Nongkrong Sejenak di Kafe Coco Churros


Beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa rekan kerja mengikuti pelatihan yang diadakan oleh kantor selama kurang lebih 4 hari. Dua hari pertama pelatihan diadakan di hotel dan 2 hari berikutnya diadakan di lapangan dan kantor. Kalau kata trainer-nya sih hari ketiga kami akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengamatan terhadap tekanan air di beberapa titik

Sesuai dengan rencana, pada hari ketiga pelatihan kami semua berkumpul di kantor untuk melaksanakan praktik lapangan. Para peserta pelatihan sudah terbagi menjadi 15 kelompok yang masing-masing terdiri dari 2 orang. Setiap kelompok akan stand by di titik yang ditentukan dari pukul 10 pagi hingga 6 sore dan mengecek tekanan air pada pipa setiap 1 jam sekali.

Setelah mendapat pengarahan, saya dan Nurul, rekan kerja langsung berangkat menuju lokasi pengamatan kami. Lokasi tempat kami adalah si sebuah jembatan kecil yang sudah dipasangi manometer untuk mengecek tekanan dalam pipa tersebut. Awalnya kami agak kebingungan di mana harus "nongkrong" selama melakukan pengamatan tekanan. Beruntung di samping jembatan ada sebuah rumah yang pemiliknya tak keberatan kami pinjam terasnya untuk menghabiskan hari.

Baca juga : [Review] Menyantap Menu Western Day Avenue Cafe Banjarmasin
 

Selama beberapa jam pengamatan, saya dan rekan kerja masih lumayan enjoy dalam melakukan pengamatan. Apalagi grup Whatsapp juga ramai dengan berbagai foto dan celotehan rekan kerja di lokasi mereka masing-masing. Namun memasuki pukul 2 siang, mata semakin terasa berat. Tak hanya itu, baterai hape juga mulai berkurang. Akhirnya Nurul kemudian mengusulkan agar kami rehat sejenak di sebuah tempat untuk menghilangkan kantuk sekaligus mengisi baterai hape.

Usai salat zuhur, kami pun memacu motor menuju kawasan Kayu Tangi yang memang lokasinya tak jauh dari lokasi pengamatan kami. Kawasan Kayu Tangi sejak dulu dikenal sebagai salah satu tempat nongkrong di Banjarmasin karena lokasinya yang merupakan kawasan perkuliahan di Banjarmasin dengan adanya Universitas Lambung Mangkurat dan beberapa kampus lainnya.

Awalnya saya dan Nurul berencana untuk mampir ke kopi Janji J*wa yang kalau kata peta sih ada di dekat kampus ULM. Namun karena tak menemukan lokais kopi kekinian tersebut, Nurul akhirnya mengajak untuk mampir ke Coco Churros, sebuah kafe baru yang letaknya dekat lampu merah pertigaan Glow minimarket.

Baca juga : Ini Dia 5 Tempat Makan Kuliner Khas Banjarmasin yang Patut Dicoba




Begitu memasuki kafe, saya disambut dengan ruangan berdinding putih dan sofa-sofa dan tempat duduk yang ditata dengan apik. Meja kasir sekaligus bar tempat mengolah pesanan terdapat pada bagian depan kafe. Pada dinding ruangan tampak terpajang poster film-film Mandarin jaman dulu yang bahkan saya tidak mengenal para aktornya. Entah apakah pemilik kafe ini penggemar film Mandarin, namun bagi saya ini agak aneh mengingat nama kafe ini adalah Coco Churros yang notabene masakan Spanyol.





Begitu duduk di salah satu meja, salah satu pegawai mendatangi kami dan langsung menyerahkan daftar menu. Saya langsung membuka daftar menu yang diberikan. Hmm ternyata ada cukup banyak pilihan menu di kafe ini. Mulai dari appetizer hingga dessert ada. Menunya sendiri ada yang lokal dan menu Italia juga. Harga makanan di sini juga bervariasi mulai dari Rp. 15.000 untuk Churros hingga Rp. 50.000,00 untuk menu western seperti Chicken Cordon Blue dan menu Western lainnya.




Karena keterbatasan waktu, hari itu saya hanya memesan Oreozilla yang kata Mas-nya adalah minuman yang terbuat dari Oreo sementara teman saya memesan segelas Apple Tea dan tortilla pizza Beef . Harusnya sih saya juga memesan Churros ya yang dijadikan nama kafe ini agar lebih afdol. Apalagi harganya juga sekitar 15 ribuan aja. Tapi namanya waktu sempit akhirnya nggak kepikiran deh.

Tanpa perlu menunggu lama, pesanan kami pun tiba. Oreozilla seperti yang dikatakan Mas pegawai merupakan minuman yang terbuat dari Oreo Taro dengan tambahan toping Oreo dan es krim di atasnya. Rasanya cukup enak dan tidak terlalu manis kalau menurut saya.

Sedangkan Tortilla Pizza Beef merupakan roti tortilla yang ditata bundar seperti pizza dan di atasnya terdapat topping daging cincang saus Bolognaise.Yang agak ribet dari menu Tortilla Pizza Beef ini adalah bagian tortilla yang saat diangkat tidak bisa menahan beban topping beef-nya. Jadi memang sebaiknya saat menyantap tortilla pizza ini kita menggunakan sendok saja agar tidak bleber kemana-mana.






Saat waktu menunjukkan pukul 4 kurang, kami pun menyudahi acara nongkrong singkat kami. Kalau menurut saya, kafe Coco Churros ini bisa menjadi pilihan buat mereka yang ingin nongkrong di tempat yang cozy dan pastinya instagramable. Saya sendiri jujur masih penasaran karena nggak sempat mencoba menu lain terutama Coco Churros-nya. Semoga saja nanti saya ada kesempatan mengunjungi kafe ini lagi.

Update : Akhirnya saya mencoba Churros-nya lewat ojek online. Churros di Coco Churros ini memiliki rasa yang enak dan tidak bikin eneg. Cocolannya yang saya pilih adalah tiramisu yang juga enak.