Hallo, apa kabar?
Pernah dengar Dermatitis Atopic? Di Blog Post kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengatasi permasalahan kulit ini. Karena anak saya yang paling kecil pernah mengalami ini juga saat masih bayi. Jadi yang penasaran atau pernah mengalaminya juga simak terus Blog Post saya yang ini, ya!๐Ÿ˜Š

Dermatitis Atopic

Dermatitis Atopic
Bayi yang mengalami Dermatitis Atopic | Pic : Gettyimage

Apa itu Dermatitis Atopic? Jadi Dermatitis Atopic (D.A) ini adalah suatu peradangan pada kulit, atau orang lebih mengenal dengan โ€œeksimโ€ atau โ€œruam alergiโ€. Peradangan kulit ini paling rentan dan sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Kondisi kulitnya akan memerah, kering, dan pecah-pecah. Akan mengalami peradangan ini berbulan-bulan bahkan ada yang bertahun-tahun.

Saya pribadi pernah mengalami ini, waktu anak ke dua saya lahir. Jadi waktu pertama lahir menggunakan selimut yang ada bulunya dari Rumah Sakit, itu mukanya langsung merah-merah. Ternyata dia punya alergi terhadap debu dan bulu.

Baca Juga : Atasi Demam Gak Pake Drama

Penyebab Dermatitis Atopic

Sebenarnya belum tau apa penyebab yang pasti untuk Dermatitis Atopic ini. Tapi kalau menurut beberapa artikel yang saya baca, itu bisa karena faktor genetik. Kalau orang tua memiliki riwayat D.A, kemungkinan besar anak yang baru lahir akan mengalaminya juga.

Selain faktor genetik atau keturunan, bisa juga dipengaruhi oleh lingkungan, infeksi, gangguan imunologi, alergi, dan gangguan fungsi kulit.

Gejala Dermatitis Atopic

Setiap orang pasti memiliki gejala yang berbeda-beda. Kalau pada bayi biasanya gejala Dermatitis Atopic berupa kulit yang memerah, bersisik, dan berkerak. Lalu biasanya terlihat daerah pipi, lipatan, kaki, dan tangan.

Sedangkan pada anak-anak dan orang dewasa, gejalanya adalah kulit memerah dan sangat gatal. Area yang sering terkena adalah belakang leher, siku, dan lutut. Rasa gatal yang cukup parah akan membuat kita untuk menggaruknya, tapi akan memperburuk keadaan kulit. Kulit akan menjadi terkelupas dan menjadi infeksi.

Baca Juga : Positif Demam Berdarah, Ini Cara Rawat Di Rumah

Pengobatan Dermatitis Atopic

Dermatitis Atopic
Pic : Gettyimage

Untuk meminimalisir terjadinya Dermatitis Atopic dan menjadi lebih parah, lebih baik menghindari pemicu utama timbulnya D.A ini. Seperti lingkungan (seperti debu), makanan, dan lain sebagainya. Lalu jangan digaruk juga, ya! ๐Ÿ˜‰

Perawatan yang bisa dilakukan di rumah, yaitu :

  • Mandi sehari dua kali, menggunakan air hangat kuku.
  • Menggunakan sabun yang mengandung pelembab.
  • Tidak menggunakan sabun yang mengandung pewangi.
  • Oleskan kulit menggunakan pelembab setelah mandi.
  • Pakai pakaian yang lembut dan menyerap keringat.
  • Mencuci pakaian menggunakan detergen yang tidak mengandung SLS.
  • Menghindari pemicu timbulnya alergi, seperti makanan atau debu.
  • Menjaga suhu ruangan, supaya tidak terlalu panas atau dingin.

Waktu itu saya mendapat rekomendasi cream dari dokter, yaitu Atopiclair. Ada yang sudah pernah dengar atau coba? Saya akan coba review singkat tetang produk ini.

Atopiclair Solusi untuk Dermatitis Atopic

Atopiclair ini merupakan produk dari Italy, yang sering direkomendasikan oleh dokter kulit untuk mengatasi Dermatitis Atopic atau permasalahan kulit. Atopiclair ini sangat aman digunakan dari bayi sampai orang dewasa, karena Non Steroid dan Fragrance Free.

