Hasil gambar untuk gejala miom

Ada beberapa masalah kesehatan yang dapat dialami oleh wanita, khususnya pada bagian rahim, salah satu di antaranya adalah mioma uteri. Lantas, apa itu mioma uteri? Apakah mioma uteri berbahaya terhadap kesuburan wanita? Simak ulasan di bawah ini.

Mioma uteri sendiri juga dikenal dengan uterine fibroids, yakni merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan berupa tumor jinak di bagian uterus (rahim). Mungkin kata  "tumor" terdengar menyeramkan bagi Anda, namun Anda tidak perlu khawatir, sebab tumor yang muncul akibat miom merupakan tumor jinak (non-kanker) yang tidak bersifat ganas, serta tidak ada kaitannya dengan kanker rahim maupun kanker serviks. 

Perlu Anda ketahui, bahwa mioma uteri dapat tumbuh dengan ukuran yang beragam, mulai dari kecil hingga sangat besar. Jika ukuran mioma yang ada pada rahim semakin membesar, maka kondisi ini akan mempengaruhi ukuran rahim menjadi lebih besar dan bahkan juga dapat menyebabkan kerusakan pada rahim Anda. Selain itu, ukuran miom yang besar juga dapat menyebabkan organ di sekitarnya tertekan, sehingga pada akhirnya menimbulkan gejala-gejala yang cukup mengganggu.

Penyebab Mioma Uteri

Penyebab mioma uteri sendiri sebenarnya masih belum diketahui dengan jelas. Meski begitu, ada dua  faktor yang diduga dapat memengaruhi pembentukan miom, yaitu :

1. Hormon, di mana dua hormon kewanitaan yang di produksi oleh ovarium, yakni estrogen dan progesteron, menyebabkan lapisan rahim bergenerasi selama siklus menstruasi, sehingga menyebabkan rangsangan terhadap pertumbuhan miom. Hal ini juga yang terjadi ketika wanita tengah hamil.

2. Faktor genetik (turunan), hal ini terjadi akibat ada anggota keluarga, seperti Ibu, saudara perempuan, ataupun nenek yang pernah memiliki riwayat mioma uteri, sehingga dapat meningkatkan risiko keturunannya juga memiliki miom.

Gejala Mioma Uteri

Kebanyakan wanita yang memiliki miom, cenderung tidak menyadari kondisinya. Hal ini disebabkan karena mioma uteri sendiri tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga kebanyakan wanita baru mengetahui miom yang dimilikinya saat menjalani USG. Akan tetapi, dalam beberapa kasus miom yang tergolong berat, kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu. 

Berikut ini gejala yang dapat dialami akibat miom :

- Perut yang terlihat membesar, seperti kembung dan disertai rasa sakit.
- Rada nyeri ketika melakukan hubungan intim.
- Rasa nyeri dan tertekan pada bagian panggul.
- Rasa nyeri di bagian belakang kaki.
- Siklus menstruasi yang kacau.
- Terjadinya sembelit (konstipasi) akibat ukuran miom yang membesar dan menekan bagian usus besar atau rektum.
- Frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering dari biasanya (beser), yang disebabkan karena adanya tekanan pada - kantung kemih akibat miom.