Kista merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada wanita. Kista sendiri merupakan benjolan berbentuk kapsul atau kantung tertutup yang berisi cairan, material, maupunnjaringan lainnya, seperti rambut dan kulit. Kista juga dapat tumbuh di bagian tubuh mana saja dan ukurannya pun beragam, mulai dari kecil hingga sangat besar.

Kista termasuk jenis tumor jinak yang pada umumnya tidak bersifat ganas (non-kanker). Beberapa orang percaya bahwa kista merupakan penyakit yang dipicu oleh adanya faktor turunan. Lantas, apakah penyakit kista adalah penyakit turunan? simak ulasan di bawah ini.

Penyebab Kista

Munculnya kista di tubuh dapat disebabkan akibat adanya penyumbatan pada suatu jaringan tubuh, yang mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan ataupun udara. Penyebab terjadinya penyumbatan tersebut antara lain adalah infeksi dan faktor genetika.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat memicu tumbuhnya kista pada tubuh maupun memperburuk kondisiya. Di antaranya adalah :

- Faktor genetik atau turunan
- Tumor
- Adanya infeksi
- Inflamasi kronis
- Adanya kecacatan pada sel
- Penyumbatan pada saluran tubuh
- Adanya kelainan pada perkembangan embrio
- Cedera
- Parasit

Tak hanya itu, ada juga beberapa faktor lainnya yang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kista, seperti kemoterapi, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), hingga penggunaan obat untuk menyuburkan kandungan.

Meskipun kista dapat terjadi akibat adanya faktor turunan, namun Anda tidak perlu takut dan khawatir,. Pasalnya, faktor tersebut tidak menjamin 100 persen bahwa Anda juga akan mengalami kista dan faktor keturunan hanya salah satu faktor risiko minculnya kista, bukan merupakan penyebab utama.

Apakah Kista Hrus di Operasi?

Pada sebagian besar kasus, kista dapat menghilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun, jika kista yang Anda alami semakin besar dan menimbulkan gejala, maka umumnya dapat diatasi melalui prosedur operasi. Terkadang dokter juga akan melakukan pengobatan dengan mengeringkan atau memasukkan jarum atau kateter ke dalam rongga. Hal ini berguna untuk mengeluarkan isi cairan di dalam kista.