Benarkah miom saat hamil sering menyebabkan flek? Hampir sebagian wanita memiliki miom di sekitar rahim mereka. Miom juga dapat terjadi pada wanita yang sedang hamil. Lantas, seperti apa penyakit miom itu? Miom atau mioma uteri juga dikenal sebagai uterine fibroid, merupakan kondisi di mana adanya pertumbuhan sel abnormal atau sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim).

Meskipun kata "tumor" terdengar menyeramkan, namun Anda tidak perlu khawatir sebab tumor disini tidak bersifat ganas (non-kanker), sebab tumor yang tumbuh pada kasus miom merupakan tumor jinak yang tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Kondisi ini pada dasarnya terjadi akibat sel-sel otot pada rahim tumbuh secara tidak normal. Lantas, apa yang terjadi jika miom tumbuh saat hamil?

Miom saat Hamil

Layaknya miom pada umumnnya, miom saat hamil juga tumbuh dengan ukuran yang bervariasi, serta pola pertumbuhan yang bervariasi pula. Pertumbuhan miom tersebut bisa secara perlahan, cepat, atau bahkan berhenti tumbuh di tahap tertenu.

Selain itu, dalam sebagian besar kasus, miom saat hamil juga dapat menyusut dan menghilang dengan sendirinya. Biasanya, miom tersebut dapat hilang setelah melahirkan seiring dengan ukuran uterus yang kembali normal.

Selain itu, mioma uteri umumnya juga tidak berhubungan dengan kanker rahim, sehingga Anda tidak perlu Khawatir terhadap penyakit mematikan tersebut. Miom di tengah masa kehamilan dapat ditemukan pada 10 % wanita, dan lebih banyak ditemukan pada wanita berusia 30 sampai 40 tahun.

Gejala Miom saat Hamil

Dalam kebanyakan kasus, wanita yang mengalami miom baik pada saat dalam masa kehamilan maupun tidak, cenderung tidak merasakan gejala apapun. Namun, apabila muncul gejala miom saat hamil, maka keluhan gejala itu sendiri tergantung pada ukuran, letak, dan jumlah miom yang tumbuh. Pasalnya, miom juga dapat tumbuh lebih dari satu benjolan.

Gejala-gejala yang dapat di alami antara lain adalah :

- Pendarahan, dan dapat menyebabkan darah yang keluar saat menstruasi lebih banyak dari biasanya.
- Menstruasi lebih dari seminggu.
- Sakit perut.
- Sembelit
- Rongga panggul terasa nyeri dan tertekan.
- Frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering (beser).