Haloooooo.. yaampun udah lama banget yaa ga nulis. hahahaa sibuk libur sihh kemarin, masuk-masuk kerja langsung deh banyak kerjaannya. HAHAHA..

Hari ini aku pengen nulis tentang MOVE ON. Hmmmmm, ga asing dong yaa sama kata-kata ini. kenapa kok tiba-tiba kepikiran nulis tentang ini? semua karena Ed Sheeran :”)
Kalian udah dengerin belum sih lagu Ed Sheeran yang Happier?
Jadi, aku waktu denger lagu ini langsung sukaaaak. Aku biasanya suka sama sebuah lagu itu karena iramanya. Aku tipe yang gak begitu merhatiin lirik (bilang aja karena gabisa inggris) WKWKKWK.
Jadi, karena aku suka iramanya baru deh aku coba cari liriknya. Pas coba cari nih, dan perhatiin tulisan demi tulisannya, hmmm.. jujur hampir nangis waktu kalimat ini “I know i was happier with you”. Lebay? mungkin.. tapi entah kenapa emang sedih aja, coba deh kalian hayati liriknya. kalau masih ga sedih? DASAR TIDAK PUNYA HATI HUH.. *apaansih* bercanda gengssss. jangan suka kesel-kesel nanti cepet tua ^^v

Dari lagu itu, terinspirasi deh nulis ini. Pernah gak sih kalian ngerasain di posisi cowonya? Kalian ngeliat “mantan” kalian sudah bahagia bersama yang lain. Dan kalian berpikir “ya, aku bahagianya sama dia. mau gimana lagi.” YA ITUUUU TUH.. YANG BIKIN GABISA MOVE ON..
pikiran seperti itu yang sebenarnya membuat kita tersesat disana. Buat kita stuck disana.

Terkadang terlalu banyak kenangan yang membuat kita jadi sulit untuk melupakannya. Banyak hal-hal yang sudah dilakukan bersama , tempat-tempat yang dikunjungi bersama, dan banyak lagi. Memang tidak mudah untuk “move on” tidak semudah nulis dan ngomongnya. Tapi apa kalian tetap mau seperti ini? Tetap mau bersedih sedangkan dia sudah bahagia?

Hubungan berakhir pasti ada alasannya. Setiap pertemuan pasti ada pelajaran yang dapat diambil. Entah itu untuk membuat kamu belajar dari kesalahan dan membuat diri menjadi lebih baik lagi, entah untuk mengajarkan keikhlasan, atau memang untuk menjadi pendamping hidup 🙂
Tapi, kalian inget kalau kalian juga berhak untuk bahagia. Kalian harus bisa tau kapan waktu yang tepat untuk move on 🙂
gimana cara taunya? aku juga gak tau pasti..tapi beberapa hal di bawah ini harusnya bisa jadi patokan:
1. Kalau putusnya karena kesalahan fatal/yang gak bisa diperbaiki lagi. Menurut aku untuk hal ini, kalian harus move on.. memang, setiap manusia ada kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Tapi.. jika ia kembali melakukan kesalahan fatal tersebut, apakah kamu tetap menerimanya? Pacaran itu tahap untuk saling mengenal yang pasti tujuannya untuk jadi pendamping hidup kan? Jadi itu semua pilihan kamu 🙂 Selama hal tersebut bisa diperbaiki, kenapa engga?
2. Jika ia sudah memiliki orang lain. Hmm, dia sudah bahagia bersama yang lain. Aku yakin kamupun bisa! Mungkin belum sekarang, tapi suatu saat kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sama 🙂 Mungkin sekarang kamu merasa bahwa tidak ada yang dapat menggantikannya, tapi saat kamu mendapatkan seseorang yang tepat, hmmm.. semua hal yang kamu alamin itu worth it! Pasangan yang tepat akan selalu berusaha untukmu 🙂 Bertengkar? wajar.. Sedih? Nangis? wajar.. namanya hubungan pasti ada naik dan turun. Tapi bagaimana kalian menyikapinya itulah yang terpenting 🙂

Dua poin tadi yang menurut aku bisa dijadikan sedikit pertimbangan. “sedikit” loh yaa! Karena yang benar-benar paham mengenai hubungan ini adalah diri kalian. Ikuti kata hati tapi jangan lupa untuk tetap memikirkannya 🙂
Saat kalian memutuskan untuk move on, benar-benar persiapkan hati kalian untuk orang yang baru, yang akan menjadi pendamping hidup kalian 🙂
karena gak mungkin dong saat kalian nanti pacaran, lalu kalian masih kepikiran sama mantan. GAK BOLEH!

Untuk kalian yang saat ini sedang menjalin sebuah hubungan, jangan mudah mengatakan “putus”. Aku dulu orang yang sering banget ngomong gitu.. dikit-dikit aku bilang “yaudalah mending putus aja”. hahaha.. yaaa, aku akui kalau salah. Namanya lagi emosi kan yaaa *alasan* hahaha..
Tapi kalau dipikir lagi, memang hal seperti itu harus dihindari lho.. hayooo yang sering bilang gitu harus dikurangin yaa! hehehe.. kenapa? karena gak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan putus. Kata putus itu kata yang gak boleh diucapin kalau kalian benar-benar gak bermaksud mengatakannya. Kata itu bukan dibuat mainan, jangan karena emosi semata lalu langsung melontarkan kata-kata tersebut. Okee? *cuma sekedar mengingatkan* hehee..
Satu lagi..
Kalau kalian masih gak bisa move on sama mantan, apalagi kalian saat ini sudah punya pacar. HMM.. mending antara kalian sudahi hubungan kalian saat ini atau lupakan rasa kamu ke mantan kamu! kenapa? kasian lho.. pasangan kalian hatinya seutuhnya cuma buat kamu, dan kamu?
Saat kita sudah bertekad menjalin sebuah hubungan, maka berilah hati kalian seutuhnya disana 🙂
Dulu, ada orang yang selalu mengatakan “kalau cinta, jangan cinta 100%”. Tapi setiap aku mau menerapkannya gak bisaa.. dan yang aku percaya/yakini hingga sekarang saat menjalin sebuah hubungan adalah “saat kita memutuskan berpacaran, cintai orang itu dengan sepenuh hati. Kalau nanti dihancurkan? itu bukan bagianmu.. itu urusan orang yang menghancurkannya. Karena ia yang mencintaimu dengan tulus tidak akan pernah membiarkanmu untuk larut dalam kesedihan dan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu dan hubungan ini.”

Last but not least,
Jadi mantan bukan berarti harus membenci. Bukan berarti harus musuhan. Karena tanpa mereka, mungkin kita tidak bisa menjadi lebih baik seperti sekarang. Tanpa mereka mungkin kita tidak dapat “bersyukur” dengan apa yang kita miliki saat ini. Dan tanpa mereka, mungkin kita tidak bisa menjadi lebih baik untuk pasangan kita saat ini *kalau yang sudah jadian* atau pasangan kita nanti *yang masih belum menemukan seseorang yang tepat*.
Terus? kalau gak benci gak musuhan gimana? yasudah biasa saja.. kalau bisa jadi teman yaa itu baik, tapi kalau enggak yaudah. Tapi jangan sampai benciiii ><
Jadi yaa biasa ajaa gitu 🙂

Hei.. kalian berhak bahagia 😀

Be grateful,
Love,
dhemilyy 🙂