Indonesia tengah menggenjot peningkatan ekspor hasil perikanan dalam n   egeri. Pergantian susunan kabinet dan pimpinan menteri yang terjadi di tubuh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak mengendurkan niat pemerintah untuk menjadikan sektor ini sebagai komoditas unggulan untuk dijual ke negara-negara lain.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor hasil perikanan kita meningkat sebesar 10,8 persen atau mencapai sebesar Rp 73,6 miliar pada tahun 2019, meningkat dari tahun 2018 yang hanya mencapai Rp66,4 miliar.

Peningkatan ini merupakan buah kerja keras kementerian yang dipimpin oleh Menteri KKP Susi Pudjiastuti di periode sebelumnya serta wujud nyata komitmen dari pemerintah untuk menguatkan citra Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia.

Komoditas perikanan yang diekspor Indonesia memiliki banyak permintaan dari banyak negara, lebih tepatnya sekitar 158 negara di dunia, karena selalu terjaga mutunya, sehat, dan aman untuk dikonsumsi dengan health certificate (HC) yang unggul melalui proses penjaminan kesehatan dan pengendalian mutu yang komprehensif.

Adapun negara-negara yang menjadi pasar utama komoditas perikanan Indonesia di antaranya adalah Amerika Serikat, diikuti Tiongkok, Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Taiwan, Hong Kong, Italia, dan masih banyak lagi. Dan komoditas utama hasil perikanan yang diekspor Indonesia antara lain seperti udang, tuna, cumi-cumi/gurita, ikan demersal, tilapia, rajungan, serta rumput laut.

Yang terkini di awal tahun 2020 ini, KKP juga melepas ekspor produk perikanan dengan total nilai Rp13,3 miliar secara serentak di tiga lokasi yang berbeda yaitu ekspor produk olahan ikan sidat (unagi) dan pakan udang dari Banyuwangi, Jatim, ke Jepang dan Timor Leste, fillet/loin tilapia dari Medan, Sumut, ke Amerika Serikat, dan olahan tilapia dari Cirebon, Jabar, ke Filipina.

Ekspor perdana produk perikanan di tahun 2020 yang dilaksanakan oleh PT Japfa ini merupakan momentum awal pemerintah Indonesia untuk terus meningkatkan ekspor sepanjang tahun ini hingga mencapai target ekspor nasional 2020 sebesar US$64,7 miliar. Pelepasan ekspor tersebut juga menambah pendapatan negara dari sektor ekspor produk perikanan nasional yang sejak awal Januari hingga 9 Januari lalu yang telah mencapai angka Rp1,4 Triliun.

Dengan aktivitas ekspor di sektor produk perikanan dan kelautan nasional yang diprediksi akan ramai tahun ini, maka dukungan layanan yang memudahkan para pegiat ekspor untuk bertransaksi dalam satuan valuta asing (valas) sangat diperlukan. Layanan ini harus dapat mengakomodasi mereka untuk melakukan remittance yang lebih cepat, bebas kirim ke mana saja, dan menguntungkan.

Untuk itu, digibank hadir memberikan kemudahan untuk para pegiat ekspor dan investor untuk keperluan transaksi valas dengan fitur layanan digibank transfer valas dalam Aplikasi digibank by DBS, yang berikan keuntungan nilai tukar valas kompetitif dengan FX Rate terkini dan juara.

Melakukan transfer uang online di mana pun jadi lebih mudah karena ada akses 24/7 tanpa harus ke cabang karena bebas kirim ke mana saja dengan gratis biaya transfer ke lebih dari 20 negara dan lebih cepat karena transaksimu pasti sampai di hari yang sama.

Caranya gampang, masuk ke Aplikasi digibank by DBS, pilih “Transfer” lalu klik “Transaksi Valas”, kemudian klik “Tambah Penerima” dan ikuti petunjuk selanjutnya. Pilih negara yang dituju, pilih mata uang, lalu pilih bank dan masukkan detail penerimanya. Masukkan nominal yang akan dikirim lalu klik “Lanjut” dan selesaikan transaksinya.

Segera manfaatkan fitur layanan digibank transfer valas dari digibank by DBS sebagai inovasi kemudahan transaksi yang kamu butuhkan dari dalam ke luar negeri. Transaksi valas ke siapa saja, kapan saja, dan di mana saja kini lebih mudah, cepat, dan praktis!