Kanker tenggorokan merupakan salah satu jenis kanker yang harus diwaspadai. Sebab, meskipun merupakan salah satu jenis kanker yang jarang terjadi, namun kanker payudara dapat mengancam nyawa dan akan semakin sulit diobati jika sudah semakin parah.

Tenggorokan sendiri merupakan bagian tubuh yang berperan sebagai saluran yang digunakan untuk mengalirkan udara dari hidung ke paru-paru, dan sebaliknya. Saluran tenggorokan terletak mulai dari belakang hidung hingga pita suara. Meski termasuk organ yang penting dalam menyalurkan udara, teggorokan juga merupakan bagian tubuh yang dapat terserang penyakit ganas dan menyeramkan, yakni kanker tenggorokan.

Kanker tenggorokan merupakan penyakit ganas yang berkembang pada jaringan tenggorokan. Gejala utama yang muncul akibat penyakit ini adalah sakit tenggorokan, perubahan suara (semakin serak atau berat), hingga kesulitan menelan.

Selain pada jaringan tenggorokan, kanker tenggorokan dapat berkembang dari jaringan penyusun organ-organ tersebut, seperti pita suara atau amandel. Risiko mengalami kanker tenggorokan lebih tinggi pada perokok dan pecandu alkohol.

Penyebab utama dari kanker tengorokan sendiri adalah adanya perubahan atau mutasi gen pada sel-sel di tenggorokan. Mutasi gen ini dapat memicu pertumbuhan sel abnormal secara tak terkendali.

Apakah kanker tenggorokan bisa sembuh?

Awalnya, penyakit kanker tenggorokan tidak menimbulkan gejala yang spesifik, sehingga seringkali penderita tidak menyadari bahwa Ia terkena kanker tenggorokan. Padahal, peluang untuk sembuh dari kanker tenggorokan akan semakin tinggi jika terdeteksi sejak dini.

Pada dasarnya, kanker tenggorokan stadium 1 menunjukan bahwa sel kanker masih berada di lokasi awalnya muncul. Hal ini berarti bahwa kanker masih berada di area tenggorokan dan belum menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan sekitarnya. Selain itum ukuran tumor pada stadium awal ini juga masih terbilang kecil, yakni kurang dari 2 cm.

Maka dari itu, kanker tenggorokan stadium stadium 1 masih tergolong ringan. Sehingga, biasanya dokter akan menyarankan penderita kanker untuk menjalani operasi pengangkatan tumor yang ada di tenggorokan.

Operasi pengangkatan tersebut bisa dilakukan baik dengan atau tanpa sayatan. Namun, setelah operasi, kemungkinan Anda akan mengalami sejumlah efek samping seperti nyeri tenggorokan, suara serak, dan sulit menelan. Efek samping tersebut umumnya akan segera mereda dalam hitungan hari atau minggu.