ANAK HARUS DIGENDONG juga adalah pelajaran dari terapis Malik yang ingin aku #Sharing dengan kamu ya Mommies..

Jadi gini, aku tuh punya skeleosis, jadi aku nggak berani angkat-angkat beban berat, termasuk angkat Malik 😅

Alhasil, aku melatih Malik untuk nggak "gendongan". Di mobil dia anteng duduk di baby car seat. Saat jalan-jalan dia anteng duduk di stroller. Mau tidur pun, tinggal aku geletakin aja di kasur, dia akan tidur sendiri. Minim banget gendongan. .
Tadinya aku bersyukur, karena ternyata Malik seperti tahu kekuranganku dan bisa mandiri, nggak minta-minta di gendong..

TAPI ternyata sodara-sodara, NGEGENDONG ANAK adalah HAL WAJIB yang tidak boleh dilewati prosesnya..

Jangan takut dengan istilah "bau-tangan" atau kalau dikasusku "jangan-takut-cidera, inshaallah ALLAH YANG JAGA", karena memang kodratnya anak bayi itu harus SERING-SERING DIGENDONG.

Nge-gendong anak dapat merangsang BANYAK INDERA SENSORI di tubuhnya, termasuk mengasah INTEGRASI nya..


Minimnya gendongan saat Malik masih bayi, berdampak pada TINGGINYA tingkat kewaspadaan Malik.
Jika disentuh, dia langsung menampis tangan orang yang menyentuh (punggungnya misalnya)

Saat Malik begitu defensif akan kedekatan dengan orang lain, akan sulit baginya menerima rangsangan dan ajaran dari orang lain (termasuk aku maminya)

Akhirnya, salah satu kegiatan terapi Malik adalah DIGENDONG oleh terapisnya.
Iya Moms, selama beberapa menit dalam 1 pertemuan terapi, Malik digendong dan di ayun2 oleh terapisnya, SETIAP KALI TERAPI.
Hal ini dilakukan untuk "mengisi" kekosongannya dia dulu yang minim gendongan 😢
.

Sekarang, "tingkat kewaspadaan" Malik makin turun. Dia mulai bisa dipeluk, digendong, diusap hidungnya jika kotor, diajarkan sikat gigi dll

So Mommies yang anaknya masih bayiiiii, ini bisa jadi pelajaran yaaa..
JANGAN KASIH KENDOR buat ngegendong anak kita..
Selain banyaknya alasan ilmiah didalamnya, menggendong anak juga bisa merekatkan tali kasih antara Mommy dan anak Mommy.. 😘😘😘
SEMANGAT!


#TulisanMisisDevi #IniCeritaMalik #Parenting