Bisul pada dasarnya dapat muncul di bagian tubuh mana saja ketika kulit mengalami infeksi. Bagian kulit yang rentan terkena bisul adalah area yang sering mengalami gesekan, seperti selangkangan atau ketiak, dan bagian tubuh yang sering berkeringat.

Selain itu, bagian yang juga kerap terkena bisul adalah tulang ekor bokong. Timbulnya bisul di area bokong juga dikenal dengan kista pilonidal. Lantas, apa yang menyebabkan kista pilonidal berbeda dengan bisul pada umumnya? dan bagaimana pengobatannya? Simak ulasan di bawah ini.

Kista pilonidal adalah kantung tertutup atau benjolan pada kulit yang tumbuh di sekitar tulang ekor, tepatnya di bagian atas belahan bokong. Jika umumnya kista merupakan benjolan berisi cairan, namun kista pilonidal berisi serpihan folikel rambut dan kulit.

Penyebab Kista Pilonidal

Sebenarnya, penyebab pasti dari kista pilonidal masih belum diketahui. Namun, dalam kebanyakan kasus, kondisi ini diawali dengan rambut yang tidak tumbuh keluar (ingrown hair) hingga pada akhirnya menyebabkan timbulnya benjolan. Jenis kista ini dapat terinfeksi dan terasa nyeri, dan apabila tidak segera diatasi, maka infeksi ini dapat memicu komplikasi.

Selain itu, para ahli juga berpendapat bahwa kista pilonidal dapat terjadi akibat adanya cedera berulang pada area tulang ekor dan selangkangan. Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang sering berkendara di jalan rusak.

Gejala Kista Pilonidal

Kista pilonidal memiliki bentuk yang hampir mirip dengan jerawat dan terdapat di atas belahan bokong, yakni sekitar 4 hingga 8 cm di atas lubang anus. Banyak penderita kista pilonidal tidak menyadari jika mereka mengalami kondisi ini, sebab umumnya kista ini tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Akan tetapi, jika terjadi infeksi, beberapa gejala di bawah ini dapat dirasakan oleh penderita :

· Nyeri di punggung bagian bawah.
· Kista pecahm, sehingga keluar nanah atau darah dengan bau yang tidak sedap.
· Benjolan kista terasa hangat dan nyeri saat disentuh.
· Demam.

Pengobatan Kista Pilonidal

Kista pionidal umumnya dapat disembuhkan dengan prosedur bedah atau operasi. Namun, tidak menutup kemungkinan jika kista akan tumbuh kembali, sehingga tetap munkin terjadi. Kekambuhan kista ini biasanya terjadi jika ada jaringan parut luas atau sinus.