprediksi waktu. Apalagi bagi orang-orang yang merasa rumahnya dekat dengan bandara jadi suka nyantai. Padahal yang namanya mudik lebaran arus lalu lintas sering macet dan padat, belum lagi sampai bandara harus ngantri check in saking ramainya. Oh ya biasanya di bandara kalau momen mudik pemeriksaan keamanan bandara bisa berlapis-lapis. Meskipun sudah tiba di bandara bukan berarti kita nggak bakal ketinggalan pesawat, tetap saja dianggap telat check in. Nangis deh kalau sampai tiket hangus karena beli tiket baru sudah pasti berlipat-lipat harganya dan bisa jadi malah fully booked. Gagal mudik deh! Makanya alangkah lebih baik kita tiba di bandara 3-4 jam sebelum jam keberangkatan.


Bawa Oleh-Oleh Berlebihan


Terkadang karean sudah lama nggak pulang kampung sekalinya pulang bawa oleh-oleh nya seabrek-abrek.Mungkin niatnya pengin nyenengin keluarga, tapi kalau tanpa perhitungan alhasil bagasi jadi berlebih atau over bagage dan harus bayar biaya tambahannya, jadi menguras isi dompet kan? Tapi nggak masalah sih kalau merogoh kocek lebih, tapi sebaiknya punya timbangan elektrik untuk bagasi deh. Karena saya biasanya gitu, saat prepare bawaaan pasti ditimbang dulu di rumah biar nggak kelebihan bagasi yang cuma dikasi gratis 20 kg saja oleh maskapai penerbangan.


Tidak Mampu Mengantisipasi Perubahan


Seringkali kita sudah mengatur rencana serapi mungkin tapi jadi berubah karena ada hal lain yang tidak diharapkan. Meskipun kita sudah punya plan A tapi alangkah lebih baik kita juga punya plan B. Misal saat mau berangkat ke bandara yang rencana awalnya mau diantarin keluarga tapi ternyata mereka kejebak macet, harus cepat-cepat ambil keputusan untuk naik transportasi lain menuju bandara, jangan menunggu keluarga yang akan mengantarkan. Langsung deh cari taksi biar nggak telat. Kalau saya sih seperti itu membiasakan diri untuk buat plan A dan plan B, soalnya kalau ketinggalan pesawat huhu tiket pesawat murah yang sudah dibeli jauh-jauh hari bakal hangus dong, duh nggak rela banget.



Nah, gimana dengan persiapan mudik kalian guys! Ingat yah, persiapan itu kunci agar nggak melupakan hal-hal penting. Ciee bijak banget kan saya. Iya dong soalnya belajar dari pengalaman mudik bertahun-tahun hehe.