Atopiclair ini sangat bagus untuk mengurangi rasa gatal, nyeri, dan menjaga kesehatan kulit. Selain itu juga dapat melembabkan, dan mengurangi sensitivitas, dan mempercepat penyembuhan kulit.

Dermatitis Atopic
Atopiclair Lotion & Cream

Atopiclair ini terdapat dua pilihan, yaitu Cream dan Lotion. Tapi saya menggunakan yang Cream karena lebih praktis.

Atopiclair Cream

Dermatitis Atopic
Atopiclair Cream

Saya lebih memilih yang tekstur Cream karena lebih mudah pemakaian dan praktis. Untuk yang Cream ini memiliki tiga pilihan ukuran, yaitu 10ml, 40ml, dan 100ml. Kalau saya beli yang ukuran 40ml, karena anak saya yang kecil sering muncul merah-merah di kulit kalau udah kena debu.

Packaging

Dermatitis Atopic
Packaging

Cream ini packagingnya seperti tube gitu dan tutupnya diputar.

Texture

Dermatitis Atopic
Texture

Atopiclair Cream ini tentu saja memiliki tekstur cream. Warna dari cream nya adalah peach.

Ingredients

Aqua, Ethylhexyl palmitate, Butyrospermum parkii butter, Pentylene glycol, Arachidyl alcohol, Behenyl alcohol, Arachidyl glucoside, Butylene glycol, Glyceryl stearate, Glycyrrhetinic acid, Capryloyl glicine, Bisabolol, Tocopherly acetate, PEG-100 stearate, Carbomer, Ethylhexylglycerin, Piroctone olamine, Sodium hydroxide, Allantoin, DMDM hydantoin, Sodium hyaluronate, Vitis vinifera seed extract, Disodium EDTA, Ascorbyl tetraisopalmitate, Propyl gallate, Telmesteine.

Price

Untuk harga Atopiclair Cream 40 ml berbeda-beda, tergantung beli dimana. Harga sekitar Rp 125.000 โ€“ Rp 220.000. Tapi saya selalu membeli secara online dengan harga Rp 127.000/40ml.

How to Use

Pemakaian untuk cream ini sangat mudah. Ambil cream secukupnya, lalu oleskan secara tipis pada kulit yang memerah dan gatal. Setelah itu lakukan pemijatan perlahan pada kulit yang sudah dipakaikan cream.

Cream ini bisa digunakan tiga kali dalam sehari.

First Impression

Dermatitis Atopic
My Impression

Saat melahirkan anak ke dua, saya cukup bingung mengahadapi anak ini. Karena kulitnya sangat sensitive, tidak bisa kena bahan yang berbulu dan debu. Jadi sering ada ruam merah di pipi, kaki, badan, atau tangan. Jadi saya langsung browsing apa penyebabnya, setelah baca-baca baru tau kalau ini karena factor genetik. Saya pun mengiingat-ingat apakah punya alergi yang serupa atau tidak. Ternyata saya mempunyai alergi terhadap debu juga.

Saya pun konsulatasi pada dokter obat apa yang aman digunakan untuk bayi. Dokter pun menyarankan Atopiclair. Akhirnya saya membelinya, kalau anak saya sudah muncul ruam merah langsung dioleskan.

Memang cukup tipis aja pakai cream-nya, agar lebih efektif bukannya pelit. Hanya seharian digunakan (tiga kali sehari), ruam merah pun mulai mereda. Setelah anak saya sekarang usia lima tahun, permasalahan alergi debunya uda mulai berkurang. Tapi sering ada ruam di belakang leher, seperti biang keringat gitu. Jadi tetap belum bisa jauh dan berhenti sedia Atopiclair cream ini, hihihi.

Baca Juga : Gaya Pola Asuh Grow Happy

Kalau Anda punya cerita ya sama ga, moms? Share di kolom komentar, yuk!๐Ÿ˜Š