Ada benjolan setelah melahirkan tentunya membuat Anda sebagai wanita merasa takut dan khawatir akan terjadinya masalah kesehatan yang serius.

Jika Anda menemukan adanya benjolan di sekitar vagina setelah melahirkan, maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya secara pasti. Pasalnya, jika penyebab munculnya benjolan tersebut diketahui sejak awal, maka Anda pun akan mendapat penanganan lebih awal, sehingga proses penyambuhan pun akan semakin mudah dan cepat.

Berikut ini beberapa kondisi yang menyebabkan munculnya benjolan di sekitar vagina, yaitu :

Kista Bartolin

Pada dasarnya, kista merupakan benjolan atau kantung tertutup berisi cairan atau jaringan lainnya, yang dapat tumbuh di bagian tubuh manapun. Sementara itu, kista bartolin merupakan kondisi di mana tumbuhnya benjolan kecil berisi cairan pada bibir vagina. Dalam sebagian besar kasus, kondisi ini tidak berbahaya dan tidak menimbulkan keluhan apapun pada pengidapnya.

Biasanya kista bartolin baru terdeteksi ketika pengidapnya melakukan pemeriksaan dan menemukan adanya benjolan pada bibir vagina. Bartolin sendiri merupajan kelenjar yang berfungsi untuk mengeluarkan lendir atau sebagai pelumas vagina. Namun, apabila terjadi penyumbatan, maka dapat menyebabkan tumbuhnya kista bartholin. Apabila terinfeksi, kista bartolin dapat menimbulkan rasa nyeri.

Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan yang terjadi pada folikel atau tempat tumbuhnya rambut. Kondisi ini dapat terjadi di bagian tubuh yang ditumbuhi rambut, termasuk vagina. Biasanya, kondisi ini akan menyebabkan timbulnya benjolan berisi nanah, berwarna kemerahan, dan seringkali menimbulkan rasa nyeri.

Tumor

Tumor merupakan benjolan yang dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, termasuk vagina. Tumor juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu tumor jinak dan tumor ganas, dan hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan biopsi. Akan tetapi tumor pada area vagina lebih banyak ditemikan pada wanita dengan usia di atas 60 tahun (lansia).

Genital Herpes

Genital herpes merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Kondisi ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual vagina, oral, maupun anal. Gejala yang muncul akibat herpes genital sangat ringan, sehingga kebanyakan pengidapnya tidak menyadari bahwa mereka mengalami genital herpes.

Baca Juga : Pengobatan Terampuh Kanker Rahim TANPA OPERASI