Di postingan kali ini aku mau ngomongin sedikit tentang sebuah klinik kecantikan yang udah gak asing lagi. Seharusnya artikel ini aku terbitkan paling lambat awal Maret lalu. Tapi karena satu dan lain hal, artikel ini baru bisa terbit hari ini. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada mbak Najla Achfas dan bapak Bima Marzuki selaku PR ZAP, serta bapak Fadly Sahab selaku CEO ZAP Clinic yang sudah berbaik hati mengirimkan bahan tulisan kepada saya. Kesempatan ini adalah kehormatan bagi saya karena menjadi salah satu yang dipercaya untuk membagikan kabar baik ini kepada publik. Sekaligus saya mohon maaf sekali karena tidak bisa ikut hadir dalam acara makan siang bersama bapak Fadly Sahab dan rekan media yang lain pada 22 Februari lalu.

Now, let’s hear the good news!

Siapa, sih, yang nggak tau ZAP Clinic? Yap, klinik kecantikan yang terkenal dengan hair removal dan skin rejuvenation treatment ini sudah jadi langganan para wanita yang kepingin cantik. Nah, saat ini ZAP Clinic memiliki 35 outlet yang tersebar di 12 kota besar di Indonesia, mulai dari Pulau Sumatra hingga Sulawesi.

ZAP Treatment Rejuvenation
Skin Rejuvenation Treatment (dok. ZAP Clinic)

Tapi tentunya, ZAP gak hanya berhenti sampai di sini. Seiring pesatnya perkembangan industri kecantikan global, ZAP bahkan berencana melebarkan sayap ke luar negeri. Negara yang jadi destinasi kali ini adalah Korea Selatan. Kamu tahu banget kalo Korea Selatan adalah negara yang paling concern dengan kecantikan. Bahkan dikenal dengan sebutan negara plastik karena menjadi negara yang paling banyak melakukan operasi plastik. Daerah Gangnam lah yang dipilih Fadly Sahab, CEO ZAP Clinic, sebagai lokasi outlet baru ZAP Clinic di Korea. Beliau sudah mensurvei langsung ke Gangnam pada pertengahan Februari 2018 lalu dan mengakui bahwa ekspansi ini memberi tantangan baru bagi ZAP Clinic.

“Korea Selatan memang sangat menantang, karena upah minimumnya sangat tinggi sekitar 17 juta rupiah, sementara rata-rata tarif perawatan kulit hanya dua kali lebih tinggi dari di Jakarta. Tapi kalau ZAP berhasil survive di sana, kami yakin membuka cabang di daerah yang lain seperti Asia Tenggara akan jauh lebih mudah.” 

-Fadly Sahab, CEO ZAP Clinic (22/2/18)

CEO ZAP Beauty Clinic Fadly Sahab dalam acara makan siang dengan redaktur media - 2
Fadly Sahab saat ditemui rekan media pada Kamis (22/2). (dok. ZAP Clinic)

 

Gak hanya upah minimum aja, nih, yang bikin pengalaman jadi lebih menantang. Ada lebih dari 700 klinik kecantikan yang beroperasi di Gangnam. Kebayang, dong, gimana ketatnya persaingan industri kecantikan di Korea? Namun fakta ini nggak menahan niat ZAP. Persiapan ekspansi sudah dilakukan sejak sekarang, dengan harapan klinik sudah bisa beroperasi tahun 2020 mendatang.

Salah satu faktor yang membuat ZAP sangat percaya diri untuk ikut bergelut dalam industri kecantikan Korea Selatan adalah perkembangan pesat ZAP sejak beberapa tahun terakhir. ZAP bahkan disebut sebagai rising star industri kecantikan Indonesia. Didirikan pada tahun 2009 sebagai hair removal clinic, ZAP mulai bertransformasi menjadi klinik kecantikan pada tahun 2013. Pada tahun 2017 lalu, omzet ZAP tumbuh 71 persen yang berasal dari 900 ribu perawatan kulit dengan teknologi laser. Jumlah perawatan sepanjang tahun 2017 juga tumbuh 80 persen, diikuti jumlah outlet yang bertambah 40 persen. Pertumbuhan ini jauh diatas rata-rata pertumbuhan industri kecantikan yang sekitar 12 persen per tahun (data L’oeral – 2016).

Dari data tersebut, jelas ZAP yakin banget dengan rencana ekspansi ke Korea ini. Yang jelas, ZAP butuh dukungan dari masyarakat Indonesia sendiri agar usaha go international ini lancar jaya. Kapan lagi ada brand lokal yang berani menantang pasar industri kecantikan Korea? Mari doakan yang terbaik untuk ZAP beauty clinic, ladies!

 

cropped-purple-and-cream-circle-cosmetics-beauty-logo.jpg