Munculnya benjolan pada bibir setelah tergigit, terbentur atau akibat trauma lainnya seringkali disebabkan oleh mukokel. Apa itu mukokel? Mukokel merupakan benjolan yang terjadi akibat tersumbatnya saluran pada kelenjar ludah yang kecil.

Mukokel umumnya ditandai dengan munculnya benjolan pada bibir bagian dalam setelah terjadinya setelah tergigit. Selain trauma, ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan munculnya benjolan di bibir, yaitu sariawan, herpes oral atau infeksi jamur. Namun, benjolan akibat mukokel memiliki warna bening dan di dalamnya terdapat cairan atau lendir berwarna kebiruan. Meski begitu, mukokel sebenarnya tidak berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, benjolan mukokel juga bisa tumbuh membesar.

Apaila mukokel tumbuh membesar dan menimbulkan gejala yang mengganggu, maka jangan ragu untuk datang ke dokter atau dokter gigi. Apalagi jika benjolan yang tumbuh mudah berdarah, semakin membesar, terasa nyeri, dan menyebabkan adanya pembengakakn di daerah rahang dan menyebabkan Anda kesulitan untuk makan.

Cara Mengatasi Benjolan di Bibir Karena Tergigit

Jika memang dibutuhkan penanganan, maka biasanya akan dilakukan dengan mengambil kelenjarnya dengan pembedahan kecil menggunakan laser, cryoteraphy,  atau dengan teknik marsupialisasi. 

Sebaiknya, hindari tindakan yang dilakukan sendiri, seperti memecahkan mukokel. Pasalnya, hal tersebut justru akan semakin berisiko menyebabkan infeksi pada mukokel. Mukokel juga dapat tumbuh kembali meski telah dilakukan tindakan medis pengangkat pada benjolan tersebut.

Cara Mencegah Munculnya Benjolan di Bibir 

Salah satu cara paling mudah dan ampuh untuk mencegah munculnya benjolan di bibir adalah dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi. Berikut ini beberapa cara merawat kebersihan mulut yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari berbagai macam masalah kesehatan mulut :

- Hindari kebiasaan menggigit lidah, bibir, dan pipi bagian dalam.
- Sikat gigi secara rutin, minimal dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.
- Rutin berkumur dengan cairan antiseptik setelah sikat gigi.
- Membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (flossing).
- Tidak merokok
- Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, terutama makanan yang kaya akan vitamin C dan kalsium.

Selain melakukan hal-hal di atas, penting juga bagi Anda untuk memeriksa kesehatan gigi dan mulut ke dokter, setidaknya 6 bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk menghindari penyakit-penyakit pada area tertentu, termasuk mukokel.

https://lingshenyao.id/obat-cina-kista/