#TulisanMisisDevi di Majalah SCG

Menjadi seorang Mompreneur dengan segala tugas, tanggung jawab dan mimpi besarnya, bukanlah hal yang mudah. Ingin menjaga hidup agar tetap seimbang sebagai istri dari suami, ibu dari anak-anak, dan aktualisasi dari diri sendiri adalah GOAL bagi tiap ibu pengusaha.
.
Tak bisa dipungkiri, masalah manajemen waktu adalah hal paling tricky yang harus dihadapi. Karena usaha adalah milik kita sendiri, pembagian waktu dalam satu hari/satu minggu/satu bulan/satu tahun JUGA adalah tanggung jawab kita sendiri. Kita yang buat, kita pula yang menaggung resiko dari setiap dampaknya.
.
Kita "hanya" memiliki 24 jam dalam sehari, dengan waktu efektif mungkin kurang dari 12 jam, bisa membuat Mompreneur manapun senewen. So, Bagaimana caranya agar kita bisa menjalankan peran dengan lebih ringan dan damai? Well, this is what I want to share to you...
.
Beberapa tips untuk hidup lebih damai dan seimbang sebagai seorang Mompreneur, sehingga tak ada yang harus menjadi korban dari segala kesibukan kita..
1. MANAJAMEN WAKTU. Berusaha keras untuk mengawali setiap hari dengan jadwal yang sudah tersusun rapih and STICK WITH THAT SCHEDULE. Karena kita adalah bos dari hidup kita sendiri, menjadi disiplin akan setiap rencana yang sudah disusun adalah KEHARUSAN. Pun saat membuat schedule tidak boleh sembarangan. Harus benar-benar bisa memperkirakan waktu yang dibutuhkan akan setiap point-schedule, sesuai dengan kenyataan dilapangan. Yes! Buat schedule based on time! Tidak sekedar list panjang yang (bisa jadi) tidak masuk akal jika dilakukan dalam satu hari penuh.

2. LOWER YOUR EXPECTATIONS. Menurunkan ekspektasi menurut aku adalah hal yang perlu. Bukan untuk menurunkan level mimpi dan segala macam goals, tapi lebih untuk "berdamai-dengan-keadaan". Karena saat kita sudah terlalu banyak ambisi hingga lupa menjejakkan kaki ke tanah, tekanan pada jiwa dan pikiran akan terlalu kuat. Sehingga, apapun yang dikerjakan menjadi lebih berat dari seharusnya. Dan siapapun yang berada disekitar kita, bisa terkena dampak dari emosi negatif dari kita yang high-expectation tentang "apa-yang-seharusnya". Take a deep breathe, life is not just about business, you have FAMILY to take care of.

3. REMEMBER WHO YOU ARE. Mengingatkan diri sendiri tentang SIAPA-DIRI-KITA dan APA-TUJUAN-KITA-MELAKUKAN-INI-DAN-ITU adalah hal paling sering terlupakan saat kita tenggelam dan terseret dalam arus kesibukan dan ambisi. Dengan MENGINGAT, kita bisa mulai membuat list tentang apa dan siapa yang penting lalu membuat LIST PRIORITAS. Hal ini penting, karena saat sudah terjebak dalam rutinitas, kita suka lupa, apa tujuan awal kita memulai usaha, dan goal apa yang sebenarnya ingin kita raih.

4. FAMILY COMES FIRST. In the end of the day, kita harus menyadari bahwa keluarga adalah yang utama, bukan sampingan. Kita boleh mengejar mimpi, tapi ingat kita tulang rusuk bukan tulang punggung. Kita boleh berambisi dalam aktualisasi diri, tapi jangan terjebak dalam riuhnya sosialisasi. Memahami PORSI waktu itu penting. Dan pastikan, porsi terbesar tetap untuk suami dan anak lengkap dengan segala kisah didalamnya. Hadirlah secara UTUH bagi mereka.

Nah, 4 hal di atas adalah garis besar yang ingin aku bagikan sekaligus untuk pengingat untuk kamu Mompreneur. Karena, tujuan utama dari hidup tidak sekedar tentang uang, tapi lebih kepada keseimbangan diri dalam menjalankan setiap peran, sebagai wanita, istri dan ibu. Semoga bermanfaat 😘

#TulisanMisisDevi
Ig : @misisdevi