Hai nak, semakin dekat waktu kita untuk bisa berjumpa, kini usiamu sudah 27 minggu di dalam perut ibu. Tadi malam pas periksa kata dokter Agung kamu sehat-sehat aja, tapi katanya kamu agak sedikit gede dari ukuran janin yang seharusnya. Tapi itu gak masalah kata dokter Agung. hihi
Cerita Untuk Anakku

Ibu udah gak mual lagi sejak usia kamu 24 minggu kemarin. Sekarang malah rasanya kayak ngidam lagi. Pengen makan ini pengen makan itu, dan dikit-dikit lapar, jadinya ibu makan terus.


Kata dokter Agung gak apa-apa, asal sekali makan jangan langsung banyak, disuruh sedikit-sedikit tapi sering gitu aja.



Periksa bulan September ini adalah periksa terakhir dengan dokter Agung, bulan depan kita akan pindah rumah di Ngawi, otomatis ganti dokter juga. Disana agak jauh kalau mau ke dokter, tapi gak apa-apa tetep bisa dijangkau kok.

Ohya kata dokter Agung kita juga harus periksa ke Puskesmas, karena ada program pemerintah yang wajib bagi ibu hamil gitu.
Baca Juga: Cerita Untuk Anakku; Enam Bulan yang Menyenangkan
Bulan kemarin ada acara tujuh bulanan, acaranya ngaji aja sama doa bersama.
Kamu mulai aktif nendang-nendang perut ibu di usia 30 week keatas ini nak, kadang ibu jadi geli sendiri dan ketawa-ketawa.

Rasanya mau duduk dan tidur posisi seperti apapun gak nyaman, nyeri pinggang, kaku gampang keram, dan gerah setiap saat.

Ada cerita lucu waktu periksa di dokter Farida, waktu itu ibu udah daftar dapat nomor antrian 14, dan jam periksanya sekitar 7 malam. Namun karena dokter Farida masih ada operasi, jadi yang harusnya mulai jam 4 sore diundur jam 7 baru mulai.
Cerita Untuk Anakku

Otomatis jam periksa ibu ikutan mundur, namun karena sengaja keluar dari rumah lebih awal biar bisa belanja dulu di Ngawi, jadi ibu berangkat dari rumah jam 4 sore.

Setelah belanja perlengkapan bayi di luwes Ngawi dan sholat maghrib, ibu menuju rumah dokter Farida.

Waktu diperiksa dokter Farida, katanya kandungan normal dan kepala janin sudah turun ke bawah tinggal mencari jalan lahir. Alhamdulillah ibu tenang.

Tapi sayangnya dokter Farida gak ngejelasin berapa berat janin, berapa panjang janin, pas ditanya pun, malah ngomongin yang lain.



BTW dokter Farida ini nulis resep sambil tidur kemarin, semoga saja gak salah resep obat yang dikasih kemarin.

Hai, nak saat usiamu 37 minggu ibu ikut posyandu desa. Agak kecewa sih sama pelayanan bidannya, karena seperti nakut-nakuti kalau ibu tidak bisa ngelahirin normal.

Katanya pas dia ngecek perut ibu, janin belum masuk panggul, katanya diusia 37 minggu posisi kepala janin sudah harus dipanggul.
Baca Juga: Cerita Untuk Anakku; Tiga Bulan Pertama yang Ditunggu-tunggu
Padahal masih ada 3 - 5 minggu lagi untuk janin lahir, emang nggak bisa ya bilang kalau dalam waktu itu masih ada kemungkinan kepala janin turun panggul?

Tapi ibu tetap yakin bahwa kita bisa kerjasama dengan baik nanti, ibu akan bisa ngelahirin normal.

Tanggal 27 November ibu periksa lagi di dokter Farida, katanya kamu bisa lahir lebih cepat dari hpl nak, karena air keruban ibu yang sudah mulai berkurang. Namun dokter Farida ngasih waktu satu minggu buat nunggu. Dan ternyata selama satu minggu pun kamu belum ingin keluar nak, kamu belum ngasih aba-aba ke ibu kalau ingin keluar.



Jadi pada tanggal 4 Desember ibu ke tempat dokter Farida lagi. Dan katanya berat kamu sudah kurang lebih 3 kg. Jantung kamu bagus, gerak kamu masih aktif dan posisi kepala sudah dipanggul.

Kamu sudah siap untuk lahir, nak. Saat itu air ketuban ibu udah normal lagi, dan katanya kamu bisa lahir nunggu hpl.

Tanggal 11 ibu menemui dokter Farida lagi, masih sama katanya kamu baik-baik saja di dalam perut ibu, lalu jika sampai hpl atau tgl 13 Desember ibu belum ngerasain kontraksi juga ibu disuruh periksa lagi, dan ternyata belum juga ngerasain kontraksi, akhirnya dokter Farida ngasih waktu sampai tanggal 20 Desember, dan ternyata tanggal 19 gelombang cinta itu datang, dan ibu ke RSUD Ngawi sore, dan kamu lahir besoknya tanggal 20 Desember 2019 jam 09.05 pagi.

Selamat datang ke dunia yang penuh cinta, Nak!

*Maaf ngepos nya telat, karena Ibu lagi asik ndusel-ndusel sama kamu